728x90 AdSpace

21 May 2016

Mekanisme, Kriteria, dan Contoh Penentuan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum 2013 Hasil Revisi (Update)

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Kriteria dan Contoh Penentuan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum 2013 (Update)-- Penilaian dalam Kurikulum 2013 dilakukan dari penilaian proses (harian) (tanpa konversi lagi) hingga pada akhirnya menetapkan apakah seorang siswa dapat naik kelas atau tidak. Dalam kurikulum 2013, nilai setiap mata pelajaran terdiri atas nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Sebelumnya, mari kita simak penjelasan terkait penilaian hasil belajar sesuai dengan Permendikbud Nomor 53 tahun 2015 tanggal 11 Desember 2015:
  1. Penilaian aspek sikap dilakukan melalui observasi/pengamatan sebagai sumber informasi utama dan pelaporannya menjadi tanggungjawab wali kelas atau guru kelas;
  2. hasil penilaian pencapaian sikap oleh pendidik disampaikan dalam bentuk predikat atau deskripsi;
  3. penilaian aspek pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, tes lisan, dan penugasan sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
  4. penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai;
  5. hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik disampaikan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi;
  6. peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedi.
  7. KKM yang harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh Satuan Pendidikan;
  8. laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh Satuan Pendidikan;
  9. Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh pendidik digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik (tidak berlaku bagi peserta didik SDLB/SMPLB/SMALB/SMKLB).
  10. Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik (tidak berlaku bagi peserta didik SDLB/SMPLB/SMALB/SMKLB).
  11. Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Berikut kriteria kenaikan kelas dalam Kurikulum 2013.

  • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti
  • Ketuntasan belajar untuk kompetensi sikap ditetapkan dengan skor modus sekurang-kurangnya baik (B) untuk setiap mata pelajaran.
  • Nilai Ketuntasan belajar untuk kompetensi pengetahuan ditetapkan dengan skor rerata dengan skala 0-100
  • Nilai Ketuntasan belajar untuk kompetensi keterampilan ditetapkan dengan capaian optimum dengan skala 0-100
  • Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari paling sedikit 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik
  • Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15% dari jumlah hari efektif
  • Berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru
  • Berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru

Contoh:

Sumber: Kemendikbud
Update: 21 Mei 2016 (hasil dari Pelatihan Instruktur Kabupaten, tanggal 16-21 Mei 2016)
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Mekanisme, Kriteria, dan Contoh Penentuan Kenaikan Kelas dalam Kurikulum 2013 Hasil Revisi (Update) Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi