Menelaah dan Merevisi Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.3)

Menelaah dan Merevisi Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.3)--
Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan mengarahkan peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber belajar dan proses pembelajarannya menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi masalah yang ingin/perlu diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mengumpulkan data/informasi dengan berbagai teknik, mengolah/menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan jawaban/kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.
Kali ini, kamu berlatih menelaah unsur kebahasaan dan merevisi teks cerita moral/ fabel.

Dalam kegiatan inti, guru kamu memulai pembelajaran dengan menampilkan teks berjudul “Landak yang Kesepian". Tugas kamu mengamati kedua teks tersebut. Selanjutnya, kamu boleh saling bertanya dengan anggota kelompok atau bertanya langsung kepada gurumu tentang hal-hal yang belum jelas terkait unsur kebahasaan teks cerita moral/ fabel: penggunaan huruf kapital, kata depan dan awalan di- pada kata kerja.
Setelah memahami teorinya, kamu berdiskusi dengan kelompokmu untuk memperbaiki penggunaan huruf kapital dan kata depan maupun awalan di- pada kata kerja yang tepat pada teks tersebut.
Kemudian, cobalah mengurutkan bagian-bagian teks tersebut menjadi urutan yang baik dan menjadi sebuah teks cerita fabel yang utuh.
Kegiatan terakhir adalah mengomunikasikan hasil kerja kalian di depan kelas. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan dan menjawab tanggapan dari kelompok lain.
Ingat, guru juga menilai sikap kalian saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai keterampilan kamu menelaah dan merevisi teks tersebut.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran ini, kamu harus menguasai:
1. Struktur teks cerita moral/ fabel.
2. Penggunaan kata depan di-.
3. Penggunaan awalan di- pada kata kerja.
4. Penggunaan huruf kapital.
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar generasi penuh imajinasi....

Guru Sulit Lakukan Penilaian Otentik

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi kutipan berita Guru Sulit Lakukan Penilaian Otentik-- REPUBLIKA.CO.ID-- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, dari 6 ribu sekolah di 34 provinsi yang disensus, penerapan Kurikulum 2013 hasilnya menunjukkan hasil positif.
"Salah satu sisi positif dari kurikulum ini terlihat dari meningkatnya keberanian anak untuk bertanya. Makanya kami yakin bisa menerapkan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia secara bertahap," kata Nuh di Jakarta, Senin, (21/7).

Pelatihan kurikulum bagi 1,1 juta guru, kata dia, masih terus dilakukan dengan menggunakan dana APBBN maupun APBD. "Kami juga melihat bagaimana kesiapan para guru, narasumber maupun instruktur nasional," ujarnya.

Dalam pelatihan kurikulum baru itu, terang Nuh,guru dinilai kemampuannya memahami konsep kurikulum, tujuan kurikulum, cara penilaian otentik, pembuatan RPP. Dari berbagai sisi penilaian itu, guru paling susah membuat penilaian otentik.

Selama ini, menurut dia, guru sering memberikan nilai berdasarkan kira-kira. Makanya saat diminta melakukan penilaian otentik mereka kesulitan. "Dalam membuat penilaian otentik guru tidak hanya menyebut angka 8. Namun harus menunjukkan fakta-fakta pendukung mengapa siswa tersebut bisa mendapat nilai 8," kata mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Nuh menyatakan, guru di Papua, memang mengaku kesusahan melakukan penilaian otentik. Hal itu hanya perlu dilakukan pembiasaan. Dengan begitu, nantinya mereka juga akan bisa secara bertahap.

Tak Kuasai IT
jpnn.com-- Kepala Sekolah SDN Pulo I, Kebayoran Baru, Jakarta, Kardiman menyatakan kesiapannya menjalankan kurikulum 2013 pada tahun ajaran ini. Bahkan sekolahnya sudah melakukan sosialisasi dan mendapat respon dari para guru.
Hanya saja, Kardiman harus mengakui bahwa kesiapan itu disisipi pesimisme terkait kemampuan guru dalam menilai peserta didik. Apalagi di SD, penilaian tidak lagi dalam bentuk angka tapi data otentik kemampuan siswa.
"Kendala dari guru, penilaian memang berbeda dengan dulu, kalau dulu hanya angka sekarang otentik dan sesuai kenyataan yang ada. Saking banyak penilaian, perlu di-input dengan IT. Kendala lagi banyak guru yang belum paham IT," katanya di kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (21/7).

Kesulitan juga disampaikan Dedy, Guru Prakarya SMPN 19 Jakarta. Meski sudah setahun menjalankan Kurikulum 2013, guru-guru di sekolahnya masih tetap menemukan kesulitan di setiap mata pelajaran.

Dwi Herawati, Guru SDN 03 Pulo menjelaskan kesulitan yang dihadapinya dalam memberikan penilaian kepada siswa karena nilai-nilai diberikan dalam bentruk naratif.
"Proses penilaian banyak yang harus diisi guru secara naratif. Narasinya harus memotivasi siswa, tidak menjatuhkan siswa. Penilaian ini dirancang pakai IT sementara belum semua Guru menguasai IT," jelasnya.

Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/14/07/22/n92vqz-guru-sulit-lakukan-penilaian-otentik
http://www.jpnn.com/read/2014/07/21/247598/Terapkan-Kurikulum-2013,-Banyak-Guru-tak-Kuasai-IT-

Kurikukum 2013, Guru Kesulitan Cara Memberi Nilai

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi kutipan berita Kurikukum 2013, Guru Kesulitan Cara Memberi Nilai-- jpnn.com-- Dwi Herawati, Guru kelas IV SDN 03 Pulo, Kebayoran Baru terang-terangan mengaku kesulitan menguasai kurikulum 2013, terutama terkait cara penilaian kepada para siswa.
"Saya ikut penataran selama seminggu. Saya jujur belum menguasai. Kalau proses pembelajaran tidak terlalu berbeda. Bedanya hanya di proses penilaian. Itu sangat kesulitan," kata Dwi di depan menteri Pendidikan Muhammad Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (21/7).

Hari ini Mendikbud sengaja mengumpulkan guru-guru dari berbagai sekolah untuk mengetahui kesiapan mereka dalam menjalankan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014 ini.
Kesimpulannya, guru-guru banyak mengeluhkan sulitnya memberi penilaian secara otentik untuk masing-masing siswa.
Namun, Dwi optimistis penerapan kurikulum baru akan mampu membangun karakter peserta didik, termasuk budi pekertinya.

Mendikbud Mohammad Nuh tidak mempersoalkan kendala yang masih dihadapi guru-guru tersebut. Sebab dengan penilaian otentik, guru harus didukung data otentisme tentang kemampuan siswa.
"Tidak apa-apa, karena belum terbiasa. Bagi guru di sekolah yang biasa menggunakan penilaian otentik tidak ada masalah. Jadi kita butuh dibiasakan. Para guru kita perlu waktu untuk pembiasaan, beradaptasi," kata Nuh.

Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2014/07/21/247592/Kurikukum-2013,-Guru-Kesulitan-Cara-Memberi-Nilai-

Kurikulum 2013 Belum Dapat Jaminan dari Pemerintah Baru

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi kutipan berita Kurikulum 2013 Belum Dapat Jaminan dari Pemerintah Baru-- jpnn.com-- Persiapan implementasi Kurikulum 2013 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih labil. Pemicunya sampai saat ini belum ada jaminan dari calon pemimpin pemerintah baru untuk kelanjutan Kurikulum 2013 itu.

Sepekan terakhir, akses informasi kurikulum baru semakin terbatas. Hanya Mendikbud Mohammad Nuh dan Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Ibnu Hamad yang bersedia memberikan keterangan ke publik. Jajaran eselon I lainnya mulai dari wakil Mendikbud hingga para direktur jenderal (dirjen) enggan berkomentar.

