Contoh Soal SMA Menentukan Unsur Intrinsik/ Ekstrinsik Novel

1. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommy dan Jeanette, sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir, mulut Claire tampak menganga. Matanya yang bundar besar-besar nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu.
"Wow, ini istana di Amerika bagian selatan, Ko. Pantasnya di Savannah atau Georgia, begitu. Ada pohon-pohon willow segala. Ada anjing-anjing herder berkeliaran, ada kolam renang besar berbentuk jantung, dan halaman rumput yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Semua serba wow, Ko!"
(Novel "Jalan Menikung", karya Umar Kayam)
Isi kutipan novel tersebut lebih banyak mengungkapkan ...
A. Claire kagum terhadap bangunan rumah yang seperti istana di Amerika Selatan.
B. Rumah mewah yang berada di Amerika bagian selatan.
C. Istana yang mewah dengan segala fasilitasnya.
D. Perjalanan seseorang ke Amerika bagian selatan.
E. Eko dan Claire berkata, "Wow," sepanjang perjalanan.

2. Bacalah penggalan novel berikut!
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema. Apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh "aku" yang terlihat dalam penggalan novel adalah....
A. egoistis
B. peragu
C. lemah
D. penyabar
E. ceroboh

3. Bacalah penggalan novel berikut.
Tuti bukan orang yang mudah kagum, yang mudah heran melihat sesuatu. Keisyaratannya akan harga dirinya sangat besar. Ia tahu bahwa ia pandai dan cakap. Banyak yang akan dikerjakan dan dicapainya. Segala sesuatu diukurnya dari kecakapannya sendiri. Oleh sebab itu, ia jarang memuji.
Watak Tuti diungkapkan dengan cara ....
A. perasaan tokoh
B. pendapat tokoh lain
C. pendeskripsian fisik
D. sikap tokoh
E. penjelasan langsung

4. Sesungguhnya keempat anak muda itu telah sampai ke dekat sebuah rumah jaga di Muara. Di belakang rumah jaga ini kelihatan beberapa kuda tambang, sedang dimandikan oleh kusirnya di pinggir pantai, tempat Sungai Arau bermuara di laut. Dekat tempat mandi kuda ini adalah sebuah pangkalan yang menganjur sampai ke tepi sungai, tempat berlabuhnya kapal-kapal api kecil, yang berlayar ke terusan. Di sebelah pangkalan ini, berlabuh beberapa perahu, yang baru datang dari laut membawa ikan-ikan yang dapat dikail malam itu…..
(Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Bagian cerita yang membuktikan bahwa peristiwa tersebut dilatari di pelabuhan kecil adalah….
a. tempat Sungai Arau bermuara di laut dan tempat pemandian kuda
b. terlihat kapal-kapal api kecil dan beberapa perahu sedang berlabuh
c. sebuah pangkalan yang terlihat menganjur ke tepi sungai
d. pinggir pantai tempat penjaga, berupa sebuah rumah
e. kapal-kapal api sedang berlayar membawa ikan ke terusan

5. Bacalah dengan seksama penggalan novel berikut!
Tidak, kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan diri sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat sembahyang. Tapi kau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak dan istrimu sendiri, hingga mereka kocar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egois.Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semua, tetapi engkau tidak memedulikan mereka sedikit pun.
(Robohnya Surau Kami, A.A Navis)
Nilai moral yang terdapat pada penggalan novel tersebut adalah…..
a. Manusia harus menghindari diri dari siksaan neraka.
b. Semua manusia bersaudara jadi tidak boleh egois.
c. Beribadah harus menjadi tujuan utama manusia.
d. Beribadah sebuah keharusan, tetapi kehidupan keluarga jangan dilupakan.
e. Anak dan istri ditinggalkan demi beribadah, itu adalah hal yang biasa.

6. Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!
……
Seluruh tubuhnya tampak tua kecuali sepasang matanya, yang warnanya bagai laut tampak cerah dan tak kenal menyerah.
“Santiago,” kata anak laki-laki itu kepadanya ketika mereka menaiki tebing dari mana perahunya diseret ke darat.” Aku bisa ikut lagi kan. Kami sudah mendapat cukup uang.”
Lelaki tua itulah yang dulu mengajarinya menangkap ikan dan anak laki-laki itu sayang sekali kepadanya.
“Jangan,” kata lelaki tua itu.
…..
(Judul : The Old Man and The Sea
Diterjemahkan : Supardi Joko Damono)
Nilai budaya yang terkandung dalam penggalan cerita terjemahan tersebut adalah…..
a. membalas kebaikan orang yang telah berjasa
b. seorang lelaki tua yang tak kenal menyerah
c. panggilan nama asli terhadap orang tua
d. lelaki tua dengan perahunya
e. lelaki tua yang sayang terhadap anak kecil

Teks berikut untuk dua butir di bawah ini.
Sebermula maka Sri Rama dan Laksamana pun pergilah mencari Sita Dewi. Maka ia pun berjalanlah di dalam hutan rimba belantara. Beberapa lamanya berjalan, mereka itu tiada bertemu tempat menanyakan waktu Sita Dewi. Maka dilihatnya ada seekor burung jantan. Maka Sri Rama pun bertanya, "Hai burung, adakah engkau melihat istriku dilarikan orang?"
Sahut burung jantan itu, "Engkau yang bernama Sri Rama? Aku dengar masyhur namamu laki-laki dan gagah berani tiada terlawan di tengah medan peperangan. Akan binimu tiadalah terpelihara, perempuan seorang. Lihatlah olehmu aku ini, empat ekor biniku lagi dapat aku peliharakan, konon engkau manusia dua orang pula saudaramu tiadakah dapat memeliharakan binimu itu."

7. Isi kutipan cerita tersebut mengungkapkan ...
A. Sri Rama mencari istrinya, Sita Dewi.
B. Laksamana sedang mencari istrinya.
C. Ejekan burung jantan kepada Sri Rama yang tidak bisa menjaga istrinya
D. Kehidupan burung jantan yang berbahagia dengan keempat betinanya
E. Sri Rama raja yang termasyhur dan gagah berani.

8. Nilai moral yang tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
A. Kasih sayang seorang suami terhadap istrinya.
B. Keberanian seorang suami dalam membela istrinya.
C. Tabah menerima ejekan orang.
D. Tabah dalam menerima segala penderitaan.
E. Keadilan yang diberikan oleh suami kepada istrinya.

9. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Mereka tak dapat berkata, sesuatu apa, hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Qur'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.
Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya dan memandang pada Wak Katok, dan sinar matanya berubah jadi kencang, kuat, dan keras. Dia berkata dengan suara gurau:
"Karena engkaulah Wak Katok, aku harus menebus dosaku dulu seperti ini..."
(Dari novel "Harimau! Harimau!")
Nilai agama yang tersirat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
A. memberikan wasiat sebelum meninggal dunia
B. membaca ayat suci untuk menenangkan hati
C. tidak boleh berkata kenceng dan keras-keras
D. melakukan ibadah ke tanah suci untuk mengakui dosa
E. menebus dosa dengan cara yang tidak baik

KUNCI JAWABAN
Jika berkenan mohon bantu subscribe channel admin, makasiiiihh!!