Puisi "Pahlawan Tak Dikenal" Karya Toto Sudarto Bachtiar

Pahlawan Tak Dikenal
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu (RALAT: menderu)
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda.

Sumber: Waluyo, J. Herman. 1987. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
Gambar: Google

2 komentar untuk "Puisi "Pahlawan Tak Dikenal" Karya Toto Sudarto Bachtiar"

  1. maaf, ada kata yang salah saya rasa....
    bukan "suara merdu" tapi "suara menderu"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul (menderu). Kami sdh cek di berbagai sumber. Yang valid adalah: menderu. Trm ksh atas koreksinya....

      Hapus

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.

Jika berkenan mohon bantu subscribe channel admin, makasiiiihh!!