Loading...

Lanjutan Cerpen Sepatu Butut yang Lebih Klimaks dan Sarat Pesan Moral

DMCA.com Protection Status
Loading...
Kamu yang duduk di kelas IX tentu sudah membaca cerpen Sepatu Butut karya Ely Chandra Perangin-angin, bukan? Ya, cerpen yang bercerita tentang keresahan tokoh aku terhadap sepatu butut saudara kandungnya yang bernama Andi itu menjadi model cerpen yang harus kamu lanjutkan sesuai dengan imajinasi kamu. Menurut versi asli yang ditulis oleh Ely Chandra, cerpen itu berakhir dengan kebesaran hati tokoh aku untuk tidak jadi membuang sepatu butut Andi. Tokoh aku memilih untuk menerima kenyataan harus kembali melihat saudaranya itu memakai sepatu bututnya ke sekolah seperti biasanya.

Sebagai latihan sebelum bisa menulis sendiri cerita pendek menurut imajinasi kamu, kamu diminta melanjutkan bagian akhir cerpen Sepatu Butut sesuai keinginanmu. Ini ada satu hasil imajinasi teman kamu bernama Muhammad Rezki yang telah menulis lanjutan cerpen tersebut menurut versinya.
Karyanya ini lebih klimaks dibandingkan versi aslinya. Coba simak.
....
Segera aku mengambil sepatu butut Andi itu dan membuangnya ke tempat sampah di depan rumah. Aku berharap, saat ia tak mendapati sepatunya besok pagi, ia segera membeli sepatu yang baru.

Benar saja, pagi harinya, Andi menanyaiku apakah aku melihat sepatunya. Aku tentu saja menjawab tidak tahu. Kulihat rasa sedih yang tidak terkira nampak dari raut mukanya. Aku merasa ikut sedih dan menyesal. Segera aku berlari ke depan rumah dan membuka tutup tong sampah. Namun, tong sampah telah kosong! Tentulah tadi subuh petugas kebersihan telah mengambil sampah yang ada di tong sampah dari tiap rumah warga. Aku panik bukan main. Rasa bersalah yang sangat besar segera menghantuiku.

Aku kembali berlari ke dalam rumah. Kudapati Andi sedang memegang sepasang sepatu baru yang persis sama dengan sepatu bututnya. Di hadapannya berdiri ayah yang tersenyum memandangku. Ayah ternyata telah membelikan Andi sepatu baru! Aku lantas menceritakan apa yang telah kulakukan dan meminta maaf kepada Andi. Tak kusangka, Andi tidak marah dan ia langsung memelukku.

Terima kasih sudah membaca Lanjutan Cerpen Sepatu Butut yang Lebih Klimaks dan Sarat Pesan Moral
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "Lanjutan Cerpen Sepatu Butut yang Lebih Klimaks dan Sarat Pesan Moral"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.