Drama UNBK: Dari Laptop Pinjaman, Internet yang Lambat, hingga Batalnya UNBK

Artikel Terbaru:
loading...
BANJARMASINPOST.CO.ID - SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara Ogan Ilir Sumatera Selatan, hanya memiliki 10 unit komputer yang bisa digunakan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Padahal jumlah siswa yang akan mengikuti ujian pada 10-13 April 2017 ini mencapai 117 siswa.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Unggulan Indralaya Utara, Darmawati mengatakan, sebagai sekolah yang ditetapkan sebagai rujukan sekaligus sekolah berbasis informasi teknologi dan kearifan lokal, pelaksanaan Ujian Nasional harus berbasis komputer.
Namun sekolah tidak memiliki batas minimal persyaratan komputer yang mencapai 40 unit. Karena itu, untuk memenuhi jumlah 40 yang disyaratkan sekolah, mereka terpaksa meminjam laptop kepada siswa atau peserta didik sebanyak 30 unit agar ujian dapat tetap berjalan.
“Sekolah ini hanya memiliki 10 unit komputer, alhamdulillah karena sekolah ini sudah berbasis IT dan pembelajaran kearifan lokal, maka setiap peserta didik masing-masing sudah memiliki laptop. Sebenarnya ini menjadi kendala kita, untung orangtua peserta didik berpartisipasi sehingga UNBK dapat dilaksanakan,” tuturnya.
Darmawati menambahkan, kendala lain adalah sinyal internet yang lambat. Untuk mengatasinya pihak sekolah menambah kekuatan sinyal mengunakan modem. “Siswa juga kita minta membawa modem sendiri untuk jaga-jaga jika jika sinyal melemah,” tuturnya lagi.

Sementara itu, tempat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Tabalong, yang melaksanakan paket B dan paket C, sempat diminta pemerintah pusat menerapkan UNBK pada tahun ini, Sabtu (15/4/2017).
Namun karena mepetnya waktu untuk melakukan sosialiasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Tabalong pun meminta penerapan UNBK bisa ditunda dan akhirnya disetujui.
Sehingga tahun ini sekolah paket B dan paket C masih melaksanakan ujian nasional berbasin pensil dan kertas (UNKP).

Kepala Disdik Kabupaten Tabalong, H Marzuki Hakim, mengatakan, memang benar sekitar beberapa bulan yang lalu ada permintaan dari pusat untuk empat PKBM di Tabalong agar menerapkan UNBK
Untuk perlengkapannya dalam surat tersebut meminta kepada beberapa SMA bisa menyiapkan perangkat komputernya agar bisa digunakan PKBM yang diminta menerapkan UNBK.
"Pihak SMA dan SMK yang diminta menyiapkan komputer mereka siap saja, namun pihak paket C masih belum siap," katanya.

Persoalan listrik dan perlengkapan komputer juga menjadi kendala bagi PKBM untuk bisa terapkan UNBK.
Kondisi ini jugalah yang dialami PKBM Amal Shaleh di keluarahan Belimbing Kecamatan Murung Pudak, yang saat ini menggelar sekolah SMP Terbuka, Paket B dan juga Paket C.
"Tahun ini masih sistem manual (UNKP). Informasinya tahun depan akan UNBK. Namun petunjuk teknisnya belum ada," kata Pengelola PKBM Amal Shaleh, Johan Arifin.
Ditambahkannya juga agar tidak terkejut dengan menggunakan komputer, maka murid di PKBM sejak awal tahun ajaran nanti sudah akan dikenalkan dengan komputer.
"Jangkanya kan masih panjang, jadi nanti tahun ajaran baru kita sampaikan supaya siap-siap UNBK, kalau bisa ada memilki laptop," katanya.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

loading...
.