Menjelang Kongres Pemilihan Pengurus Baru PSSI, Kembali Terjadi Kisruh

DMCA.com Protection Status
Loading...
Polemik lokasi kongres PSSI berbuntut panjang. Saat PSSI bersikukuh menggelar kongres di Makassar, mayoritas voter yang tergabung di K-85 berencana menggelar kongres di Jakarta. Sebelumna, pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi kongres sudah mendapatkan keberatan dari sejumlah voter sedari awal. Mereka bahkan sudah menyampaikannya kepada Ketua Komite Pemilihan, Agum Gumelar.
Namun keinginan Agum untuk berdiskusi dengan PSSI tak ditanggapi hingga saat ini. Pada prosesnya, muncul rekomendasi dari Menpora Imam Nahrawi yang meminta agar PSSI menggelar kongres di Yogyakarta.

Polemik lokasi Kongres PSSI sepertinya sudah berakhir saat Menpora Imam Nahrawi pada Kamis lalu mengatakan kongres akan dilangsungkan di Jakarta. Imam mengatakan hal tersebut setelah melakukan pertemuan dengan PSSI, yang diwakili sekjen Azwan Karim. Azwan Karim ketika itu menyatakan akan mengomunikasikan hasil pertemuan tersebut dengan FIFA dan AFC.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu Menpora, yang didampingi Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, berkomunikasi panjang dengan plt. Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan dan Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim. Hadir pula Ketua Komite Pemilihan Agum Gumelar.
Hasilnya Jakarta disepakati sebagai lokasi kongres PSSI.
"Memang pemerintah firm untuk pelaksanaan kongres di Yogyakarta tapi atas pertimbangan yang besar tetap berlangsung tanggal 17 Oktober tetapi tempatnya tidak di Yogyakarta atau Makassar tetapi di Jakarta," kata Gatot usai pertemuan.
"Tetapi dalam hal ini tidak ada kalah menang, ini ada win-win solution. Dalam konteks ini adalah chemistry-nya atau spritnya adalah tetap pada pertemuan Jokowi saat April lalu bahwa ini adalah bagian dari reformasi sepakbola secara total," lanjutnya.

Sementara itu, Azwan menyebut keputusan lokasi kongres di Jakarta itu menjadi jalan tengah setelah sebelumnya banyak kesulitan-kesulitan yang tidak terkomunikasikan dengan baik.
"Tentu keputusan ini selanjutnya akan kami bawa ke Komite Eksekutif PSSI untuk dirapatkan dan dikomunikasikan dengan AFC dan FIFA karena kami juga tidak ingin terbentur dengan aturan-aturan yang melanggar statuta. Jadi itu semua harus terpenuhi karena ketika itu tidak ada masalah maka kongres 17 Oktober bisa terlaksana dengan sukses," sebutnya.

Namun pada Kamis (13/10/2016) kemarin Pejabat Plt Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan menyebut kalau tidak ada kesepakatan dicapai antara PSSI dengan Menpora untuk menggelar kongres di Jakarta. Dia menegaskan kalau kongres digelar sesuai rencana awal yaitu di Makassar.
"Kemarin sore benar Menpora menghubungi Sekjen PSSI untuk betemu mendiskusikan perkembangan ini. Ada saya dan pak Agum, Pak imam dan Gatot. Menpora menanyakan persiapan kami sudah kami jelaskan semuanya," ujar Hinca usai rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta, Kamis (12/10).
"Kami jelaskan seluruh tahapan-tahapan kongres sudah kami jalankan persiapan sudah 90 persen. Tinggal berangkat semua tinggal berjalan di Makassar. Ini yang sudah kami jelaskan kepada Pak Menteri," sambungnya.
"Bukan maksud kami melanggar hukum di negara kami. Tapi tidak ada alasan yang cukup patut untuk memindahkan lokasi kongres. Karena persiapan kami sudah berjalan dengan baik. Makassar dipilih karena kongres. Kami rapat malamnya usai di Ancol kami putuskan di Makassar. Terus kami berjalan ini tidak mungkin dimulai lagi dari awal. Kami putuskan tetap jalan dan persiapan. Kami sampaikan kepada Pak Menteri, maaf tidak bisa kami pindahkan karena waktu yang mepet. Saya menyayangkan padahal tidak ada keepakatan itu. Karena pemilihan Makassar itu keputsan Exco, tapi saya menghormati diskusi mari kami jalankan itu," tutup Hinca.

