Widget HTML Atas

Hadapi MEA, Mahasiswa Wajib Melek Iptek

Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia dihadapkan dengan masuknya tenaga kerja asing ke dalam negeri. Artinya, setiap sektor harus siap bersaing, termasuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Menyikapi hal tersebut, Rektor Universitas Katolik (Unika) Atma Jaya, Agustinus Prasetyantoko mengungkapkan, melek terhadap iptek menjadi salah satu kunci penting supaya Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga sebagai produsen.
"Melek terhadap iptek menjadi salah satu kunci penting untuk bersaing. Persoalan besarnya bagaimana mengubah lanskap ekonomi menjadi berorientasi produksi." ujarnya di Kampus Atma Jaya, Rabu (3/2/2016).

Dia memaparkan, Indonesia, khususnya di sektor riset perlu merumuskan kekuatan untuk menjadi pintu masuk dalam mata rantai industri regional ASEAN.
"MEA bukan lagi cita-cita, tetapi sudah menjadi realita. Sebagai perguruan tinggi kita harus tanggap. Menggabungkan tiga komponen antara manusia melek iptek, keanekaragaman hayati, dan daya saing," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir yang dalam kesempatan itu memberikan kuliah umum di Unika Atma Jaya berpesan, untuk mengembangkan riset para mahasiswa harus mau terlibat.
"Mahasiswa harus mau melakukan riset. Kami sudah mengalokasikan anggaran mulai 10 sampai 15 persen untuk riset di perguruan tinggi. Selama ini ruang gerak mahasiswa dalam penelitian belum optimal," tegasnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/02/03/65/1303797/hadapi-mea-mahasiswa-wajib-melek-iptek

Posting Komentar untuk "Hadapi MEA, Mahasiswa Wajib Melek Iptek"

Perhatian: Untuk artikel soal, KUNCI JAWABAN klik tautan di soal terakhir

Berlangganan via Email