.

5W1H Berita Terbakarnya Kapal KM Zahro Express

Artikel Terbaru:
loading...
loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa, Di mana, dan Kapan
Liburan tahun baru 2017 berubah menjadi bencana. Sebuah kapal wisata bernama Zahro Express yang membawa 200 penumpang dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, terbakar di tengah laut, Minggu (1/1/2017) pagi. Kebakaran terjadi ketika kapal berada sekira 1 mil laut dari Pelabuhan Muara Angke. Sebanyak 23 orang penumpang tewas, 17 orang luka-luka, dan 17 orang hilang. Kapal Zahro Express berkapasitas 253 penumpang itu terbakar sekira pukul 08.30 WIB.

Kepala Pengelola kapal tradisional Pelabuhan muara Angke, Bayu Setia, mengatakan Zahro Express ini merupakan kapal liar.
Baca: 5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap
Siapa
Pusdalops BPBD DKI Jakarta telah melaporkan korban kebakaran Kapal Km Zahro Express di Muara Angke menjadi 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang dan 194 orang selamat. Dalam penyisiran ditemukan sejumlah jenazah dalam kondisi gosong. Jenazah ditemukan di bawah puing-puing kapal.
Selain jenazah, petugas juga mencari benda-benda lain di tengah tumpukan puing.

Berikut nama-nama korban yang ditangani di Rumah Sakit Atmajaya:
1. Sari, 42 tahun, Puri Pamulang, Tangerang Selatan, dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo
2. Yukchen, 65 tahun, Green Bay, pulang paksa
3. Fernando gabriel, 1 tahun, Green Bay, rujuk RSPAD
4. Putra aron, 10 bulan, Komplek Kopo Permai, Bandung, rujuk RSPAD
5. Ny. Irna wirnatin, 49 tahun, Bandung, rujuk RS Pertamina
6. Tn. Iwan ridwansyah, 26 tahun, Cikarang, pulang
7. Laras melariana, 16 tahun, Bekasi, rujuk RSCM
8. Rifa riskiawan, 7 tahun, Pamulang, pulang
9. Mutiara, 57 tahun, Bintaro, rujuk RS Budiasih
10. Adi syarifudin, 25 tahun, Jalan Anyar, bogor, rujuk RSCM
11. Fitria, 20 tahun, Kampung Anyar, pulang
12. Muliana, 57 tahun, Bintaro, pulang
13. Ayu purwanti, 21 tahun, Pangandaran, pulang
14. Reti shelia, 31 tahun, pulang
15. Neneng reni, 42 tahun, Bekasi, rujuk RS Budiasih
16. Visnu, ramadhan, 24 tahun, Bogor, pulang
17. Ika jatinikasari, 52 tahun, pulang
18. Maria bernedeta, 22 tahun, Bogor Perum Graha Indah, pulang
19. Yuliani, 33 tahun, Apartemen Baywalk, pulang
20. Budiman, 41 tahun, Rawa Kepa, pulang
21. Jackson, 40 tahun, Pondok Aren, meninggal
22. Eli aliyah, 43 tahun, Cibinong Bogor, meninggal

Mengapa
Diduga, awal mula kebakaran berada di aki, tepatnya di sebelah bawah bagian depan kapal 15 menit setelah berangkat. Sebagian penumpang Kapal KM Zahro Express terjebak, sehingga tidak bisa menyelematkan diri. Hal tersebut ditengarai karena minimnya pintu evakuasi. Kapal itu berpendingin udara (AC). Aki digunakan untuk mendinginkan udara.
"Aki terletak di bawah, bagian depan," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Satriadi Gunawan.

Bagaimana
Wisnu menceritakan bagaimana detik-detik kapal berkapasitas sekitar 259 orang tersebut terbakar. Menurutnya, lantai bawah kapal pengangkut wisatawan ini, hanya memiliki lubang jendela kecil. Kapal hanya memiliki satu lubang untuk jalur masuk dan keluar penumpang.
"Sumber api itu ada di dekat pintu keluar kapal. Banyak yang terobos pas api masih kecil," kata Wisnu di Rumah Sakit Atmajaya, Jalan Pluit Raya, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017).

Suasana saat terjadi peristiwa ini dikatakan Wisnu amat mencekam. Seluruh penumpang panik ingin menyelamatkan diri masing-masing.
"Keluar kapal itu harus melewati sumber api yang membakar pintu keluar. Semua turun ke laut, begitu ada api langsung melompat. saya juga lompat. Semua panik," kata Wisnu.

Wisnu berlayar bersama 50 rekan kerjanya di sebuah perusahaan di Bogor. Sebagian rekan Wisnu terjebak lantaran sulit untuk menemukan jalur evaluasi.
"Saya duduk di lantai atas, di bawah masih banyak rekan saya yang ikut terjebak," ujar Wisnu.

Saat Zahro Express terbakar, kapten kapal justru menyelamatkan diri terlebih dulu.
"Kapten kapal nyebur (ke laut) duluan, loncat," kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, Satriadi Gunawan.
Kapten kapal berada paling dekat dari lokasi sumber kebakaran pertama.

Seharusnya kapten kapal adalah orang terakhir yang menyelamatkan diri. Ia seharusnya memerintahkan para penumpang menyelamatkan diri terlebih dulu.
Satriadi menjelaskan, hubungan arus pendek listrik di titik bawah bagian depan itu kemudian menyebar dan memanjang.
Api kemudian melalap seisi kapal itu sehingga para penumpang berhamburan.
"Para penumpang merasakan panas terlebih dahulu, baru kemudian kepanikan terjadi," kata Satriadi menirukan penjelasan korban selamat.

Sumber: Tribunnews.com
Artikel Lainnya:
.