Contoh Teks Ulasan: Film Kuyank (2026) I SARANJANA The Prequel I Saranjana Universe
Ulasan Film: Kuyank.
1. Identitas Karya.
* Judul: Kuyank.
* Sutradara: Johansyah Jumberan.
* Pemeran: Rio Dewanto (Badri), Putri Intan Kasela (Rusmiati), Ochi Rosdiana (Fauziah), Jolene Marie (Husnah), Barry Prima (Utuh Ampong), Dayu Wijanto (Hj. Saidah).
* Produksi: DHF Entertainment (DHF Pictures).
* Tanggal Rilis: 29 Januari 2026.
* Genre : Horor Folklore / Drama
2. Orientasi
Film Kuyank hadir sebagai prekuel dari semesta Saranjana: Kota Gaib yang sempat sukses meraih 1,2 juta penonton. Mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka, film ini tidak sekadar menjual ketakutan instan, melainkan mengeksplorasi asal-usul kegaiban melalui mitos masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Berbeda dengan banyak film horor lokal lainnya, Kuyank memilih jalur horor atmosferik yang lebih personal dan emosional.
3. Sinopsis
Cerita berpusat pada Rusmiati (Putri Intan Kasela) dan suaminya, Badri (Rio Dewanto), seorang pria dari keluarga kaya yang sangat mencintainya. Konflik mulai muncul setelah beberapa tahun menikah karena Rusmiati belum bisa memberikan keturunan, sehingga ibu mertuanya mendesak Badri untuk menikah lagi. Terhimpit oleh tekanan keluarga, norma adat, dan ketakutan akan kehilangan suaminya, Rusmiati mengambil langkah nekat dengan mempelajari ajian Kuyang sebagai pemikat agar tetap cantik dan awet muda.
Pilihan gelap ini berubah menjadi kutukan yang memicu teror mengerikan terhadap bayi dan perempuan hamil di kampung mereka. Di tengah situasi mencekam, identitas Rusmiati perlahan terkuak, memaksa Badri menghadapi pilihan sulit antara cinta kepada istrinya atau keselamatan masyarakat desa.
4. Evaluasi
Dari segi visual, film ini menunjukkan peningkatan CGI yang signifikan dibandingkan film sebelumnya; pergerakan Kuyang saat terbang terasa lebih halus, niat, dan realistis. Akting para pemainnya pun patut diacungi jempol, terutama Rio Dewanto yang berhasil membawakan karakter orang Banjar dengan pelafalan bahasa daerah yang sangat natural. Kehadiran pemeran lokal juga memberikan bumbu komedi yang pas dan menghibur di tengah suasana yang berat.
Namun, perlu dicatat bahwa build-up ceritanya terasa cukup pelan dan terkadang terasa sedikit draggy (bertele-tele) karena banyaknya porsi drama hubungan pasutri dan mertua. Film ini juga mungkin kurang memuaskan bagi penonton yang mengharapkan horor "dar-der-dor" dengan banyak jumpscare, karena sutradara lebih menekankan pada pembangunan suasana (ambiens) yang ngeri secara perlahan. Kekuatan utama film ini justru terletak pada keberhasilannya memosisikan sosok Kuyang bukan sekadar monster, melainkan hasil dari represi sosial dan tragedi kemanusiaan.
5. Rekomendasi
Kuyank sangat direkomendasikan bagi penonton yang menyukai film horor dengan pendekatan budaya lokal yang kuat serta riset yang mendalam. Bagi para penggemar semesta Saranjana, film ini adalah tontonan wajib karena memberikan fondasi emosional yang membuat cerita sebelumnya terasa lebih masuk akal dan kelam. Meski menuntut kesabaran dalam mengikuti alurnya, film ini berhasil menyuguhkan pengalaman menonton yang berbeda melalui perspektif pelaku itu sendiri, membuktikan bahwa terkadang tekanan sosial bisa lebih mengerikan daripada makhluk gaib itu sendiri.
Versi visualnya bisa ditonton di:

Posting Komentar untuk "Contoh Teks Ulasan: Film Kuyank (2026) I SARANJANA The Prequel I Saranjana Universe"
Posting Komentar
Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.