5W1H Berita Kebakaran Gudang Pabrik Petasan di Kosambi Tangerang, Banten

Artikel Terbaru:
loading...
loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.
Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa, Di mana, dan Kapan
Suara ledakan kembang api di gudang pabrik petasan menghebohkan warga Kosambi Tangerang, Banten pada Kamis (26/10) kemarin. Kembang api itu menyala bukan karena adanya perayaan, melainkan ada kebakaran yang menewaskan puluhan karyawan pabrik tersebut.

Siapa dan Bagaimana
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menuturkan, kebakaran bermula di tempat penjemuran kembang api, sehingga merembet ke penggilingan hingga menjalar ke bahan-bahan mentah pembuatan kembang api.

Pada ledakan pertama langsung menimbulkan kepanikan terhadap karyawan yang berada di sekitar pabrik. Karyawan itu berlarian menuju pintu pagar yang berada di depan pabrik.
"Pas di pintu depan ada gudang kebakar juga, korban tidak berani lewat situ karena panas dan asap tebal," kata Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/10).

Ketika itu api begitu cepat membesar. Beberapa karyawan pabrik ada yang nekat menerobos si jago merah, demi bisa menyelamatkan diri. "Keterangan dari saksi, ada beberapa orang korban yang lari lewat pintu depan," tutur Argo.
Ketika si jago merah terus membesar, warga dan anggota Brimob di sekitar pabrik memberi bantuan. Mereka berusaha membongkar tembok pabrik supaya korban yang terjebak dapat dievakuasi.

Nahasnya, usaha penyelamatan itu kalah cepat dibandingkan api yang membumbung tinggi. 47 orang dikabarkan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Tubuh mereka hangus terpanggang hingga sudah tidak bisa dikenali.

Sementara 46 orang lainnya berhasil diselamatkan. Kini korban luka itu tengah mendapat perawatan intensif di RSUD Tangerang, RSIA BUN Tangerang dan Rumah Sakit Mitra Husada Tangerang.

Selain itu, kata Argo, ganasnya kobaran api juga menghancurkan seisi pabrik termasuk puluhan kendaraan milik para karyawan. "Ada beberapa kendaraan yang terbakar, sebanyak 28 motor karyawan dan 20 mobil " jelas Argo.

Indra Liyono selaku pemilik pabrik telah ditetapkan sebagai tersangka, ia dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian, Pasal 74 junto 183 Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dengan dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.
Sedangkan Andry Hartanto dan Subarna Ega dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan Kematian dan Pasal 188 KUHP, tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun.

Mengapa
Polisi menduga penyebab awal kebakaran pabrik oleh kelalain Subarna Ega dari percikan api pengelasan atap gedung bagian belakang.
Subarna Ega, tersangka kasus insiden kebakaran maut pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses hingga kini belum juga ditemukan. Dia merupakan tukang las yang menyebabkan kebakaran maut menghancurkan pabrik petasan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa menemukan keberadaan Subarna Ega, meskipun sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga.
"Istri dan keluarganya masih terus komunikasi sama kita karena sampai saat ini belum pulang," kata Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/11).

Argo menuturkan, pihak keluarga dari Subarna Ega telah mendatangi posko ante mortem RS Polri Kramat Jati, hal itu dilakukan untuk mencari kemungkinan Subarna Ega ikut tewas dalam kebakaran tersebut.
"Istrinya membawa Kartu Keluarga dan foto Subarna Ega, kemudian DNA juga sudah ambil," ungkap Argo.

Polisi tidak mau berspekulasi terkait belum ditemukannya Subarna Ega. Polisi tidak ingin menduga tersangka melarikan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka. "Kita belum mengarah ke sana, tunggu saja," ujar Argo.

Sumber dan gambar: jawapos.com
https://www.jawapos.com/read/2017/10/27/165057/detik-detik-terjadinya-ledakan-di-gudang-petasan-kosambi
https://www.jawapos.com/read/2017/11/01/165945/misteri-subarna-ega-tersangka-ledakan-petasan-masih-hidup

loading...
Artikel Lainnya:
.