Sumber di internal Kemendikbud menyebutkan bahwa persiapan implementasi kurikulum baru tahun ini benar-benar menguras tenaga. "Karena sekarang statusnya masih 50:50," paparnya. Sebab sampai saat ini Kemendikbud belum mendapatkan jaminan apakah pemerintah di bawah Presiden baru nanti akan melanjutkan Kurikulum 2013 ini.

Kondisi yang serba belum pasti itu memperparah kasus-kasus sebelumnya. Seperti keterlambatan pendistribusian buku kurikulum baru ke sekolah. Hingga molornya jadwal pelatihan kurikulum baru untuk para guru.

Dikonfirmasi terpisah Kepala PIH Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan tidak benar bahwa Kemendikbud gamang melanjutkan Kurikulum 2013. "Kami masih on the track," ujarnya kemarin. Ibnu lantas menjelaskan kejadian paparan perkembangan kurikulum baru yang hanya menghadirkan Mendikbud Mohammad Nuh, tanpa didampingi para pejabat eselon I beberapa Senin lalu (21/7). Guru besar Universitas Indonesia itu mengatakan, saat itu seluruh pejabat eselon I sedang konsentrasi dengan tugasnya masing-masing.

Dia menampik bahwa kehadiran Menteri yang seorang diri itu merupakan wujud dari tertutupnya akses informasi implementasi kurikulum baru di Kemendikbud. Menurut dia sampai saat ini memang belum ada jaminan dari pemerintah baru nanti apakah akan melanjutkan kurikulum baru. "Pendekatannya tidak seperti itu," ujarnya. Intinya Ibnu mengatakan Kemendikbud sudah memastikan penyediaan anggaran implementasi Kurikulum 2013 dalam APBN 2015.
"Kalaupun nanti pemerintah baru akan merevisi kurikulum, tidak akan seketika diubah. Pasti ada diskusi-diskusi dulu," jelasnya. Ibnu yakin ketika presiden baru nanti dilantik, tidak akan langsung merevisi kurikulum 2013.

Dia berharap masyarakat, khususnya pelaku pendidikan, tidak perlu resah terkait perkembangan terkini tentang implementasi kurikulum baru di tahun pelajaran 2014/2015.

Sumber:
http://www.jpnn.com/read/2014/07/23/247897/Kurikulum-2013-Belum-Dapat-Jaminan-dari-Pemerintah-Baru-

Menyusun Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.2)

Menyusun Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.2)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.

Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan mengarahkan peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber belajar dan proses pembelajarannya menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi masalah yang ingin/perlu diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mengumpulkan data/informasi dengan berbagai teknik, mengolah/menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan jawaban/kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.
Di pertemuan sebelumnya, kamu sudah memelajari pemodelan teks cerita fabel, mengenali struktur, ciri, bahasa (unsur kebahasaan), dan menangkap makna teks itu. Kali ini, kamu berlatih menyusun teks cerita moral/ fabel. Kegiatan ini akan kamu lakukan secara berkelompok dan nanti akan dilanjutkan dengan menyusun secara individu/ mandiri.

Dalam kegiatan inti, guru kamu memulai pembelajaran dengan menampilkan kembali teks cerita fabel yang berjudul “Jiji Jerapah dan Kus Tikus”. Tugas kamu mengamati teks cerita fabel tersebut. Selanjutnya, guru bertanya jawab dengan kamu tentang struktur teks cerita fabel. Kali ini kamu belajar secara berkelompok dan bertanya jawab terkait dengan cara menceritakan kembali teks cerita itu.
Untuk mampu menceritakan kembali, kamu perlu menentukan topik cerita sesuai struktur teks.
Setelah memahami bagaimana menentukan topik cerita tersebut, kamu berdiskusi dengan kelompokmu untuk menentukan topik cerita dengan melengkapi tabel.
Kemudian, kembangkan topik-topik cerita yang kamu temukan sesuai struktur teks cerita fabel itu menjadi teks cerita fabel dengan kata-kata sendiri.
Kegiatan terakhir adalah mengomunikasikan hasil kerja kalian di depan kelas. Tiap-tiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan dan menjawab tanggapan dari kelompok lain.
Ingat, guru juga menilai sikap kalian saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai keterampilan kamu menyusun teks cerita fabel.

Selamat belajar generasi penuh imajinasi....

Menangkap Makna Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.1)

Menangkap Makna Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 4.1)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.

Pembelajaran dalam Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan mengarahkan peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber belajar dan proses pembelajarannya menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi masalah yang ingin/perlu diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mengumpulkan data/informasi dengan berbagai teknik, mengolah/menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan jawaban/kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.
Di pertemuan sebelumnya, kamu sudah memelajari pemodelan teks cerita fabel, mengenali struktur, ciri, dan bahasa (unsur kebahasaan) teks cerita moral/ fabel. Kali ini kamu akan memelajari materi menangkap makna teks itu. Dalam kegiatan inti, guru kamu memulai pembelajaran dengan menampilkan kembali teks cerita fabel yang berjudul “Kupu-Kupu Berhati Mulia”. Tugas kamu mengamati teks cerita fabel tersebut. Selanjutnya, guru bertanya jawab dengan kamu tentang unsur-unsur teks cerita: tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, amanat, dan konflik. Kali ini kamu belajar cukup secara berpasangan dengan teman sebangku dan bertanya jawab terkait dengan struktur teks cerita fabel.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kamu membaca materi yang diberikan gurumu ataupun dari sumber lain.
Setelah memamhami unsur-unsur tersebut, kamu berdiskusi dengan pasanganmu untuk menentukan tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, amanat, dan konflik disertai buktinya.
Kemudian, kamu diminta bertukar pasangan untuk membandingkan jawaban yang telah kamua buat dengan pasangan lain. Beberapa saat kemudian, guru meminta kamu kembali ke pasangan semula dan menyampaikan hasil temuannya untuk memantapkan jawaban yang telah kamu diskusikan dengan pasangan pertama.
Kegiatan terakhir adalah mengomunikasikan hasil temuan kalian di depan kelas. Tiap-tiap pasangan mempresentasikan hasil pekerjaan, yaitu menjawab pertanyaan terkait unsur-unsur cerita fabel disertai bukti dan dengan alasan yang tepat.
Ingat, guru juga menilai sikap kalian saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai keterampilan kamu menangkap makna teks cerita fabel.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran unit ini, kamu harus menguasai tentang unsur-unsur intrinsik suatu cerita.
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar generasi penuh imajinasi....

Thanks to: Musdyana Rusdi

Memahami Teks Biografi (KD 3.1)

Memahami Teks Biografi (KD 3.1)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.
Sebelumnya kamu sudah mengikuti materi pemahaman isi (menangkap makna) teks biografi "Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia". Kali ini kamu memahami teks bografi tersebut dengan mengenali struktur dan cirinya, serta mengidentifikasi unsur kebahasaannya.

