Home » » Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran

Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran

Oleh PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU 06 December 2013

Artikel Terbaru:
Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran--
Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran
Orang boleh mengaku berkata benar walau belum tentu apa yang dikatakannya benar. Menurut Aristoteles, kata-kata mewakili kebenaran selama kata-kata itu disusun berdasarkan alur berpikir yang benar. Anggapan ini kemudian dikritik Ibnu Taimiyah, yang menegaskan bahwa kebenaran terletak pada kenyataan, bukan pada pikiran. Sementara Derrida dan Foucault berpendapat, kata-kata tidak mewakili Kebenaran (dengan 'K' besar), melainkan berbagai versi tentang kebenaran.

Pendapat Derrida dan Foucault dikenal sebagai pandangan kaum posmodernis, yang menggeser fokus pemikiran filsafat, dari manusia kepada bahasa. Kata mereka, masyarakat posmodern tenggelam dalam aneka bahasa di media, yang seringkali berlebihan dan mewakili kepentingan tertentu. Kata-kata hanyalah permainan kekuasaan yang mengklaim kebenaran. Kebenaran akhirnya bersifat relatif. Tetapi, jika kebenaran sejati tidak ada karena semua mengaku benar, kita tak punya pegangan lagi dalam hidup ini. Akibatnya, kita akan jatuh pada nihilisme, suatu pandangan bahwa hidup ini kosong, tanpa tujuan dan pegangan. Meski nyata, kebenaran bisa ditutup-tutupi oleh manusia, antara lain dengan kata-kata. Kata orang, jika semua pencuri mengaku mencuri, penjara akan penuh.

Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ada kebenaran yang masuk akal (rasional) dan ada kebenaran berdasarkan kenyataan (empiris). Dalam bahasa Arab, kebenaran disebut al-haqq, yang juga berarti sesuatu yang nyata. Dalam Islam, keberadaan Tuhan itu masuk akal, sekaligus berdasarkan bukti-bukti nyata di alam ini, sehingga Tuhan juga disebut Al-Haqq. Di atas segalanya, kebenaran tetaplah kebenaran. Seperti ditegaskan Al Quran, "Manusia tahu tentang keadaan dirinya yang sebenar-benarnya, meskipun ia melontarkan banyak alasan." (QS 75:14).

Kutipan


AAC Alumni Bahasa banjar Baru Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi UN Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara
Blog ini dijual (This web for sale)
Estimated worth
• Rp 50.807.728 •