Home » » 5W1H Sejarah Tradisi 'Membodohi Orang': April Mop (April Fool's Day)

5W1H Sejarah Tradisi 'Membodohi Orang': April Mop (April Fool's Day)

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, dan Siapa
Negara-negara Eropa dan beberapa negara lain di dunia, pada 1 April setiap tahunnya, orang-orang akan melakukan keisengan kepada orang lain. Tradisi yang dikenal dengan nama April Fools atau April Mop itu ternyata telah berjalan selama ratusan tahun lamanya.
Akan tetapi, tidak semua orang tahu "lahirnya" April Mop, apalagi sampai memastikan asal-usul munculnya tradisi "membodohi orang' ini selama tiga abad lebih.

Di mana, Kapan, dan Siapa
April Mop mulai dipopulerkan pada 1700 oleh para orang iseng Inggris yang saling mengerjai satu sama lainnya. Meski begitu, para ahli sejarah meyakini bahwa tradisi ini telah ada jauh sebelumnya, setidaknya sejak 1582 di Prancis.
Kala itu, Prancis beralih “kiblat” dari kalender Julian ke kalender Gregorian, seperti yang dituliskan dari Dewan Trent pada 1563. Prancis lalu menetapkan tahun baru tiap 1 April saat memakai kalender Julian. Tapi, ketika beralih ke kalender Gregorian, maka penetapan tahun baru jatuh pada 1 Januari.
Ada pula sejarawan yang mengaitkan April Mop dengan Festival Kuno Hilaria, yakni festival yang dirayakan oleh bangsa Roma tiap akhir Maret dan melibatkan beberapa orang yang menyamar dengan bersolek.

Mengapa dan Bagaimana
Pada saat itu, Prancis baru saja berganti dari menggunakan kalender Julian yang diperkenalkan Kaisar Romawi, Julius Caesar menjadi kalender Gregorian yang dipergunakan secara luas sejak 1582. Orang-orang yang terlambat mendapatkan kabar ini dan tidak mengetahui bahwa tahun baru telah berpindah ke tanggal 1 Januari, tetap merayakan pergantian tahun pada pekan terakhir Maret hingga 1 April. Merekalah yang kemudian menjadi bahan olok-olok dan sasaran berita-berita bohong alias hoax.

Dilansir History, Sabtu, (1/4/2017), salah satu olok-olok yang dilakukan terhadap mereka adalah dengan menempelkan ikan kertas di punggung dan menjuluki mereka sebagai “poisson d'avril” atau “ikan bulan April”. Julukan itu digunakan untuk melambangkan orang-orang yang lugu seperti ikan muda yang mudah ditangkap.

Selain tradisi tersebut, para ahli sejarah juga menghubungkan April Mop dengan festival kuno seperti Hilaria, yang dirayakan rakyat Romawi pada akhir Maret. Dalam festival itu, orang-orang akan mengenakan samaran untuk menutupi identitas mereka. April Mop juga kadang dihubungkan dengan vernal equinox atau hari pertama musim semi di bumi bagian utara saat alam menipu manusia dengan cuaca yang berubah-ubah dan sulit untuk diramalkan.

Di Skotlandia, tradisi April Mop yang menyebar di Inggris raya pada abad ke-18 dirayakan sebagai sebuah tradisi yang berlangsung selama dua hari. Dimulai dengan acara “berburu gowk” atau burung cuckoo dan diikuti dengan Hari Tailie saat orang saling mengerjai dengan menyematkan ekor palsu atau tanda “tendang saya” di bokong orang lain.

Pada masa modern, orang-orang memasukkan berita bohong atau hoax sebagai salah satu bentuk lelucon April Mop dan terkadang hoax itu begitu terencana dan teliti sehingga banyak yang percaya. Banyak koran, radio, televisi dan laman internet yang berpartisipasi dalam tradisi April Mop dengan melaporkan berita dan klaim karangan yang menipu pemirsa dan pembacanya.

Berbagai Sumber: okezone.com, vivanews.com
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!