Dalam kegiatan inti, guru kamu meminta mengamati/ membaca teks biografi "Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia" itu lagi. Tugas kamu selanjutnya adalah mempertanyakan tentang alasan mengapa suatu bagian teks termasuk pada struktur teks orientasi, peristawa dan masalah, dan reorientasi.
Kamu berusaha menemukan jawaban sementara atas berbagai pertanyaan tentang hal tersebut dari berbagai sumber: buku lai, teman, atau guru, ataupun sumber lain. Selanjutnya, mulailah mencoba menguji pemahaman kamu dengan mengungkapkan setuju atau tidak setuju sesuai pernyataan yang menyertai teks biografi tersebut. Lantas, guru kamu meminta kamu mengasosiasikan hipotesis (jawaban sementara) kamu dengan teman kelompokmu. Target akhir dari tahap menganalisis ini adalah perumusan simpulan kelompok kamu tentang struktur, ciri, dan unsur kebahasaan teks biografi.
Terakhir, komunikasikan (presentasikan) hasil kerja kelompok kamu di depan kelas. Kelompok lain akan diberi kesempatan memberikan tanggapan. Oleh karena itu kamu harus siap dengan argumen kamu atau dengan lapang dada menerima masukan kelompok lain secara bertanggung jawab. Kelompok lain juga harus dengan santun memberi tanggapan.
Ingat pula, guru menilai sikap kamu dan teman-temanmu saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai pengetahuan kamu dalam memahami isi teks biografi.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran ini, kamu harus menguasai:
1. Penggunaan kata hubung (konjungsi)
2. Kata Rujukan
3. Kata kerja
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar calon pemimpin bangsa....

Menangkap Makna Teks Biografi (KD 4.1)

Menangkap Makna Teks Biografi (KD 4.1)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.
Ini merupakan materi pertama dalam rangkaian materi pokok teks biografi. Kali ini, kamu belajar menangkap makna teks biografi tersebut, yaitu yang terkait dengan isi teks.
Dalam kegiatan inti, guru kamu mengamati/ membaca teks biografi "Ki Hajar Dewantara: Bapak Pendidikan Indonesia". Guru juga telah memberi tahu kamu, bahwa dalam memahami isi teks biografi, ada 4 hal yang perlu kamu cermati: judul, hal menarik dan mengesankan, hal mengagumkan dan mengharukan, dan hal yang dapat dicontoh dari tokoh dalam biografi tersebut. Tugas kamu selanjutnya adalah mempertanyakan tentang empat hal tersebut.
Kamu berusaha menemukan jawaban sementara atas berbagai pertanyaan tentang hal tersebut dengan tentu saja membaca teks biografi tersebut. Selanjutnya, mulailah mencoba menguji pemahaman kamu dengan menjawab pertanyaan yang menyertai teks biografi tersebut. Lantas dengan strategi tertentu, guru kamu meminta kamu mengasosiasikan hipotesis (jawaban sementara) kamu dengan teman kelompokmu. Target akhir dari tahap menganalisis adalah perumusan simpulan kelompok kamu tentang 4 hal tadi.
Terakhir, komunikasikan (presentasikan) hasil kerja kelompok kamu di depan kelas. Kelompok lain akan diberi kesempatan memberikan tanggapan. Oleh karena itu kamu harus siap dengan argumen kamu atau dengan lapang dada menerima masukan kelompok lain secara bertanggung jawab. Kelompok lain juga harus dengan santun memberi tanggapan.
Ingat pula, guru menilai sikap kamu dan teman-temanmu saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai keterampilan kamu dalam menangkap makna (memahami isi) teks biografi.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran ini, kamu harus mengetahui tentang unsur 5W1H dalam upaya menangkap makna suatu teks.
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar calon pemimpin bangsa....

Menyusun Teks Biografi (KD 4.2)

Menyusun Teks Biografi (KD 4.2)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.
Pada pertemuan sebelumnya, kamu sudah mengikuti pembelajaran tentang memahami teks biografi. Dalam pertemuan tersebut, kamu sudah paham model teks biografi itu seperti apa dan bagaimana struktur teks-nya. Nah, kali ini dilanjutkan dengan menyusun teks biografi. Kalian akan menyelesaikan KD ini dengan melalui tahap menyusun teks biografi secara berkelompok dan menyusun teks biografi secara mandiri (individu).

Dalam kegiatan inti, guru kamu memulai pembelajaran dengan meminta kamu mengamati teks biografi acak (berupa teks yang telah digunting). Kamu lantas mencoba mengingat kembali pelajaran sebelumnya tentang struktur dan ciri-ciri bahasa yang terdapat dalam teks biografi. Jika belum jelas, kamu bisa mempertanyakannya pada teman atau gurumu.
Secara berkelompok, kamu pun mencoba menyusun teks biografi yang masih acak itu berdasarkan pemahamanmu tentang struktur teks sambil belajar juga dari berbagai sumber. Dalam tahap mengasosiasi (menalar), kamu perlu juga mengelompokkan teks yang kamu susun itu sesuai struktur teks-nya. Terakhir, melalui perwakilan kelompok, kamu mempresentasikan hasil kerja pengurutan teks sesuai struktur teks tersebut. Kelompok lain memberikan tanggapan
Setiap tahap, kamu juga dinilai dari segi sikap selain keterampilan kamu menyusun teks biografi tersebut.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran unit ini, kamu harus menguasai:
1. Struktur teks biografi
2. Unsur kebahasaan: konjungsi, kata rujukan, kata kerja tindakan, kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
3. Mengidentifikasi hal yang patut diteladani

Selamat belajar calon pemimpin bangsa....

Memahami Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 3.1)

Memahami Teks Cerita Moral/ Fabel (KD 3.1)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.
Materi teks cerita moral/ fabel merupakan materi yang pertama kamu pelajari di kelas VIII. Dalam kegiatan inti, guru kamu memulai pembelajaran dengan menampilkan teks cerita fabel yang berjudul “Kupu-Kupu Berhati Mulia”. Tugas kamu membaca (mengamati) teks cerita fabel tersebut. Selanjutnya, guru bertanya jawab dengan kamu tentang struktur teks cerita fabel “Kupu-Kupu Berhati Mulia”, kalimat mana saja dalam teks cerita fabel yang merupakan bagian teks cerita fabel, dan alasannya. Kali ini kamu belajar cukup secara berpasangan dengan teman sebangku dan bertanya jawab terkait dengan struktur teks cerita fabel.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, kamu membaca buku siswa dan LKS ataupun sumber lain.
Setelah mengenali konsep dan struktur teks fabel, kamu berdiskusi dengan pasanganmu untuk mengenali struktur teks cerita fabel serta mencari dan mencatat kalimat gagasan utama dalam tiap bagian struktur teks.
Setelah mengenali konsep dan struktur teks fabel, kamu berdiskusi dengan teman sebangkumu untuk menyatakan setuju atau tidak setuju dan memberi alasan atas pernyataan yang mengacu pada bagian struktur teks cerita fabel. Kemudian, kamu diminta bertukar pasangan untuk membandingkan jawaban yang telah kamua buat dengan pasangan lain. Beberapa saat kemudian, guru meminta kamu kembali ke pasangan semula dan menyampaikan hasil temuannya untuk memantapkan jawaban yang telah kamu diskusikan dengan pasangan pertama.
Kegiatan terakhir adalah mengomunikasikan hasil temuan kalian di depan kelas. Tiap-tiap pasangan mempresentasikan hasil pekerjaan, yaitu menjawab pertanyaan terkait menanda bagian struktur dengan alasan yang tepat.
Ingat, guru juga menilai sikap kalian saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai pengetahuan kamu tentang teks cerita fabel.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran unit ini, kamu harus menguasai:
1. Struktur teks cerita moral/ fabel.
2. Kata kerja (kata kerja aktif transitif dan intransitif).
3. Kalimat aktif dan kalimat fasif.
4. Kata sandang si dan sang.
5. Kata keterangan waktu dan tempat.
6. Kata hubung lalu, kemudian, dan akhirnya.
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar generasi penuh imajinasi....

