728x90 AdSpace

06 December 2013

Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran--
Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran
Orang boleh mengaku berkata benar walau belum tentu apa yang dikatakannya benar. Menurut Aristoteles, kata-kata mewakili kebenaran selama kata-kata itu disusun berdasarkan alur berpikir yang benar. Anggapan ini kemudian dikritik Ibnu Taimiyah, yang menegaskan bahwa kebenaran terletak pada kenyataan, bukan pada pikiran. Sementara Derrida dan Foucault berpendapat, kata-kata tidak mewakili Kebenaran (dengan 'K' besar), melainkan berbagai versi tentang kebenaran.

Pendapat Derrida dan Foucault dikenal sebagai pandangan kaum posmodernis, yang menggeser fokus pemikiran filsafat, dari manusia kepada bahasa. Kata mereka, masyarakat posmodern tenggelam dalam aneka bahasa di media, yang seringkali berlebihan dan mewakili kepentingan tertentu. Kata-kata hanyalah permainan kekuasaan yang mengklaim kebenaran. Kebenaran akhirnya bersifat relatif. Tetapi, jika kebenaran sejati tidak ada karena semua mengaku benar, kita tak punya pegangan lagi dalam hidup ini. Akibatnya, kita akan jatuh pada nihilisme, suatu pandangan bahwa hidup ini kosong, tanpa tujuan dan pegangan. Meski nyata, kebenaran bisa ditutup-tutupi oleh manusia, antara lain dengan kata-kata. Kata orang, jika semua pencuri mengaku mencuri, penjara akan penuh.

Dari pendapat-pendapat tersebut, dapat kita simpulkan bahwa ada kebenaran yang masuk akal (rasional) dan ada kebenaran berdasarkan kenyataan (empiris). Dalam bahasa Arab, kebenaran disebut al-haqq, yang juga berarti sesuatu yang nyata. Dalam Islam, keberadaan Tuhan itu masuk akal, sekaligus berdasarkan bukti-bukti nyata di alam ini, sehingga Tuhan juga disebut Al-Haqq. Di atas segalanya, kebenaran tetaplah kebenaran. Seperti ditegaskan Al Quran, "Manusia tahu tentang keadaan dirinya yang sebenar-benarnya, meskipun ia melontarkan banyak alasan." (QS 75:14).

Kutipan
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Wawasan | Kata, Kebenaran, dan Kenyataan Menurut Aristoteles, Derrida, Foucault, dan Al Quran Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi