Program Contoh Teks Ulasan Film "Dilan 1991" (2019) Film Dilan 1991 merupakan film lanjutan (sekuel) Dilan 1990 yang sukses menjadi film Indonesia kedua terlaris sepanjang masa. Tahun 2018, Dilan 1990 meraih 6,3 juta penonton.

5W1H Berita Puisi Fadli Zon Sindir Kyai Maimun Zubair yang Salah Ucap Doa?

DMCA.com Protection Status
Loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.
Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa dan Siapa
Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali membuat heboh dengan puisi terbarunya berjudul 'Doa yang Ditukar'. Puisi yang dibuatnya itu seolah menyindir insiden Mbah Moen yang salah ucap doa.

Di mana dan Kapan
Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen salah ucap saat berdoa dalam sebuah acara yang dihadiri calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi). Kejadian itu tepatnya berlangsung saat acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah, 1 Februari 2019 lalu.
Momen Kiai Maimun Zubair (Mbah Moen) salah ucap doa saat duduk di samping Jokowi itupun menjadi perbincangan.

Mengapa
Saat itu, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo tengah berkunjung kediaman Mbah Moen. Dalam acara Sarang Berzikir untuk Indonesia maju, Jokowi duduk berdampingan dengan Mbah Moen.
Tak berselang lama usai acara, Mbah Moen berdoa dengan bahasa Arab. "Jadikanlah Ya Allah orang di sampingku ini Presiden, Presiden ini (yaitu) Pak Prabowo, jadikanlah dia Ya Allah untuk kedua kalinya dengan perolehan suara yang banyak". Padahal saat itu, yang duduk di samping Mbah Moen adalah Jokowi. Mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh Mbah Moen, Jokowi duduk dengan menengadahkan kedua tangannya dan menunduk khusuk.

Momen salah sebut tersebut tak membuat hadirin atau Jokowi bereaksi. Semua orang yang ada di sana termasuk Jokowi tampak terus khusuk mendengarkan lafalan doa dari Mbah Moen sampai doa tersebut usai dibacakan. Barulah setelah selesai, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan, Rommahurmuzy, tampak mendekati Mbah Moen dan membisikkan perkataan kepada Ulama NU tersebut.
Namun tak diketahui apa yang diucapkan oleh Rommahurmuzy kepada Mbah Moen. Jokowi juga tampak memperhatikan saat Ketua PPP tersebut membisikkan sesuatu kepada Mbah Moen.

Bagaimana
Dalam puisinya, Fadli Zon menyindir soal agama yang diobral hingga penguasa tengik.
"Doa sakral. Seenaknya kau begal. Disulam tambal. Tak punya moral. Agama diobral," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/2/2019).
Fadli juga menyinggung doa yang 'direvisi'. Dia bilang hal itu sebagai pertunjukan yang gagal.
"Doa sakral. Kenapa kau tukar. Direvisi sang bandar. Dibisiki kacung makelar. Skenario berantakan bubar. Pertunjukan dagelan vulgar," ujarnya.

Berikut puisi lengkap Fadli 'Doa yang Ditukar'.

DOA YANG DITUKAR

doa sakral
seenaknya kau begal
disulam tambal
tak punya moral
agama diobral

doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar

doa yang ditukar
bukan doa otentik
produk rezim intrik
penuh cara-cara licik
kau penguasa tengik

Ya Allah
dengarlah doa-doa kami
dari hati pasrah berserah
memohon pertolonganMu
kuatkanlah para pejuang istiqomah
di jalan amanah

Fadli Zon, Bogor, 3 Feb 2019
Mbah Moen, saat menyadari dirinya salah ucap, buru-buru menjelaskan maksud dari salah doanya tersebut. Dijelaskan oleh Rommahurmuziy, Mbah Moen langsung berbicara dan nampak seperti memanjatkan doa lagi. Hal itu terlihat saat Jokowi yang sedari tadi sudah menurunkan tangannya lantaran doa sudah selesai, kembali menengadahkan tangannya.
Namun saat Mbah Moen memanjatkan doa kedua kalinya itu, pengeras suara miliknya ternyata mati, sehingga tidak terdengar apa yang diucapkan oleh Mbah Moen.

Barulah setelah Rommahurmuzzy selesai menyalakan microphone tersebut, Mbah Moen menjelaskan dan mengoreksi kesalahan yang dibuatnya.
"Pak Joko Widodo ahlii ikhtiyari (dia pilihan saya)," ucap Mbah Moen.
"Amin," kata para santri sambil bertepuk tangan. Mbah Moen lalu memberi penjelasan soal salah ucap dalam doanya.
"Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih," tutur Mbah Moen.
Mendengar pernyataan Mbah Moen itu, Jokowi tampak tertawa kecil.
"Jadi dengan ini saya pribadi, siapa yang ada di samping saya nggak ada kecuali Pak Jokowi," kata Mbah Moen. Jokowi lalu terlihat mengangguk.

Timses Jokowi langsung mengklarifikasi, sementara timses Prabowo Subianto menganggap sebagai pertanda kemenangan.
Video: Youtube

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-4412533/heboh-doa-mbah-moen-fadli-zon-tulis-puisi-doa-yang-ditukar
https://pilpres.tempo.co/read/1171673/cerita-maimun-zubair-salah-ucap-dalam-doanya/full&view=ok
loading...
Demikian artikel 5W1H Berita Puisi Fadli Zon Sindir Kyai Maimun Zubair yang Salah Ucap Doa?. Jika ada pertanyaan, silakan beri komentar, atau via Whatsapp untuk respon cepat (gunakan ponsel). Jangan lupa LIKE dan SHARE artikel ini. Terima kasih.
Bagikan:

Loading...

0 Response to "5W1H Berita Puisi Fadli Zon Sindir Kyai Maimun Zubair yang Salah Ucap Doa?"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.

Blog Pelajaran Bahasa Indonesia
loading...