Thanks to: Musdyana Rusdi

Meringkas Teks Biografi (KD 4.4)

Meringkas Teks Biografi (KD 4.4)--
Sudah memelajari materi ini tadi? Masih kurang paham? Tak apa, namanya juga belajar. Kita tak bisa selalu harus bisa sekali memelajarinya. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat 'merekatkan' kembali pemahaman kamu atas pembelajaran yang dilakukan gurumu di sekolah tadi.
Dalam dua pertemuan sebelumnya, kamu sudah belajar memahami isi (termasuk struktur) teks biografi. Pada pertemuan sebelumnya, kamu juga sudah menyusun teks biografi baik secara berkelompok maupun secara mandiri. Nah, kali ini, kamu belajar meringkas teks biografi tersebut.

Dalam kegiatan inti, guru kamu sudah memulai pembelajaran dengan meminta kalian mengamati teks biografi (mungkin teks yang ada di buku atau sumber lain). Guru juga telah memberi tahu kamu, bahwa dalam meringkas suatu teks, kamu perlu menentukan dulu ide pokok yang terdapat pada setiap paragraf sesuai struktur teks tersebut. Tugas kamu selanjutnya adalah mempertanyakan tentang penentuan ide pokok dan cara membuat ringkasan teks biografi.
Kamu mungkin menemukan jawaban sementara atas berbagai pertanyaan tentang penentuan ide pokok dan penyusunan ringkasan teks biografi tersebut. Selanjutnya, dimulai dengan mencoba mengumpulkan informasi terkait penentukan ide pokok teks biografi dari berbagai sumber belajar. Lantas mengasosiasikan hipotesis (jawaban sementara) kamu dengan hasil kajian kamu dari berbagai sumber belajar tadi kemudian mendiskusikannya dengan teman kelompokmu. Target akhir dari tahap menganalisis adalah perumusan simpulan kelompok kamu tentang penentuan ide pokok dan penyusunan ringkasan teks biografi.
Selanjutnya, mengkomunikasikan (mempresentasikan) hasil kerja kelompok kamu tentang penentuan ide pokok dan meringkas teks biografi tersebut. Kelompok lain akan diberi kesempatan memberikan tanggapan. Oleh karena itu kamu harus siap dengan argumen kamu atau dengan lapang dada menerima masukan kelompok lain secara bertanggung jawab. Kelompok lain juga harus dengan santun memberi tanggapan.
Ingat pula, guru menilai sikap kamu dan teman-temanmu saat melakukan tahapan kegiatan tersebut selain menilai pengetahuan dan keterampilan kamu dalam meringkas teks biografi.

Untuk menunjang keberhasilan kamu mengikuti pembelajaran ini, kamu harus menguasai:
1. Penentuan ide pokok (pengertian dan contoh-contohnya)
2. Cara meringkas teks (carilah contoh ringkasan suatu teks)
Cari juga bahan tentang ini di blog ini melalui kolom pencarian bagian kanan atas blog ini.

Selamat belajar calon pemimpin bangsa....

Perbedaan RPP Kurikulum 2013 Lama dan RPP Kurikulum 2013 Baru

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Perbedaan RPP Kurikulum Lama dan RPP Kurikulum Baru (2013)--
Apa boleh buat, kurikulum baru (K-2013) sudah launching. Buang energi juga mendebatnya terus. Yang ada di depan mata kita, Kurikulum ini tersenyum dikulum kepada kita. Ia melambaikan tangannya dengan mesra. Dalam hatinya berkata, "Bawalah aku ke awang-awang, menembus batas langit hingga ke langit ketujuh..... Apa yang akan kita dapati di sana?"
Suatu kebahagiaan karena profesi ini mendatangkan pahala yang besar dan merupakan ladang amal bagi kita.
Kurikulum 2013 dalam implementasinya selalu mengalami revisi. Berikut revisi terbaru:

Perbedaan RPP Kurikulum 2013 Lama dan RPP Kurikulum 2013 Baru:
RPP Lama
- KI1 dan KI2 boleh tidak dirumuskan
- Terdapat tujuan pembelajaran
- terdapat metode pembelajaran
- Penilaian terdapat di akhir RPP

RPP Baru
- KI1 dan KI2 indikator dirumuskan.
- Tidak ada tujuan pembelajaran.
- metode pembelajaran tidak dicantumkan
- Penialain dituliskan setelah kegiatan pembelajaran

Catatan: Perbedaan RPP model lama dengan yang terbaru adalah :
- Indikator pada RPP lama KI1 dan KI2 boleh tidak dirumuskan, pada RPP baru KI1 dan KI2 indikator dirumuskan.
- Pada RPP lama terdapat tujuan pembelajaran, sedangkan RPP yang baru tidak ada.
- Pada RPP lama terdapat metode pembelajaran, pada RPP baru metode pembelajaran tidak dicantumkan
- Pada RPP lama penilaian terdapat di akhir RPP, pada RPP terbaru RPP dituliskan setelah kegiatan pembelajaran

Setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4). Satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali atau lebih dari satu kali pertemuan. Catatan: Untuk kelaziman, satu RPP dapat dikembangkan dari KD atau bab atau sub bab atau subtema (dalam IPA dan IPS).

Model Kurikulum yang Lama
* ) Pada setiap KD dikembangkan indikator atau penanda. Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati. Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-3 dan KI-4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang dapat diamati dan terukur.
**) Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus muncul seluruhnya dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, tergantung cakupan muatan pembelajaran.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

Sekolah : ... (isi dengan nama sekolah)
Mata Pelajaran : ... (isi dengan nama mapel)
Kelas/semester : ... (isi dengan tingkat dan dengan kata satu atau dua yang relevan – dengan huruf)
Materi Pembelajaran : ... (isi dengan tema/aspek/jenis teks sesuai istilah yang dipakai pada mata pelajaran yang bersangkutan)
Alokasi Waktu : ... pertemuan (... JP) (isi jumlah pertemuan dan jumlah jam pelajaran dengan memperhatikan jumlah jam per minggu dan penjadwalan; jumlah JP termasuk untuk alokasi ulangan yang terintegrasi dalam proses pembelajaran)


A. Kompetensi Inti (KI)
KI 1: ...
KI 2: ...
KI 3: ...
KI 4: ...

(Salin keempat KI.
B. Kompetensi Dasar (KD)
1. KD pada KI-1
2. KD pada KI-2
3. KD pada KI-3
4. KD pada KI-4

(Tulis masing-masing satu atau lebih KD dari KI 1, 2, 3, dan 4 yang saling terkait).
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI-1
2. Indikator KD pada KI-2
3. Indikator KD pada KI-3
4. Indikator KD pada KI-4

Tulis masing-masing dua atau lebih indikator untuk masing-masing KD.
Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-1 dan KI-2 dirumuskan dalam bentuk perilaku umum yang bermuatan nilai dan sikap yang gejalanya dapat diamati.
Indikator untuk KD yang diturunkan dari KI-3 dan KI-4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang dapat diamati dan terukur.
Contoh Indikator KI1
1.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya (Matematika kelas VII)
Indikator :
- Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
- Menunjukkan ekspresi kekaguman verbal dan nonverbal terhadap ciptaan Tuhan terkait operasi hitung bilangan bulat.

Contoh Indikator KI2
2.1 Menunjukkan sikap menghargai, jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian (Seni Rupa kelas VII)
Indikator :
- Mengakui kekurangan yang dimiliki
- Menyerahkan hasil karya yang dihasilkan sendiri

D. Deskripsi Materi Pembelajaran (dapat berupa rincian, uraian, atau penjelasan materi pembelajaran)
Tulis tema/sub-tema dan butir-butir materi yang dicakup
E. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti**)
- Mengamati
- Menanya
- Mengumpulkan informasi
- Menalar
- Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
E. Kegiatan Pembelajaran
2. Pertemuan Kedua: (...JP)
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti**)
- Mengamati
- Menanya
- Mengumpulkan informasi
- Menalar
- Mengomunikasikan
c. Kegiatan Penutup
3. Pertemuan seterusnya

Kegiatan Pembelajaran: Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
- mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
- mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
- menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari; dan
- menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan.
- menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Kegiatan Pembelajaran: Inti
- Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.
- Dalam kegiatan saintifik setelah mengomunikasikan dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.
- Pada kegiatan inti, kelima pengalaman belajar tidak harus muncul seluruhnya dalam satu pertemuan tetapi dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya, tergantung cakupan muatan pembelajaran.
- Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain.

