DMCA.com Protection Status

Empat Pemain Sepakbola Indonesia yang Meninggal Akibat Insiden di Lapangan

Dunia sepakbola Indonesia berduka dengan meninggalnya Choirul Huda. Kiper Persela Lamongan itu jadi pemain keempat yang tutup usia di pertandingan.

Choirul Huda mengembuskan napas terakhir di RSUD dr Soegiri, Lamongan, Minggu (15/10/2017) malam WIB. Dia mengalami insiden di pertandingan karena bertabrakan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues, saat Persela menjamu Semen Padang.

Yudistiro Andri Nugroho, dokter spesialis anestesi yang juga kepala unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soegiri, menyatakan, Huda sebelumnya masih bernapas saat tiba di rumah sakit. Huda dinyatakan meninggal dunia 16.45 WIB.

Kepergian kiper 38 tahun ini menambah daftar pesepakbola di Indonesia yang meninggal dunia akibat kecelakaan di pertandingan sejak tahun 2000. Berikut daftar nama-nama pemainnya.

Eri Irianto
Eri Irianto meninggal pada 3 April 2000 di usia 26 tahun saat membela Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta. Eri tergeletak tak sadarkan diri setelah bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Dia kemudian langsung dilarikan ke RSUD Dr Soetomo untuk menjalani perawatan. Namun, nyawanya tak tertolong setelah dinyatakan meninggal dunia di malam hari pada waktu yang sama dengan pertandingan.

Untuk menghormati Eri, mess Persebaya kemudian dinamai Wisma Eri Irianto. Nomor punggung 19 di klub kebanggan kota Surabaya itu juga dipensiunkan.

Jumadi Abdi
Jumadi Abdi mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 15 Maret 2009, usai mendapat perawatan di Rumah Sakit PKT Bontang. Dia meninggal tepat satu hari setelah menginjak usia 26 tahun.

Nasib nahas menimpa Jumadi usai bertabrakan dengan pemain Persela, Denny Takras, 7 Maret 2009. Dalam benturan itu, kaki Denny mengenai bagian perut Jumadi sehingga pemain yang pernah juga pernah bermain untuk Pelita Jaya Jakarta itu tersungkur di lapangan.

Akibat terjangan itu, Jumadi mengalami kerusakan di sejumlah organ vital bagian dalam akibat infeksi berat.

Akli Fairuz
Akli Fairuz merupakan pemain Persiraja Banda Aceh yang meninggal dunia di usia 26 tahun. Dia dirawat beberapa hari di rumah sakit setelah bertabrakan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rochman, pada 10 Mei 2014.

Sesaat setelah mengalami benturan, Akli tidak langsung dibawa ke rumah sakit, melainkan masih dibiarkan menahan sakit di bangku cadangan. Barulah pada malamnya dia dilarikan ke rumah sakit, tapi itupun bukan oleh pengurus klub.

Bahkan ketika pertandingan berlangsung tidak terlihat dokter tim ataupun mobil ambulans yang biasanya ada di pinggir lapangan. Akibat kejadian itu, Agus dihukum larangan bertanding selama satu tahun.

Choirul Huda
Huda, yang merupakan kiper sekaligus kapten Persela, jatuh dan meringis kesakitan usai berbenturan dengan rekan satu timnya dalam pertandingan di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017). Huda, 38 tahun, segera dilarikan ke RSUD dr Soegiri dengan ambulans. Namun, di rumah sakit nyawanya tak tertolong. Tim dokter menyebut Huda meninggal karena mengalami benturan dada dan rahang.

Kepergian Huda menjadi luka yang mendalam untuk LA Mania selaku kelompok suporter Persela. Pemain asli Lamongan ini tak pernah meninggalkan Laskar Joko Tingkir sejak memulai karier profesional pada 1999.

MENGENAI HIPOKSIA
Kabar soal hipoksia mengiringi kematian kiper legendaris Persela Lamongan, Choirul Huda. Choirul disebut mengalami lidah tertelan yang berujung pada hipoksia. Hipoksia sendiri adalah kondisi di mana tubuh mengalami kekurangan oksigen. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari trauma, keracunan gas, kadar oksigen rendah, gangguan irama jantung, gangguan paru-paru hingga anemia dan pengaruh obat-obatan dapat menyebabkan hipoksia.

Sementara itu, lidah tertelan atau 'tongue swallowing' adalah sebuah istilah yang digunakan ketika terjadinya penyumbatan saluran pernapasan terjadi ketika seseorang tidak sadarkan diri karena lidah.
Saat kesadaran menurun, otot pada tubuh akan meregang termasuk lidah sehingga ia bisa menghalangi saluran pernapasan.
Jika tidak ditangani, lidah tertelan bisa membuat seseorang sesak napas, dan secara otomatis kekurangan oksigen. Hal inilah yang disebut-sebut terjadi pada Choirul sebelum meninggal.

Kondisi lidah tertelan pernah dialami oleh beberapa pemain sepakbola terkenal lainnya. Fernando Torres dan John Terry adalah dua nama yang pernah mengalami lidah tertelan namun selamat dari bahaya fatal karena mendapat pertolongan yang tepat.

Kepada detikHealth, fisioterapis dari ARA Physiotherapy, Tangerang, Abdurrasyid SSt, M. Fis, FMSC, mengatakan saat seseorang mengalami trauma dan tidak sadarkan diri, yang pertama kali dilakukan adalah membuka jalur napasnya agar pasokan oksigen ke tubuh tidak terganggu.
"Lihat lidahnya tertelan atau tidak. Kalau tertelan langsung dikeluarkan," ujar Abdurrasyid, baru-baru ini.

Saat membuka celah mulut untuk jalan bernapas, kepala harus sedikit didengakkan agar jalur napas bisa lebih lancar. Hal ini proses paling penting agar tidak memperburuk kondisi pemain.

detik.com
loading...
Demikian artikel Empat Pemain Sepakbola Indonesia yang Meninggal Akibat Insiden di Lapangan. Jika ada pertanyaan, silakan beri komentar, atau via Whatsapp untuk respon cepat (gunakan ponsel). Jangan lupa LIKE dan SHARE artikel ini. Terima kasih. COPY
Bagikan:

#pelajaran bahasa indonesia #sd #smp #sma #ringkasan materi #kurikulum 2013 #kisi-kisi soal #contoh soal #sastra #novel #soal #ujian nasional #UNBK #tips dan trik ujian
Loading...

0 Response to "Empat Pemain Sepakbola Indonesia yang Meninggal Akibat Insiden di Lapangan"

Posting Komentar

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.

Blog Pelajaran Bahasa Indonesia
loading...