Juru Bicara K-85 GH Sutedja mengaku sangat kecewa dengan PSSI yang tak amanah dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya sudah saatnya PSSI dan pemerintah bersinergi.
Jika masih ngotot, Sutedja menduga ada yang tidak fair di balik keputusan PSSI tersebut. Dia menilai tak ada susahnya mengikuti keinginan pemerintah.
"Kami akan siapkan kongres sendiri, kami akan mengundang FIFA dan AFC dan tidak mengakui Hinca (Pandjaitan, Pejabat Plt Ketum PSSI). Kalau mereka tidak mengikuti kemauan voter, tidak mengikuti mandat. Kalau kami hormati sepenuhnya kebijakan pemerintah," ujarnya saat dihubungi, Jumat (14/10).

"Penetapan tanggal 17 Oktober itu keputusan bersama, bukan PSSI saja. Kami lakukan negosiasi FIFA kepada dan AFC. Ketika itu kami sampaikan kalau bisa sebelum tanggal 17 Oktober bisa digelar. Tidak semata-mata PSSI, itu voter yang melakukan nego. Justru Pak Erwin (D Budiawan) yang ada saat itu bukan Hinca," tegasnya lagi.

Terkait kisruh lokasi Kongres PSSI, K-85 mengeluarkan pernyataan sikap:

1. Bahwa voter K-85 tetap hanya mengakui Rekomendasi Pemerintah/Menpora Kongres PSSI 17 Oktober 2016 semula di Yogyakarta menjadi di Jakarta.

2. Bahwa voter K-85 sepenuhnya mendukung hasil pertemuan antara Menpora, Plt Ketua Umum PSSI, Ketua Komite Pemilihan PSSI Agum Gumelar yang sudah menyepakati Kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jakarta.

3, Bahwa semalam, (Kamis) 13 Oktober 2016 ada statemen dari Plt Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan bahwa Kongres 17 Oktober 2016 tetap di Makassar adalah pernyataan sepihak dilakukan oleh sdr.Hinca Panjaitan,

4. Bahwa mencermati perkembangan tersebut diatas voter K- 85 mengambil sikap sbb:

a. Bahwa anggota voter K- 85 PSSI menarik mandat yang telah diberikan kepada Sdr. Hinca Panjaitan selaku Plt. Ketua Umum PSSI yang kami berikan Mandat pada saat Kongres PSSI tanggal 3 Agustus 2016 di Hotel Mercure Ancol Jakarta Utara.
b. Bahwa sdr. Hinca Panjaitan sudah tidak mau mendengar lagi saran dan Rekomendasi dari anggota voter K-85 PSSI dan rekomendasi Pemerintah/Menpora
c. Sdr Hinca Panjaitan sudah bertindak atas nama organisasi PSSI tapi sudah tidak mendengar saran dan masukan kami sebagai pemilik suara sah Anggota PSSI yang berjumlah 92 voter Anggota PSSI.
d. Bahwa kami voter K-85 tetap mendukung sepenuhnya rekomendasi pemerintah kongres PSSI 17 Oktober 2016 di Jakarta.
e. Bahwa kami menarik Mandat yang telah kami berikan kepada sdr. Hinca Panjaitan sebagai Plt.Ketua Umum PSSI.

Kongres PSSI 2016 yang dijadwalkan digelar 17 Oktober rencananya diikuti oleh 107 pemilik suara. Mereka terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, 18 klub peserta Liga Super Indonesia berdasarkan hasil kompetisi 2014 (sebelum FIFA membekukan PSSI), 16 klub Divisi Utama, 14 Klub Divisi Satu, 22 klub Liga Nusantara, dan tiga organisasi di bawah PSSI (Asosiasi Pemain, Asosiasi pelatih, dan Asosiasi Futsal).
Dari 107 pemilik suara tersebut, sebanyak 92 di antaranya tergabung dalam K-85.

Sumber: detiksport
Terima kasih sudah membaca Menjelang Kongres Pemilihan Pengurus Baru PSSI, Kembali Terjadi Kisruh
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "Menjelang Kongres Pemilihan Pengurus Baru PSSI, Kembali Terjadi Kisruh"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.