Benang Kusut Sepakbola Indonesia: Kisruh Liga Indonesia (IPL-ISL)

DMCA.com Protection Status
Loading...
Potret buram sepakbola Indonesia juga menorehkan tinta hitam di liga sepakbolanya. Sejak kepengurusan baru pimpinan Djohar Arifin berkuasa, orang-orang lama di PSSI kepengurusan lama 'disingkirkan'.
Dimulai dengan CEO PT Liga, operator yang menggulirkan kompetisi 2011-2012. PSSI baru menunjuk PT LPIS dengan CEO Widjajanto untuk menggulirkan kompetisi. Djoko Driyono (CEO PT Liga) 'disingkirkan'.

PSSI menetapkan 24 tim sebagai peserta IPL, yang terdiri dari 18 klub yang merupakan klub yang memang berhak tampil dalam liga level teratas musim ini (14 klub peserta LSI 2010–11 yang memiliki posisi tertinggi dan 4 klub promosi dari Divisi Utama 2010–11) dan 6 klub yang ditunjuk oleh PSSI dengan berbagai pertimbangan (3 klub eks peserta LSI 2010–11 yang pindah ke LPI; 2 klub berdasarkan alasan sejarah, basis pendukung yang kuat, dan keinginan sponsor; dan 1 klub yang merupakan tim degradasi terbaik). Pada tanggal 27 Oktober 2011, CEO PT LPIS, Widjajanto mengumumkan bahwa 18 klub telah mendaftarkan diri sebagai peserta IPL. Hal ini kemudian dibantah keesokan harinya, dimana 6 dari 18 klub yang diumumkan oleh Widjajanto ternyata mengikuti RUPS PT LI dan mendukung penyelenggaraan LSI. Sehingga apabila ditambah dengan 6 klub yang memang tidak mendaftarkan diri, secara keseluruhan terdapat 12 klub yang menolak menjadi peserta IPL, yaitu:
Delta Putra Sidoarjo, Mitra Kutai Kartanegara, Pelita Jaya, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, Persidafon Dafonsoro, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Persisam Putra Samarinda, Persiwa Wamena, PSPS Pekanbaru, dan Sriwijaya FC.
Ke-12 klub ini kemudian tercatat sebagai peserta LSI 2011–12 yang akan diselenggarakan oleh PT LI.

Pada tanggal 18 November 2011, PT LPIS mengumumkan jadwal lanjutan IPL dengan peserta sebanyak 17 klub. Arema Indonesia dan Persija Jakarta yang mengalami konflik kepengurusan juga terdaftar mengikuti LSI 2011–12 dengan susunan kepengurusan dan tim yang berbeda. Sementara Mitra Kutai Kartanegara, Persib Bandung, Persidafon Dafonsoro, Persipura Jayapura, PSMS Medan, dan Sriwijaya FC, hingga pertemuan klub-klub LSI 2011–12 pada tanggal 19 November 2011, juga masih diklaim oleh PT LI sebagai peserta liga tersebut. Sikap Mitra Kutai Kartanegara, Persib Bandung, Persidafon Dafonsoro, dan Persipura Jayapura kemudian terlihat ketika mereka menolak menyelenggarakan pertandingan pekan pertama IPL pada tanggal 26 November 2011.

Pada tanggal 29 November 2011, Widjajanto mengumumkan bahwa terjadi perubahan peserta IPL menjadi 13 klub sehubungan dengan tidak tampilnya keempat klub tersebut pada pekan pertama. Sementara PSMS Medan (dan Sriwijaya FC pada awalnya direncanakan) memiliki 2 tim yang masing-masing mengikuti IPL dan LSI 2011–12. Sriwijaya FC kemudian resmi hanya mengikuti LSI 2011–12 setelah dijatuhi sanksi oleh PSSI, menyusul sanksi yang sama yang sebelumnya juga telah dijatuhkan kepada klub-klub lainnya.

Sumber: Wikipedia
Terima kasih sudah membaca Benang Kusut Sepakbola Indonesia: Kisruh Liga Indonesia (IPL-ISL)
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "Benang Kusut Sepakbola Indonesia: Kisruh Liga Indonesia (IPL-ISL)"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.