Kegiatan Pembelajaran: Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik melakukan: (a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (b) refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Selanjutnya guru juga perlu melakukan: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan (c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

F. Penilaian
1. Teknik penilaian
2. Instrumen penilaian dan pedoman penskoran
a. Pertemuan Pertama
b. Pertemuan Kedua
c. Pertemuan seterusnya
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar
Media/alat
Tulis spesifikasi semua media pembelajaran (video/film, rekaman audio, model, chart, gambar, realia, dsb.).

CONTOH cara menuliskan:
Video/film: Judul. Tahun. Produser. (Tersedia di Situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
Rekaman audio: Judul. Tahun. Produser. (Tersedia di Situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
Model: Nama model yang dimaksud
Gambar: Judul gambar yang dimaksud
Realia: Nama benda yang dimaksud

Bahan
Tulis spesifikasi (misalnya nama, jumlah, ukuran) semua bahan yang diperlukan.

Sumber Belajar
Tulis spesifikasi semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.).
CONTOH cara menuliskan:
Buku siswa: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan: Penerbit (halaman)
Buku referensi: Nama pengarang. Tahun penerbitan. Judul buku. Kota penerbitan: Penerbit (halaman)
Majalah: Penulis artikel. Tahun terbit. Judul artikel. Nama majalah, Volume, Nomor, Tahun, (halaman)

Sumber belajar
CONTOH cara menuliskan:
Koran: Judul artikel, Nama koran, Edisi (tanggal terbit), Halaman, Kolom
Situs internet: Penulis. Tahun. Judul artikel. (Tersedia di Situs internet lengkap dengan tanggal pengunduhan)
Lingkungan sekitar: Nama dan lokasi lingkungan sekitar yang dimaksud
Narasumber: Nama narasumber yang dimaksud beserta bidang keahlian dan/atau profesinya
Lainnya (sesuai dengan aturan yang berlaku)

Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran-- PROSES PEMBELAJARAN dan RPP pada KURIKULUM 2013 (Berdasarkan Rancangan Permen Dikbud 2014 tentang Proses Pembelajaran)

PENDAHULUAN
Kurikulum 2013 mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. (Permendikbud Nomor 54/2013)

Bagaimana Kurikulum 2013 memfasilitasi peserta didik memperoleh nilai-nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara berimbang?
Bagaimana proses pembelajaran dilaksanakan?
Bagaimana RPP disusun?

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN PADA KURIKULUM 2013
Prinsip pembelajaran yang diterapkan antara lain:
- peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
- peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
- proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
- pembelajaran berbasis kompetensi;
- pembelajaran terpadu;
- pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
- pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
- pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas
- peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
- pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
- pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
- pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik; dan
suasana belajar menyenangkan dan menantang.

PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi masalah yang ingin/perlu diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mengumpulkan data/informasi dengan berbagai teknik, mengolah/menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan jawaban/kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Langkah-langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan kegiatan mencipta.

PROSES PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
1. Mengamati: SISWA mengamati FENOMENON dengan indra (membaca, mendengar, menyimak, melihat, menonton, dan sebagainya) dengan atau tanpa alat (untuk mengidentifikasi HAL-HAL yang ingin diketahui agar dapat melakukan tindakan tertentu).
2. Menanya: SISWA merumuskan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak diketahui dari fenomena yang diamati.
3. Mencoba/mengumpulkan data (informasi): SISWA melakukan eksperimen, membaca sumber lain dan buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan nara sumber untuk mengumpulkan data/informasi yang relevan dengan pertanyaan.
4. Mengasosiasikan/mengolah informasi: SISWA mengolah informasi yang sudah dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan/menarik kesimpulan.
5. Mengkomunikasikan: SISWA menyampaikan jawaban/kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
6. (Dapat dilanjutkan dengan) Mencipta: SISWA menginovasi, mencipta, mendisain model, rancangan, produk (karya) berdasarkan pengetahuan yang ‘dikonstruk’.

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE SAINTIFIK
- Bertindak sebagai narasumber/fasilitator.
- Mengatur/mengarahkan kegiatan-kegiatan belajar.
- Memberi umpan balik.
- Memberikan penjelasan.

GURU TIDAK SEKADAR MEMBIARKAN PESERTA DIDIK MEMPEROLEH/MENGKONSTRUK PENGETAHUAN SENDIRI.
GURU MEMBERI SETIAP BANTUAN YANG DIPERLUKAN OLEH PESERTA DIDIK.
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DENGAN METODE SAINTIFIK
Tahap Observasi: Membantu peserta didik menemukan/mendaftar/ menginventarisasi apa saja yang ingin/perlu diketahui sehingga dapat melakukan/menciptakan sesuatu.
Tahap Menanya: Membantu peseserta didik merumuskan pertanyaan berdasarkan daftar hal-hal yang perlu/ingin diketahui agar dapat melakukan/menciptakan sesuatu.
Tahap Mencoba/mengumpulkan data (informasi): Membantu peserta didik merencanakan dan memperoleh data/informasi untuk menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan.
Tahap Mengasosiasikan/mengolah data (informasi): Mengolah/Membantu peserta didik mengolah/menganalisis data/informasi dan menarik kesimpulan.
Tahap Mengkomunikasikan: Manager, pemberi umpan balik, pemberi penguatan, pemberi penjelasan/ informasi lebih luas.
Tahap Mencipta: memberi contoh/gagasan, menyediakan pilihan, memberi dorongan, memberi penghargaan, sebagai anggota yang terlibat langsung.

Pendampingan Bagi Guru yang Melaksanakan Kurikulum 2013 dengan Pola IN dan ON

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Pendampingan Bagi Guru yang Melaksanakan Kurikulum 2013 dengan Pola IN dan ON-- Bulan Agustus s.d. November 2014 nanti akan ada pendampingan bagi guru yang melaksanakan Kurikulum 2013 dengan pola IN1-ON1-IN2-ON2-IN3. Arti IN adalah guru didampingi di sekolah pangkal klaster masing-masing, arti ON adalah guru didampingi di sekolahnya masing-masing. Ada 3 kali IN dan 2 kali ON. Pendampingan terhadap sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 tersebut dibagi menjadi beberapa klaster. Satu klaster terdiri atas 4 sampai 6 sekolah yang terdekat jaraknya, satu sekolah di antaranya merupakan sekolah pangkal. Nah, ada 10 mapel (termasuk BK) yang akan melakukan pendampingan itu.
Foto: Rona Norhana Dewi
Idealnya, menurut narasumber, satu klaster yang terdiri atas 4 sampai 6 sekolah tersebut akan didampingi 1 pendamping. Namun, karena alasan biaya sehingga tiap kabupaten hanya mewakilkan 1 orang guru setiap mapel untuk mengikuti workshop pendampingan tersebut. Mengingat jika suatu kabupaten terdiri atas 62 sekolah, akan terdapat setidaknya 12 klaster. Itu berarti setiap mata pelajaran menyediakan 12 pendamping. Jika ada 10 mapel, maka jumlah pendamping yang disiapkan seharusnya 120 orang. Tentang hal ini, pihak yang berwenang yang akan menanganinya. Yang lebih penting untuk dibahas adalah kesiapan guru untuk melaksanakan Kurikulum 2013 dengan pendampingan yang dilakukan tersebut.
Untuk lebih jelasnya, silakan simak kutipan berikut:

