Home » » 5W1H Berita Pilot Citilink Mabuk dan Meracau Sebelum Menerbangkan Pesawat

5W1H Berita Pilot Citilink Mabuk dan Meracau Sebelum Menerbangkan Pesawat

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa, Di mana, dan Kapan
Pesawat Citilink QG800 rute penerbangan Surabaya-Jakarta seharusnya lepas landas pukul 05.15 WIB pada Rabu (28/12/2016). Namun pengumuman yang diberikan pilot yang dianggap ngelantur oleh penumpang membuat penerbangan tertunda.

Penerbangan QG 800 rute Bandara Juanda (Surabaya) menuju Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta) pada pagi itu, jumlah penumpang pesawat sebanyak 152 orang dewasa, sembilan anak-anak, dan dua bayi.
Baca: 5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap
Siapa
Pilot yang diketahui bernama Tekad Purna Agnimartanto ini sudah terlihat mabuk sejak pemeriksaan di bandara menuju ke pesawat. Pilot berusia 32 tahun itu terekam kamera CCTV jalan dalam keadaan sempoyongan. Dia bahkan tak menyadari isi tas berhamburan keluar dan perlu dibantu diambilkan oleh petugas keamanan. Saat berada di dalam kokpit dan memberikan informasi kepada penumpang, Tekad terdengar berbicara ngelantur dan tidak fokus. Dari sana, penumpang protes dan meminta agar pilot diganti.

Pria kelahiran tahun 1984 itu memulai karirnya di dunia penerbangan dengan bergabung di maskapai Air Asia Indonesia tahun 2009 lalu. Menurut seorang sumber Rappler, Tekad masuk di Air Asia dari jenjang bawah usai lulus dari sekolah penerbangan. Data dari akun media sosialnya menunjukkan Tekad lulus dari sekolah pilot di Australian National Airline College.

Awak pesawat yang bertugas pada penerbangan Citilink QG800 rute penerbangan Surabaya-Jakarta pagi itu adalah Capt. Tekad Purna dengan Co-pilot (FO) Bayu Segara. Sedangkan pramugari bernama Rigke Mutya, Anggita Nur, Gunung D. dan Ling Radia.

Mengapa
Penumpang menduga pilot tersebut sedang dalam keadaan mabuk. Saat diperiksa di darat, diketahui bahwa Tekad menggunakan zat psikotropika. Tetapi, tidak diketahui dengan jelas jenis zat psikotropika apa yang dikonsumsi.

Bagaimana
Sebuah rekaman suara yang menirukan ucapan sang pilot pun beredar di media sosial.
Berikut penggalan kicauan yang diucapkan oleh sang pilot.
"Selamat pagi, ini kapten Anda. Nama saya Tekad something dan di sebelah saya flight officer, Budi Sejarah. Kita akan terbang ke Cengkareng. Ehmm... Surabaya is good, Cengkareng is also good, everiting is good. Kita sudah ready dan kita... yah kita all ready. 5 menit lagi kita ready. And than.. we will be flight for 5 minute. And this is your flight attendant Rika... and grebeg...grebeg... grebeg. Rika oh rika... and we will ready, yes we will ready," begitu kata-kata Tekad.

Setelah tertunda lebih dari 1 jam, kala itu penerbangan Surabaya-Jakarta dilanjutkan dengan pilot yang berbeda. Insiden dugaan pilot mabuk akan ditelusuri lebih lanjut oleh pihak-pihak yang berwenang. Maskapai penerbangan Citilink sendiri sudah memberi sanksi dengan menonaktifkan pilot yang diduga mabuk.

Salah seorang penumpang, Eddy Roesdiono, menceritakan pengalamannya melalui tulisan di laman Kompasiana.
Pukul 05:15, saya sudah duduk manis di kursi nomor 28A, penerbangan Citilink QG-800, 28 Desember 2016, rute Surabaya-Sukarno-Hatta, sudah mengencangkan sabuk pengaman; seluruh 154 penumpang juga demikian. Lalu terdengar suara pilot dari interkom, memperkenalkan diri sebagai Captain Pilot Tekad Purna dan first officer Bayu Segara. Cara pilot bicara membuat sebagian penumpang saling pandang. Pilot membuka mik dengan “Oah…..eh….selamat pagi….nama saya….,”

Suaranya terdengar aneh, tidak seperti orang sehat, terhenti-henti, tidak artikulatif, seperti orang mabuk. Pilot lanjut bicara dengan bahasa Inggris, “……Surabaya is good, Cengkareng is good, everything is good…..we will ready…..in five minutes, oh yes, we already….” (kata ‘be’ yang seharusnya ada di belakang ‘will’ tidak diucapkan). Selanjutnya pilot memperkenalkan para pramugari.

Sampai pada nama yang terdengar ‘Rike’, pilot mengulang nama ini tiga kali, “Rike…..Rike….Rike”. Suara pilot makin terdengar kacau, banyak eh…eh…. Ini membuat sejumlah penumpang laki-laki bereaksi. “Mabuk nih, pilot!”, demikian kira-kira kata beberapa orang. Sontak mereka berdiri, berjalan ke arah cockpit. Mereka menghampiri pramugari yang berdiri di depan pintu cockpit dan meminta agar pesawat tidak berangkat sebelum pilot diganti. Suasana dalam kabin pesawat menghangat. Semua penumpang berdiri dalam kecemasan. Pramugari mengumumkan agar penumpang kembali duduk tenang lima menit. Tak semua penumpang menuruti perintah pramugari. Sebagian penumpang menuntut pilot segera keluar dari cockpit.

Pramugari kemudian minta semua penumpang turun. Sebagian penumpang diangkut bis kembali ke ruang keberangkatan. Saya di bis kedua yang menunggu di apron, bersama sejumlah penumpang laki-laki yang minta agar bis tidak meninggalkan apron sebelum kami melihat pilot turun dari pesawat. Sesaat kemudian sebuah mobil van putih merapat ke tangga pesawat. Sang pilot, berperawakan agak gendut, dikawal turun dari pesawat; langsung masuk mobil penjemput.

Datang pula pilot pengganti yang menyapa sejumlah penumpang yang masih berdiri di apron. Pilot pengganti memperkenalkan diri dengan nama Captain Wahana Agus. Captain Wahana bilang ia yang akan menerbangkan QG-800 pagi itu, sempat tegang sedikit karena penumpang masih kurang yakin. Para penumpang diminta masuk kembali ke dalam pesawat. Saya masuk lewat pintu belakang dan sempat menerima sapa pramugari yang mengatakan, “Mohon maaf ya, pilotnya tadi baru keluar dari rumah sakit”. QG-800 bertolak ke Cengkareng pukul 6.20, dimulai dengan sapa “Assalamualaikum, saya Captain Wahana Agus, yang akan menerbangkan Anda ke bandara internasional Soekarno-Hatta. Perjalanan akan ditempuh dalam waktu satu jam dan 25 menit…..” suaranya normal, kalem. Penumpang lega. QG-800 mendarat di bandara Soekarno-Hatta dengan selamat pada pukul 7.50.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/eddyroesdiono/andai-pilot-qg-800-tak-menyapa-penumpang_5865d05df87e61e80d58a655

Sumber: Tribunnews.com, suara.com, rappler.com, kompasiana.com
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!