Loading...

5W1H Sejarah MRT (Moda Raya Transportasi) Jakarta

DMCA.com Protection Status
Loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.
Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa dan Di mana
Proyek moda raya terpadu (MRT) fase II resmi dibangun mulai hari ini. Hal itu ditandai dengan pencanangan pembangunan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Minggu, 24 Maret 2019. Jokowi meresmikan pembangunan MRT fase II sekaligus meresmikan beroperasinya MRT fase I.
"Ini baru fase pertama (yang resmi beroperasi). Tadi sudah kita canangkan juga MRT Jakarta fase kedua yang (rute) utara," kata Jokowi dalam sambutan peresmian MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik yang telah dan akan terus dibangun di Jakarta.

Kapan dan Siapa
MRT sendiri punya perjalanan panjang. Dalam catatan detikFinance, seperti mengutip jakartamrt.co.id, proyek infrastruktur ini sebenarnya sudah digagas sejak Orde Baru yakni tahun 1985. Ada lebih dari 25 studi subjek umum dan khusus yang telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem MRT di Jakarta
Tapi, proyek ini tak kunjung jalan. Krisis ekonomi dan politik yang terjadi antara rentang tahun 1997-1999 ditengarai sebagai salah satu sebab proyek ini jalan di tempat.

Pada 26 April 2012, titik terang pembangunan MRT muncul. Gubernur DKI Jakarta saat itu Fauzi Bowo meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.
Saat itu, Foke sapaan akrabnya mengaku lega. Ia berharap MRT menjadi ikon pembangunan serta menjadi transportasi yang nyaman, efisien dan ramah lingkungan.
"Akhirnya pada hari ini, saya bisa bernafas lega dibanding hari-hari sebelumnya karena proyek ini bukan lagi mimpi karena sudah mulai hari ini kita pencanangan pekerjaan persiapan pembangunan MRT Jakarta. Insya Allah tidak ada kendala yang berarti di kemudian hari karena persiapannya betul-betul sudah matang. Segala sesuatunya betul-betul siap. Barulah setelah itu, Pemprov yakin me-launching-nya secara resmi ke masyarakat," papar Foke.

Pembangunan MRT kemudian dilanjutkan gubernur selanjutnya Joko Widodo (Jokowi) yang kini menjabat sebagai presiden. Jokowi saat itu menyebut proyek MRT masuk sebagai salah satu prioritas dalam anggaran Jakarta tahun 2013.
Peletakan batu pertama atau groundbreaking dilakukan pada Oktober 2013.

Mengapa
Dalam acara deklarasi Alumni Pangudi Luhur belum lama ini (6/2/2019), Jokowi menceritakan kisah mengenai keputusannya membangun MRT. Dia menuturkan, keputusan pembangunan MRT sudah dikalkulasikan untung ruginya.
"Saya suruh paparkan kenapa sih ini tidak dibangun-bangun sejak 26 tahun lalu? Dipaparkan kepada saya kalau cara memaparkannya seperti itu selalu hitungnya untung dan rugi. Ya pasti rugi terus, namanya transportasi massal. Tapi saya bertanya, saat itu ruginya berapa sih harus subsidi Rp 3 triliun setiap tahun. Kita tahu APBD DKI Rp 73 triliun saat itu," ujar Jokowi.

Bagaimana
Jokowi melanjutkan, keputusannya untuk menggarap MRT ialah keputusan politik. Menurutnya, jika tidak segera dieksekusi maka Jabodetabek akan merugi triliunan rupiah per tahun. Sebut Jokowi, Jabotabek akan kehilangan Rp 65 triliun setahun karena kemacetan.
"Secara makro, hitung-hitungan negara tetap untung Rp 65 triliun tidak hilang setiap tahun. Pikiran saya hanya sesederhana itu, termasuk LRT dan lain-lain. Termasuk infrastruktur lebih dulu karena hitung-hitungannya seperti itu. Kalau MRT dibangun nanti-nanti, tanah di Jakarta akan semakin mahal," paparnya.

Proyek mangkrak puluhan tahun itu kini telah rampung. Kini, masyarakat Jakarta punya alternatif transportasi.

MRT sepanjang 14 km dan memiliki 13 stasiun ini merupakan bagian pembangunan tahap I dari 110,8 km yang direncanakan.
Moda transportasi ini akan mulai beroperasi pada Senin (25/3/2019) esok dan masih dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu. Baru kemudian MRT Jakarta beroperasi secara komersial pada 1 April 2019.

Sumber berita: detik
Terima kasih sudah membaca 5W1H Sejarah MRT (Moda Raya Transportasi) Jakarta
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "5W1H Sejarah MRT (Moda Raya Transportasi) Jakarta"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.