PENGERTIAN
Pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh pendamping terhadap guru di satuan pendidikan yang berada dalam Kluster SMP yang sama;

Pendamping adalah anggota Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kabupaten/Kota dan/atau guru/kepala sekolah/pengawas yang telah memperoleh pelatihan implementasi Kurikulum 2013 dari BPSDMPK & PMP/LPMP/TPK Provinsi;

Tim Pendamping terdiri dari 10 orang yang meliputi 9 (sembilan) orang guru mata pelajaran (yaitu guru Bahasa Indonesia, PPKn, IPS, Matematika, IPA, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Prakarya, dan PJOK) dan 1 (satu) guru Bimbingan dan Konseling (BK)

Kluster adalah sekelompok sekolah yang terdiri atas rata-rata 5 sekolah yang berdekatan di kabupaten/kota yang sama, yang dibentuk berdasarkan letak geografis dan/ atau waktu tempuh. Untuk setiap kluster dipilih satu sekolah sebagai Induk Kluster. Sekolah-sekolah yang berada dalam satu kluster dinamakan Sekolah Sasaran.

Mekanisme Penetapan Pendamping
1) Pendidikan sekurang-kurangnya S1 dalam bidang pendidikan dan mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang keahliannya;
2) Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS);
3) Telah mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun;
4) Diutamakan memiliki prestasi baik di tingkat Kab/Kota, Provinsi, atau lebih tinggi;
5) Sehat jasmani dan rohani;
6) Diutamakan telah berpengalaman sebagai narasumber pelatihan kurikulum 2013;
7) Bersedia melaksanakan pendampingan dengan prosedur dan mekanisme yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMP;
8) Bersedia dan sanggup menyusun laporan pelaksanaan pendampingan selambat-lambatnya satu minggu setelah pendampingan selesai dilaksanakan;
9) Diizinkan oleh atasan/pejabat yang berwenang.

Mekanisme Penetapan Kluster Pendampingan
1. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota mendata semua SMP di wilayahnya;
2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota memetakan SMP berdasarkan letak geografis dan/atau waktu tempuh. Setiap rata-rata 5 (lima) SMP yang secara geografis saling berdekatan dan/atau waktu tempuhnya terpendek dikelompokkan menjadi satu kluster;
3. Salah satu SMP dari masing-masing kluster ditetapkan sebagai pusat kluster yang selanjutnya disebut INDUK KLUSTER, dan sekolah-sekolah lainnya yang berada dalam kluster yang sama disebut SEKOLAH SASARAN. Sekolah yang ditetapkan sebagai INDUK KLUSTER adalah sekolah yang paling memenuhi syarat-syarat berikut:
– memiliki ruang pertemuan dengan ukuran memadai untuk penyelenggaraan pendampingan bagi 60 peserta;
– paling mudah/cepat dijangkau oleh sekolah-sekolah lainnya dalam satu kluster;
– memiliki sumber daya listrik yang mampu untuk menghidupkan LCD projector dan sejumlah laptop pada saat yang bersamaan;
– memiliki manajemen sekolah yang baik.
4. Dua atau tiga kluster SMP yang berdekatan (dari sudut pandang geografis dan/atau waktu tempuh) dapat dikelompokkan menjadi satu kelompok kluster.

TUJUAN PENDAMPINGAN
Tujuan Umum:
Memberikan penguatan agar sekolah dapat melaksanakan Kurikulum 2013 mulai dari tahap merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi pencapaian kompetensi peserta didik dengan baik.
Tujuan Khusus:
Tujuan khusus pendampingan adalah meningkatkan kemampuan guru sehingga guru mampu dalam:
a. menyusun RPP;
b. menyusun instrumen (termasuk rubrik) penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
c. menyajikan pembelajaran dengan langkah-langkah pendekatan
saintifik;
d. melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
e. mengelola nilai peserta didik (termasuk mengisi buku laporan
pencapaian kompetensi peserta didik);
f. memahami buku guru, buku siswa, dan mengadaptasi bahan ajar;
g. melaksanakan muatan lokal;
h. merencanakan kegiatan ekstrakurikuler;
i. menelusuri bakat dan minat peserta didik;
j. melaksanakan matrikulasi (bridging course);
k. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada RPP guru;
l. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada instrumen
penilaian;
m. melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan penilaian
yang mereka laksanakan untuk mengidentifikasi kelebihan dan
kekurangannya, yang selanjutnya dapat melakukan perbaikan
secara terus-menerus.

PRINSIP PENDAMPINGAN
Tahapan Pelaksanaan Pendampingan
Persiapan
1. Penyusunan Panduan dan Sosialisasi:
a. Penyusunan panduan pelaksanaan dan bahan pendampingan dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP melalui worskhop penyusunan panduan dengan melibatkan pejabat, staf, konsultan Direktorat Pembinaan SMP, dan narasumber dari sejumlah Perguruan Tinggi.
b. Sosialisasi program pendampingan kepada semua provinsi di Indonesia.
2. Training of Trainers (ToT) bagi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi dan Kasi yang menangani kurikulum SMP Kabupaten/Kota:
a. ToT pendampingan bagi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Provinsi dan Kasi yang menangani kurikulum SMP Kabupaten/Kota dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP selama 6 (enam) hari dengan durasi 60 jam pelatihan. ToT dilaksanakan dalam beberapa angkatan.
b. Peserta ToT dari tiap-tiap provinsi sebanyak 11 orang, yang terdiri dari 1 (satu) orang Kasi yang menangani kurikulum dan 10 orang anggota TPK Provinsi yang berasal dari 9 mata pelajaran (@ mata pelajaran 1 orang anggota TPK Provinsi) dan 1 BK. Selain itu, pada ToT ini juga diikutkan 1 (satu) orang Kepala Seksi yang menangani kurikulum SMP dari setiap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota.
c. Kriteria peserta ToT pendampingan yang berasal dari TPK Provinsi adalah:
1) Pendidikan sekurang-kurangnya S1 dalam bidang pendidikan dan mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang keahliannya;
2) Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS);
3) Telah mengajar sekurang-kurangnya 10 tahun;
4) Diutamakan memiliki prestasi baik di tingkat Kab/Kota, Provinsi, atau lebih tinggi;
5) Sehat jasmani dan rohani;
6) Diutamakan telah mengikuti dan berpengalaman sebagai narasumber dalam pelatihan kurikulum 2013;
7) Diizinkan oleh atasan/pejabat yang berwenang.
d. Narasumber ToT pendampingan dengan peserta TPK Provinsi adalah Tim Pendamping

Pelaksanaan Kurikulum (TPPK) yang telah dilatih oleh Direktorat PSMP bersama-sama dengan BPSDMPK dan UIK.
3. Bimtek pendampingan bagi TPK/pendamping Kabupaten/Kota
a. Bimbingan Teknis (Bimtek) pendampingan bagi TPK/pendamping Kabupaten/Kota dilakukan oleh Provinsi selama 5 (lima) hari dengan durasi 50 jam pelatihan.
b. Jumlah peserta Bimtek Pendampingan dari Kabupaten/Kota satu dan lainnya berbeda-beda, tergantung pada jumlah kluster SMP di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Peserta Bimtek terdiri dari 10 (sepuluh) orang yang berasal dari 9 mata pelajaran (@ mata pelajaran 1 orang) dan 1 BK.
c. Kriteria peserta Bimtek pendampingan bagi TPK/pendamping Kabupaten/Kota adalah:
1) Pendidikan sekurang-kurangnya S1 dalam bidang pendidikan dan mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang keahliannya;
2) Berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS);
3) Telah mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun;
4) Diutamakan memiliki prestasi baik di tingkat Kab/Kota, Provinsi, atau lebih tinggi;
5) Sehat jasmani dan rohani;
6) Diutamakan telah berpengalaman sebagai narasumber pelatihan kurikulum 2013;
7) Bersedia melaksanakan pendampingan dengan prosedur dan mekanisme yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMP;
8) Bersedia dan sanggup menyusun laporan pelaksanaan pendampingan selambat-lambatnya satu minggu setelah pendampingan selesai dilaksanakan;
9) Diizinkan oleh atasan/pejabat yang berwenang.
d. Narasumber ToT pendampingan dengan peserta TPK/pendamping Kabupaten/Kota adalah

