Loading...

8 Mitos 'Penyelamat Nyawa' saat Serangan Petir!

DMCA.com Protection Status
Loading...
8 Mitos 'Penyelamat Nyawa' saat Serangan Petir!-- Seorang ibu dua anak tewas, kabarnya lantaran tersambar petir ketika ikut kegiatan outbond.
Ia bersama rekan-rekannya ada dalam tenda dan peristiwa nahas itu terjadi, Jumat (21/4/2017).
Melansir Surya.co.id (TribunWow.com Network) kegiatan outbond Leadership Manajemen Training (LMT) oleh PJB Surabaya di Prigen, Jumat sore, memakan korban.
Pelatihan calon pemimpin ini Marina Satya (30) ibu dua anak dinyatakan meninggal dunia.

Informasi yang diterima penyebab meninggal gara-gara petir.
Menurut Kapolsek Prigen AKP Baktiono Hendrianto saat itu korban sedang berteduh di dalam tenda.
"Jadi saat kegiatan berlangsung, cuaca berubah buruk mendadak. Para peserta diminta berteduh di masing - masing tenda yang disediakan termasuk korban," katanya.
Saat itu Marina tak sendiri, ia bersama empat temannya.
Tiba-tiba suara petir keras menggelegar, korban bersama empat temannya jatuh.
"Diduga mereka ini terkejut dan sempat tak sadarkan diri. Tapi, empat temannya ini tersadar dan berusaha membangunkan korban. Tapi korban tak kunjung sadarkan diri," ungkap Baktiono.

Empat teman korban langsung berupaya minta pertolongan rekan-rekan lain termasuk panitia.
Sempat dibawa ke Puskesmas Prigen tapi tidak bisa ditangani dan akhirnya dirujuk ke RS Pusdik Shabara Porong, Porong namun korban dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa mirip
Berkaca pada peristiwa nahas tersebut juga berbagai peristiwa sebelumnya seperti peristiwa nahas yang menimpa tiga petani di Bangkalan, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur.
Tiga petani ditemukan tak bernyawa dengan kondisi luka bakar pada Rabu (9/11/2016) lalu.
Niatnya berteduh dari hujan lebat disertai angin, malah tewas disambar petir di saung tengah sawah Desa Karang Leman, Kecamatan Tragah
Ketiga petani itu yakni Brama (50), Solikan (55) dan Misnati (45).
Dua nama terakhir adalah pasangan suami istri asal Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik lantaran petir yang merenggut nyawa.
Melihat peristiwa ini sangatlah penting mengetahui seluk beluk petir dan cara mengantisipasinya.

Antisipasi serangan petir
Sebenarnya bagaimana mengantisipasi agar tidak menjadi korban petir?
Petir diketahui sering menyambar di tempat terbuka dan 'menyerang' benda dengan posisi paling tinggi.
Meski demikian tak semua seperti itu.
MSNBC merilis terkait mitos salah yang beredar dan berikan fakta yang benar.
Selama ini serangan petir yang mematikan murni karena kecelakaan atau petir tersebut memang menyerang di tempat yang tak diduga oleh korban.
Namun di beberapa kasus karena kurangnya pengetahuan soal petir.

1. Mitos petir hanya menyambar saat hujan
Mitos ini salah, sebenarnya petir dapat menyambar sebelum, pada saat, atau setelah hujan.
Bahkan, petir kerap muncul di langit biru pada cuaca cerah.

2. Mitos petir tidak pernah menyambar tempat yang sama dua kali.
Ini juga salah, yang benar adalah petir sering menyambar tempat yang sama berulang-ulang, terutama tempat tinggi dan berujung lancip, seperti beberapa gedung pencakar langit.

3. Mitos yang menyatakan ban karet melindungi Anda.
Mitos ini tak sepenuhnya salah, mobil merupakan satu di antara beberapa tempat yang aman pada saat terjadi petir menyambar.
Namun, itu bukan karena ban mobil.
Bodi berbahan metal di luar mobil menghantar aliran listrik di luar mobil.
Untuk berjaga-jaga, selalu pastikan jendela mobil tertutup rapat.

4. Mitos berdiri di bawah pohon
Berada di bawah pohon pada saat hujan lebat disertai petir tidaklah terlalu aman.
Seseorang berpotensi terkena sengatan petir secara langsung atau terluka oleh listrik yang mengalir di tanah.

5. Mitos yang mengatakan tidak apa-apa selesaikan pertandingan sepakbola saat hujan deras
Ini mitos yang salah, mengingat terdapat sejumlah kasus serangan petir, manajemen beberapa klub olah raga dunia kini mempunyai kebijakan baru.
Pertandingan akan dihentikan sementara pada saat hujan deras demi keselamatan.

6. Telungkup di tanah
Ingat hal ini jangan dilakukan.
Jika petir mengalir di permukaan tanah, menelungkupkan badan tidak selamanya menyelamatkan Anda.
Tindakan seperti itu sudah tidak berlaku karena memberikan anggapan yang salah terhadap konsep keselamatan.
Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, tidak ada tempat yang aman di daerah terbuka saat petir menyambar.

7. Mitos orang yang tersambar petir berbahaya untuk disentuh.
Ini mitos yang keliru.
Korban sambaran petir harus cepat mendapat pengobatan, seperti bantuan pernafasan (CPR).
Badan manusia tidak menyimpan listrik dari luar, sehingga sangat aman untuk disentuh.
Aksesoris berbahan metal mengundang petir
Ingat jangan bersusah payah melepas aksesoris metal Anda pada saat petir menyambar, sebab sejumlah benda tersebut tidak mengundang petir.
Yang harus diperhatikan adalah tidak membawa payung karena itu membuat Anda lebih tinggi.

8. Saya aman berada dalam rumah
Kalau mitos ini benar.
Rumah atau bangunan lain adalah tempat teraman pada saat petir menyambar.
Kendati demikian, pada saat berada di dalam, jauhi kabel telepon, perabot elektronik, dan alat-alat yang mengandung listrik lain.
Jauhi pula air dan pipa-pipa.
Dan yang terakhir, jangan berada dekat jendela hanya karena ingin melihat visual petir yang mengagumkan.
Ini berbahaya!

Sumber: tribunnews
Terima kasih sudah membaca 8 Mitos 'Penyelamat Nyawa' saat Serangan Petir!
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "8 Mitos 'Penyelamat Nyawa' saat Serangan Petir!"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.