.

5W1H Berita Kiamat Akan Terjadi pada Tahun 2017

Artikel Terbaru:
loading...
loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa dan Siapa
Setiap orang di planet ini, kemungkinan sudah menentukan sejumlah resolusi yang akan dijalankan sepanjang tahun 2017. Namun, David Meade, peneliti dan pengarang buku "Planet X: The 2017 Arrival" tampaknya bakal menilai seluruh resolusi itu bakal berakhir sia-sia.
Baca: 5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap
Di mana, Kapan, dan Mengapa
Apa pasal? Meade menegaskan Planet Bumi akan hancur lebur tak berbekas alias kiamat pada September atau Oktober 2017.
"Bukti-bukti kehancuran Bumi itu sudah nyata. Contoh utamanya intensitas gempa bumi yang terus beranjak naik," tutur Meade, seperti dilansir Metro.uk, Senin (2/1/2017).

Selain itu, kata dia, badai yang kekinian terus meningkat dalam intensitas maupun ukuran, adanya lubang dalam serta retakan di bawah permukaan bumi juga menunjukkan planet ini segera menemui kehancurannya.
"Bukti-bukti itu sengaja tak dipublikasikan oleh penguasa dan orang kaya untuk menghindari kepanikan. Anda tahu yang paling mengejutkan? orang-orang kaya sudah menyiapkan bunker-bunker rahasia untuk berlindung dari kiamat," tukasnya.

Bagaimana
Meade menyebutkan sejumlah ciri kehancuran Bumi itu bakal bertambah jelas kalau memprediksi pergerakan planet-planet dalam sistem tata surya pada periode September 2017.
Ia mengatakan, tepat tanggal 23 September nanti, Bulan akan muncul di bawah kaki konstelasi Virgo. Sementara Matahari bersejajar dengan Virgo. Kedua hal tersebut menjadi tanda "kematian" bagi sebuah planet.

Satu-satunya pertanda kosmos mengenai 'kelahiran' hanya satu dalam periode itu, yakni ketika sebuah planet melintasi di antara 'kaki' konstelasi Virgo. Jupiter lahir tanggal 9 September 2017.
"Peristiwa selanjutnya adalah, Planet X akan menyebabkan gerhana Matahari total. Seluruh Bumi dan Bulan akan berada di kegelapan total. Inilah kehancuran, yang akan terjadi tepatnya hari Kamis, 5 Oktober 2017," terangnya.
Baca: 5W1H Perampokan/ Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Pulomas, Jakarta
Namun, kita tampaknya tak perlu serius menanggapi prediksi yang dibuat Meade tersebut. Sebab, berdasarkan sejarah, prediksi kiamat yang melibatkan Planet X atau Nirbiru sudah banyak dibuat tapi terbukti tak terjadi.

Prediksi Meade tentang Planet X/Nirbiru yang bakal menyebabkan gerhana total dan kiamat tersebut, sebelumnya sudah diramalkan oleh Robert Vicino.
Vicino yang berprofesi sebagai pengusaha bahkan membuat proyek pembangunan bunker yang bisa dijadikan tempat bertahan hidup setelah kiamat tersebut.
Planet X atau Nirbiru pada tahun 2014 diprediksi bakal menabrak dan menghancurkan Bumi pada Desember 2015.
Tiga tahun sebelumnya, berdasarkan penafsirkan sejumlah kalangan atas kalender kuno suku Maya, Planet X akan membuat kiamat Bumi tahun 2012.
Satu dekade sebelumnya, Nancy Lieder, penulis Amerika Serikat, juga memprediksi Planet Nirbiru menyebabkan kiamat Bumi tahun 2003.
Tapi, seperti yang dirasakan, tak ada bukti nyata apa pun dari beragam klaim kiamat tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Artikel Lainnya:
.