Akun Pramugari Trigana Air, Dita Amelia, Dibanjiri Ucapan Duka Cita

DMCA.com Protection Status
Loading...
Banyak simpati dan ucapan duka cita di akun Facebook Dita Amelia Kurniawan, salah satu pramugari sekaligus korban kecelakaan pesawat Trigana Air ATR 42 PK YRN di Kawasan Pegunungan Bintang, Papua.
Kebanyakan, pesan itu, rata-rata mengharapkan Dita kembali pulang dengan selamat, Selasa (18/8/2015).

Terpantau di akun Facebook Dita, yang merupakan warga di Kampung Beting, Jalan Angsana I, RT 001/18, Koja, Jakarta Utara, banyak pesan duka cita dari teman-temannya.
Pesan-pesan itu di antaranya ada di wall Facebook milik Dita.
Pada umumnya, mereka berharap, Dita ditemukan dalam kondisi selamat, dan ada juga berdoa meminta perlindungan Allah untuk menemukan Dita.
"Ya Allah, Semoga Dita cepat ditemukan. Mohon lindungi Dita," ucap seorang wanita yang account name-nya Rose QCapricorn.

Ada juga yang mengucapkan rasa rindunya kepada Dita.
"Dita, Semoga aja lu gak kenapa-kenapa Dit, di sini temen-temen alumni TK Barunawati ngedoain lu. Miss you ta," ucap seorang pria dengan account Ilham Gustian Aryanto.
Apabila diamati, sebelum kejadian Dita sempat mengganti profile picture di akun Facebook-nya pada 14 Agustus 2015 pukul 12.16.
Di foto itu, wajah cantik Dita terlihat murung tak bersemangat.
Tak hanya itu saja, terlihat di lehernya memakai tali berwarna hitam bergambar pesawat.

Uang Miliaran Berserakan
Sementara itu, kabar bahwa ada uang miliaran rupiah dibawa dalam pesawat ATR 42 Trigana Air yang jatuh di pegunungan Bintang, Papua benar adanya.
Sebagian dari uang tersebut telah ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh. Namun sebagian masih bisa diselamatkan. Demikian diungkapkan oleh Ketua Basarnas F Henry Bambang Soelistyo dalam jumpa persnya di ruangan Base Ops Lanud Jayapura, Selasa (18/8/2015).
Gambar udara lokasi kecelakaan
"Terkait permasalahan uang yang berada di Pesawat bahwa sesuai laporan Tim di lapangan uang saat ini ada sebagian yang terbakar dan sebagian masih utuh dan sekarang sudah diamankan oleh Tim SAR Gabungan bersama-sama dengan Black Box," kata Bambang.
Ia juga menjelaskan, hasil yang dicapai sesi I mendapatkan 20 korban 15 menit kemudian 32 korban, 5 menit kemudian 38 dan pada jam 11.30 Wit kami mendapat laporan total Jenazah menjadi 54 orang.
Rencananya pada Rabu (19/8/2015) apabila kondisi cuaca memungkinkan maka akan difokuskan pada proses evakuasi jenazah.

Korban
Sebanyak 54 jenazah penumpang dan kru telah dievakuasi ke dalam kantong jenazah pasca-puing pesawat Trigana Air jenis ATR42-300 ditemukan tim SAR gabungan di daerah sekitar tebing Kamp 3, Distrik Okbape, Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (18/8/2015) siang.

Terjalnya medan dan cuaca yang tidak menentu di lokasi, membuat tim belum bisa mengevakuasi jenazah-jenazah tersebut ke Bandara Oksibil.

Sejumlah angggota tim SAR gabungan pun secara bergantian menjaga jenazah-jenazah tersebut mengingat lokasi jatuhnya pesawat adalah hutan lebat yang masih perawan dan jauh dari pemukiman warga.

"Seluruh jenazah masih dilokasi, baru besok dimobilisasi. Malam ini sudah ada hampir 100 orang dari tim SAR gabungan, beberapa warga lokal dan pihak pemkab yang ada di lokasi. Yah, ada dari mereka yang menjaga jenazah-jenazah tersebut malam ini," ujar Direktur Utama PT Trigana Air Service, Kapten Benny Sumarianto saat berbincang dengan Tribunnews.com, Selasa (18/8/2015) malam.

Menurutnya, sejak pukul 06.00 WIT pagi ini, tim SAR gabungan akan berupaya mengevakuasi seluruh jenazah melalui jalur darat dan udara. Ia berharap cuaca di lokasi terbilang baik sehingga jenazah-jenazah tersebut bisa segera dilakukan identifikasi.

Sumber: wartakota, Tribun
Terima kasih sudah membaca Akun Pramugari Trigana Air, Dita Amelia, Dibanjiri Ucapan Duka Cita
Bagikan:

Loading...

Untuk pertanyaan yang memerlukan respon cepat, silakan gunakan Whatsapp.

0 Response to "Akun Pramugari Trigana Air, Dita Amelia, Dibanjiri Ucapan Duka Cita"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.