TPK provinsi yang telah dilatih oleh Direktorat PSMP bersama-sama dengan BPSDMK dan UIK.
• Pelaksanaan Pendampingan
• Pendampingan diharapkan diberikan melalui tahapan In dan On sebagai berikut: In-1; On-1; In-2; On-2; In-3. Pertama-tama, guru-guru dari sekolah sasaran dikumpulkan dan diberi pendampingan terpusat di induk kluster selama 1 hari (In-1). Kedua, para pendamping mendatangi guru-guru sasaran ke masing-masing sekolah untuk memberi pendampingan selama 1 hari di setiap sekolah (On-1), dan seterusnya.
• Apabila tersedia dana yang memadai (karena adanya sumber-sumber dana lainnya selain dari dana Dekonsentrasi), masing-masing kluster didorong untuk melaksanakan pendampingan dengan durasi masing-masing tahap yang lebih panjang.
• Pada prinsipnya pelaksanaan pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah yang didampingi.

1. Pendampingan Terpusat di Induk Kluster

– Pendampingan terpusat di induk kluster dilakukan dengan cara sepuluh anggota PENDAMPING Kabupaten/Kota datang ke induk kluster untuk memberikan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 selama 1 (satu) hari, yang diikuti oleh semua peserta dari SMP dalam satu kluster.
– Peserta dari masing-masing sekolah tersebut sebanyak 10 orang, terdiri dari 9 orang guru mata pelajaran (@ 1 mata pelajaran diwakili oleh 1 orang guru mata pelajaran) dan 1 orang guru BK .

2. Pendampingan Langsung ke SEKOLAH SASARAN
• Pendampingan terpusat di sekolah induk dilanjutkan dengan pendampingan langsung di SEKOLAH SASARAN. Sepuluh anggota pendamping Kabupaten/Kota datang ke SEKOLAH SASARAN untuk memberikan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 yang diikuti oleh 10 (sepuluh) guru dan kepala sekolah dari SEKOLAH yang dikunjungi tersebut.
• Setiap sekolah diberi pendampingan sekurang-kurangnya selama 8 (delapan) jam.
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI INDUK KLUSTER (IN PERTAMA) PERTAMA UNTUK GURU MAPEL
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI SEKOLAH (ON PERTAMA)
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI INDUK KLASTER (IN KEDUA ) UNTUK GURU MAPEL (LANJUTAN)
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI SEKOLAH (ON KEDUA)
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI INDUK KLASTER (IN KETIGA) UNTUK GURU MAPEL (LANJUTAN)
INSTRUMEN PENDAMPINGAN DI SEKOLAH SASARAN BAGI GURU MATA PELAJARAN
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI INDUK KLUSTER (IN) UNTUK GURU BIMBINGAN & KONSELING
• AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI INDUK KLASTER (IN) UNTUK GURU BIMBINGAN & KONSELING (LANJUTAN) AKTIVITAS PENDAMPINGAN DI SEKOLAH SASARAN UNTUK GURU BK

Pelaksanaan pendampingan dilakukan dalam bentuk antara lain:
• Diskusi dan revisi program tahunan, semesteran, program bulanan, mingguan dan RPL yang telah disusun masing-masing guru BK atau konselor sebagai hasil kajian kegiatan In 1 sesuai dengan karakteristik sekolah masing-masing.
• Guru BK atau konselor bersama-sama dengan pendamping melakukan kajian pembelajaran (lesson study) terhadap layanan bimbingan klasikal yang dilakukan guru BK atau konselor.

Foto: Rona Norhana Dewi (Facebook)

Guru Akui Kesulitan Terapkan Kurikulum 2013

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Guru Akui Kesulitan Terapkan Kurikulum 2013-- jpnn.com-- Sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bekasi mengaku bakal mengalami kesulitan dengan diterapkannya kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru 2014/2015 Juli mendatang. Pasalnya, sistem dalam kurikulum 2013 tersebut guru harus memberikan penilaian secara kualitatif atau deskriptif.
Adam, guru kelas satu SDN Sindangsari Cabangbungin mengungkapkan, sistem mengajar pada Kurikulum 2013 sangat berbeda dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sebab sistem dalam kurikulum 2013 seorang guru harus memberikan penilaian secara kualitatif. “Sistem ini bakal sulit karena penilaian siswa secara kualitatif. Sebelumnya penilaian secara numerik yang berpatokan pada hasil-hasil ujian siswa,” ungkapnya.

Dijelaskannya, penilaian kualitatif merupakan penilaian berdasarkan sikap dalam belajar dan keaktifan siswa. Dia mencontohkan, penilaian tersebut diambil dari perilaku dan keaktifan siswa, seperti aktif bertanya dalam suatu mata pelajaran saat di dalam kelas.
“Ini malah membebani siswa. Apalagi saya yang mengajar di kelas satu SD. Padahal para siswa kelas satu SD itu masih banyak yang bercanda dan tidak serius di dalam kelas apalagi harus aktif saat pelajaran,” jelasnya.

Meski mengaku bakal menyulitkan, namun dirinya tetap optimis ke depan bisa menjalankan kurikulum 2013 tersebut dengan baik.
“Program ini sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat untuk diterapkan pada tahun ini. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkannya,” tutupnya.

Sementara itu, Rohyadi guru SMPN II Muaragembong mengungkapkan, dengan kurikulum 2013 ini dirinya merasa terbebani karena di sekolahnya tersebut belum memiliki media penunjang pembelajaran yang maksimal. Pasalnya, informasi yang didapatnya bahwa salah satu mata pelajaran seperti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) rencananya akan dihapuskan.
“Jadi sebagai gantinya guru harus mampu mendesain pembelajaran berbasis multimedia. Sementara alat pembelajaran yang digunakan sampai saat ini masih sangat terbatas,” singkatnya.

UU Kesehatan Jiwa Disahkan: Guru Wajib Tes Kejiwaan Secara Periodik

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info UU Kesehatan Jiwa Disahkan: Guru Wajib Tes Kejiwaan Secara Periodik-- jpnn.com--- Anggota Komisi IX DPR RI, Wirianingsih mengatakan setelah disahkannya Undang-Undang (UU) Kesehatan Jiwa oleh DPR maka siapa saja nantinya yang akan bekerja berkaitan langsung dengan publik harus menjalani uji kejiwaan.
"Dalam Pasal 71 dari UU Kesehatan Jiwa mengatur tentang pentingnya orang yang bekerja berkaitan langsung dengan publik harus melalui tes kejiwaan. Termasuk para guru dan dosen," kata Wirianingsih, di press room DPR, Senayan Jakarta, Selasa (8/7).

Uji kejiwaan tersebut lanjut politisi PKS itu, akan diberlakukan secara periodik terhadap kemampuan mengingat, berintegrasi, dan sosialisasi.
"Artinya, sebelum ditugaskan dan selama bertugas selalu dikontrol kesehatan kejiwaannya," ujar Wirianingsih.

