5W1H Berita Kronologi Perampokan di Pulomas Berdasarkan CCTV

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, Kapan, dan Siapa
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan menyampaikan pengungkapan kasus perampokan disertai pembunuhan di sebuah rumah Jalan Pulomas Utara Nomor 7A, RT/RW 001/014, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016). Pengungkapan kasus itu disampaikan di Main Hall, Mapolda Metro Jaya, Kamis (5/1/2017) siang.
Mantan Kadiv Propam Polri itu memutar rekaman CCTV yang memperlihatkan saat kawanan perampok tersebut beraksi. Rekaman CCTV diperlihatkan dihadapan awak media.

Bagaimana
Di kesempatan itu, diperlihatkan bagaimana cara Ramlan Butar-Butar dan tiga orang kawannya beraksi di rumah Dodi Triono.
"Pelaku dengan tenang melakukan aksi. Mereka beraksi selama 16 menit mulai dari pukul 14.26 sampai 14.42 WIB. CCTV dari atas garasi terlihat (aksi,-red)" ujar Iriawan, kepada wartawan, Kamis (5/1/2017).
Aksi perampokan itu bermula saat, komplotan perampok tiba di kediaman Dodi Triono, pada Minggu (25/12/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka tiba di tempat itu naik mobil Suzuki Ertiga Warna Putih berplat nomor B-2994-TKQ.
Awalnya, para tersangka itu sudah datang sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan survei rumah mana yang layak untuk dirampok di kawasan tersebut.
Para pelaku sudah membagi peran. Alfin Berinus Sinaga mengendarai mobil dan menjaga situasi sekitar. Ramlan Butar-Butar sebagai kapten, Ius Pane, dan Erwin Situmorang masuk ke dalam rumah.

1. Ius Pane merupakan orang pertama yang masuk ke rumah. Dia masuk ke rumah menghampiri Yanto, sopir. Yanto disuruh membuka garasi mobil, sementara Erwin turun dari mobil menuju ke rumah mengikuti Ramlan yang sudah lebih dulu mengikuti Ius Pane.

2. Setelah pintu garasi terbuka, Ramlan dan Erwin sambil mengeluarkan golok, mengajak korban masuk ke rumah.

3. Kemudian, Ramlan menodongkan senjata api dan Erwin mengacungkan golok ke arah Santi, Dianita Gema Zafiala, dan Amelia Putri.
Sedangkan Ius Pane menarik tas yang dipakai oleh Santi. Setelah itu, ketiga tersangka menyuruh keempat korban (Santi, Dianita Gema, Amelia, dan Yanto, untuk berjongkok.

4. Kemudian, Ius Pane dan Ramlan memanggil dua orang korban, Fitri dan Windi, yang baru keluar dari kamar untuk berkumpul dengan keempat korban lainnya.
Baca: 5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap
5. Para korban kemudian disuruh berjalan ke arah kamar mandi dan dimasukkan ke dalam kamar mandi. Salah satu korban yang sedang menyetrika baju bernama Emi, ditarik oleh Ius Pane, lalu, dimasukkan ke kamar mandi.

6. Ius Pane mengajak Santi pergi ke salah satu kamar di lantai dua. Lalu, Ramlan menyusul ke lantai dua dan melihat Ius Pane membawa Santi dan Zanette turun ke lantai 1. Mereka dimasukan ke kamar mandi.

7. Kemudian, Ius Pane pergi ke lantai dua mengecek setiap kamar dan menemukan korban Diona Arika Andra Putri, lalu, menjambak rambutnya sambil menodongkan pistol. Diona diseret dan dipukul menggunakan pistol. Dia dimasukan ke kamar mandi bersama korban lainnya.

8. Setelah itu, Ius Pane mengajak korban Dianita Gema menunjukan kamar ayahnya dan dikembalikan lagi masuk ke kamar mandi.

9. Tidak lama kemudian, Tarso, sopir, datang ke rumah menggunakan sepeda motor. Alfin Sinaga yang sebelumnya bertugas menunggu di mobil menghampiri Tarso dan dipanggil Ramlan Butar-Butar. Alfin kembali ke mobil sementara Tarso dimasukkan ke kamar mandi.
Baca: 5W1H Perampokan/ Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Pulomas, Jakarta
10. Berselang beberapa menit kemudian, Dodi tiba menggunakan mobil Honda Jazz berwarna abu-abu. Alfin yang berdiri di samping mobilnya pura-pura acuh tak acuh lalu masuk ke mobilnya. Ramlan dan Erwin yang sebenarnya sudah keluar (menyelesaikan tugasnya) bersembunyi di balik pagar. Erwin tetap berdiam diri, Ramlan lantas membukakan pintu pagar sehingga Pak Dodi tak curiga. Setelah mobil Pak Dodi masuk, Ramlan menutup pagar kembali. Begitu Pak Dodi keluar mobil, kedua pelaku langsung menodong korban. Mereka kemudian menggiring Pak Dodi masuk, melucuti dompet korban, dan memasukkan korban ke kamar mandi.

11. Lalu, mereka mengambil barang-barang yang ada di mobil dan meninggalkan tempat kejadian.

Kisah Korban Bertahan Hidup di Kamar Mandi Sempit
Sepeninggal pelaku, 11 orang disekap di kamar mandi yang sempit berupaya bertahan hidup. Mereka melakukan berbagai upaya supaya mendapatkan oksigen di tempat tersebut.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Mohammad Iriawan, mengatakan para korban disekap mulai Senin (26/12/2016) pukul 14.42 sampai ditemukan Selasa (27/12/2016) pukul 10.10 WIB.

Berdasarkan keterangan seorang pembantu Dodi Triono yang selamat dari insiden itu, kata Iriawan, Dodi sempat mematahkan grendel pintu kunci. Upaya itu dilakukan untuk melubangi agar ada udara atau oksigen masuk ke ruangan.
"Mereka berebutan menghirup udara. Mereka meminum air ledeng untuk mempertahankan hidup supaya tak dehidrasi," kata dia.
Selain itu, Dodi, pemilik rumah, Yanto dan Tarso, sopir, berupaya mendobrak pintu tersebut.
Namun, pintu tak terbuka. Upaya ini dilakukan berulang kali sehingga mereka kehabisan tenaga hingga akhirnya tewas.
"Pintu kuat sekali, yang meninggal lelaki semua. Tak kuat, menendang dan sebagainya. Usaha itu sia-sia," ujarnya.

Pada saat di kamar itu, Zanette Kalla Azaria berteriak. Dia digigit Diona Arika, kakaknya.
Ini dilakukan agar Zanette tetap hidup saat disekap.
"Zanet digigit almarhum Diona. Digigit supaya siuman. Zanet melalui ibunya juga mengatakan demikian," tambahnya.

Insiden perampokan dan pembunuhan itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan lima korban luka. Enam korban tewas, yaitu Dodi Triono, Diona Arika, Donita Gemma, Amelia Putri, Yanto, dan Tarso. Sementara itu, korban luka, yaitu Zanette Kalla Azaria, Santi, Fitriyani, Emi, dan Windi Widiastuti.
Dalam hal ini, aparat kepolisian menyita barang bukti uang tunai belasan juta, jam tangan Rolex, golok, dua buah senjata api, dan empat lembar mata uang asing.
Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 365 ayat (4) tentang Pencurian dengan Kekerasan, dan Pasal 333 ayat (3) KUHP tentang Perampasan Kemerdekaan.

Sumber: Tribunnews.com
Video: Youtube
Artikel Terbaru Mapel Lainnya:

Labels