Selain itu menurut Wirianingsih, pemerintah kabupaten dan kota wajib memberi pelayanan kesehatan kejiwaan setelah UU tersebut disahkan dan pemerintah provinsi wajib menyediakan fasilitas kesehatan jiwa, minimal lima tahun setelah UU ini diumumkan.
Terakhir dia katakan melihat postur APBN-P 2014 memang sulit untuk memenuhi amanat UU Kesehatan Kejiwaan tersebut.
"Menurut UU Keuangan Negara, budget sektor kesehatan itu minimal lima persen dari APBN agar bisa tercover masalah kesehatan kejiwaan ini. Faktanya kan tidak lebih dari dua setengah persen," ungkap Wirianingsih.
.

Sinetron Ramadan 2014: "Kisah 9 Wali" Gantikan "Hanya Tuhan yang Tahu"

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Sinetron Ramadan 2014: "Kisah 9 Wali" Gantikan "Hanya Tuhan yang Tahu"-- Masih ingat sinetron fenomenal Ramadan 2013, Hanya Tuhan yang Tahu? Saat itu, sinetron ini sangat digemari. Hingga di episode terakhir, ending sinetron ini sebenarnya masih terbuka (open), belum selesai. Jika dilihat di laman www.transtv.co.id, dari seluruh program unggulan bulan Ramadan, tak ada judul Hanya Tuhan yang Tahu. Nampaknya, TransTV memang tak memperpanjang sinetron yang ceritanya ditulis oleh penulis PPT, Wahyu HS itu di Ramadan tahun ini. Sebagai gantinya, kita disuguhi sinetron religi berlatar kisah 9 wali (Wali Songo). Sinetron ini tayang setiap hari selama bulan Ramadhan, pukul. 21.00 – 22.30 WIB.

Disebutkan, Kisah 9 Wali adalah program drama selama ramadhan 2014. Program ini berkisah tentang Wali Songo yang menjadi kisah legendaris di Indonesia, terutama yang berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam. Setiap episode akan mengangkat kisah satu wali, atau orang yang berada disekitar wali tersebut. Drama ini lebih mengangkat kisah para tokoh sebelum mereka menjadi seorang Sunan atau Wali.
“Seperti diketahui kisah ini berdasarkan hasil survey dan riset based on sejarah. Kami disupport oleh Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh dan Agus Sunyoto sebagai sejarahwan Islam,” kata Produser Kisah 9 Wali, Emilka.

Kesembilan tokoh dari 9 Wali diperankan oleh para aktor pemain muda berbakat. Mereka itu adalah Sunan Gresik (David Chalik), Sunan Ampel (Teguh Satrya), Sunan Giri (Boy Hamzah), Sunan Bonang (Ali Zaenal), Sunan Drajat (Sandy Syarif), Sunan Muria (Dimas Seto), Sunan Kudus (Reza Pahlevi), Sunan Kalijaga (Donny Alamsyah), dan Mario Irwinsyah (Sunan Gunung Jati).

Selain 9 Wali itu, ada juga tokoh kontroversial Syekh Siti Jenar (Alex Abad) yang dipercaya sebagai Wali ke-10. “Seiring berkembangnya sejarah ada banyak cara pandang terhadap sosok tokoh dari 9 Wali seperti Syekh Siti Jenar. Kita bisa melihat sisi lain dari tokoh besar ini. Ajarannya yang disebut Manunggaling Kawula Gusti punya banyak arti. Ada arti lainnya, di muamalahnya, syariatnya, tarekat, hakikat dan marifatnya. Insya Allah dengan cara pandang ini, bisa memberikan pengertian dasar tentang Syekh Siti Jenar kepada masyarakat,” kata Alex.
David Chalik yang berperan menjadi Sunan Giri mengaku tidak kesulitan untuk memerankan tokoh seorang wali. “Untuk pendalaman saya sebagai Sunan Gresik. Saya punya buku pedoman kisah para wali,” kata David Chalik.

www.transtv.co.id
harianterbit.com

Piala Dunia 2014: Brazil, Belanda, Argentina, dan Jerman Berebut Juara (Road to Final)

Juara Piala Dunia (FIFA World Cup) 2014 Brasil
Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Piala Dunia 2014: Brazil, Belanda, Argentina, dan Jerman Berebut Juara (Road to Final)-- Piala Dunia 2014 telah bergulir sejak 12 Juni 2014. Sebanyak 32 tim saling berhadapan. Dari konfederasi UEFA diwakili oleh: Spanyol, Jerman, Swiss, Belgia, Belanda, Italia, Inggris, Rusia, Portugal, Yunani, Kroasia, Perancis, dan Bosnia-Herzegovina. Dari zona Conmebol diwakili oleh: Argentina, Kolombia, Uruguay, Brasil, Chile, dan Ekuador. Dari Concacaf diwakili oleh: AS, Meksiko, Kosta Rika, dan Honduras. Dari CAF diwakili oleh: Nigeria, Pantai Gading, Kamerun, Ghana, dan Aljazair. Dari AFC diwakili oleh: Jepang, Australia, Korsel, dan Iran.

Road to Final Piala Dunia FIFA 2014 Brasil (FIFA World Cup):

Perjalanan Brazil
Penyisihan Grup A:
12 Juni 2014: vs Kroasia 3-1 (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
17 Juni 2014: vs Meksiko 0-0 (Stadion Castelao, Fortaleza)
23 Juni 2014: vs Kamerun 4-1 (Stadion Nasional, Brasilia)
Babak 16 Besar (Perdelapan Final): 28 Juni 2014: vs Cile 3-2 (adu penalti)
Perempat Final: 4 Juli 2014: vs Kolombia 2-1

Perjalanan Belanda
Penyisihan Grup B:
13 Juni 2014: vs Spanyol 1-5 (Arena Fonte Nova, Salvador)
18 Juni 2014: vs Australia 2-3 (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
23 Juni 2014: vs Cile 2-0 (Arena de Sao Paulo, Sao Paulo)
Babak 16 Besar (Perdelapan Final): 29 Juni 2014: vs Meksiko 2-1
Perempat Final: 5 Juli 2014: vs Kosta Rika 4-3 (adu penalti)

Perjalanan Argentina
Penyisihan Grup F:
15 Juni 2014: vs Bosnia-Herzegovina 2-1 (Stadion Maracana, Rio de Janeiro)
21 Juni 2014: vs Iran 1-0 (Stadion Mineirao, Belo Horizonte)
25 Juni 2014: vs Nigeria 2-3 (Stadion Beira-Rio, Porto Alegre)
Babak 16 Besar (Perdelapan Final): 1 Juli 2014: vs Swiss 1-0
Perempat Final: 5 Juli 2014: vs Belgia 1-0

Perjalanan Jerman
Penyisihan Grup G:
16 Juni 2014: vs Portugal 4-0 (Arena Fonte Nova, Salvador)
21 Juni 2014: vs Ghana 2-2 (Stadion Castelao, Fortaleza)
26 Juni 2014: vs Amerika Serikat 1-0 (Arena Pernambuco, Recife)
Babak 16 Besar (Perdelapan Final): 30 Juni 2014: vs1 Aljazair 2-1
Perempat Final: 4 Juli 2014: vs Perancis 1-0

Jadwal Semifinal:
1. 8 Juli 2014: Jerman Brazil
2. 9 Juli 2014: Argentina Belanda

Final:
1. 12 Juli 2014: Perebutan tempat ketiga
2. 13 Juli 2014: Perebutan Juara

Update:
Semifinal:
1. 8 Juli 2014: Jerman 7-1 Brazil
2. 9 Juli 2014: Argentina 4-2 Belanda (adu penalti)

Final:
1. 12 Juli 2014: Brazil 0-3 Belanda
2. 13 Juli 2014: Jerman 1-0 Argentina
.
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!