Home » » 5W1H Berita Ius Pane Pelaku Keempat atas Perampokan di Pulomas Akhirnya Tertangkap

5W1H Berita Ius Pane Pelaku Keempat atas Perampokan di Pulomas Akhirnya Tertangkap

Posted by PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU on 01 January 2017

Artikel Terbaru:

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa
Setelah lima hari melarikan diri, aparat kepolisian berhasil menangkap pelaku keempat atas perampokan di Pulomas Jakarta Timur. Ridwan Sitorus alias Ius Pane atau Marihot Sitorus (45) ditangkap di Medan. Ini berarti semua pelaku sudah tertangkap setelah sebelumnya polisi berhasil menangkap Ramlan Butar Butar (51 tahun), Erwin Situmorang, dan Alfin Sinaga. Ramlan tewas karena melawan saat akan ditangkap. Sementara Erwin, Alfin Sinaga, dan Ius Pane dalam keadaan masih hidup.
Baca: 5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap
Di mana dan Kapan
Jajaran Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polresta Depok menangkap Ius Pane di Pool Bus ALS (Antar Lintas Sumatera), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/1/2017) pagi.
Penangkapan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung.

Siapa
Ridwan Sitorus alias Ius Pane atau Marihot Sitorus (45) menjadi buruan aparat kepolisian. Polda Metro Jaya memasukkan salah satu pelaku perampokan di Pulomas Jakarta Timur itu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Polda Metro Jaya mengeluarkan selebaran berisi foto Ius Pane bertuliskan 'DPO Pelaku Perampokan di Pulomas Jakarta Timur'.
Di dalam selebaran itu bertuliskan ciri-ciri Ius Pane, seperti umur 45 tahun, rambut hitam, wajah persegi, kulit sawo matang, dan ciri-ciri tambahan terdapat bekas luka di pipi.
Di selebaran itu juga ditulis "Jangan pernah menangkap buronan ini sendirian. Jika memiliki informasi keberadaan buronan ini tolong hubungi nomor 082299911996. Aktif 24 Jam".

Mengapa
Tertangkapnya Ridwan Sitorus alias Pius Pane alias Iyus sangat penting untuk mengungkap aksi perampokan tersebut. Polisi menyebutkan peran Ius disebut terkuat kedua setelah sang 'kapten' Ramlan Butarbutar yang ditembak hingga tewas.

Bagaimana
Setelah diamankan, aparat kepolisian melakukan pemeriksaan kepada Ius Pane. Ini dilakukan untuk membuat terang kasus perampokan di rumah Dodi Triono.
"Masih kami dalami terkait perannya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, kepada wartawan, Minggu (1/1/2017).
Dari Medan, Sumatera Utara, Minggu siang, dia dibawa menggunakan pesawat udara menuju Halim Perdanakusuma.
Setelah sampai di ibu kota, Ius Pane dibawa terlebih dahulu ke Mapolres Metro Jakarta Timur. Untuk kemudian dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Berdasarkan penyidikan aparat kepolisian, saat kejadian di rumah Dodi Triono, Ius Pane berperan menarik semua penghuni yang ada di lantai dua rumah tersebut. Dia menodong korban menggunakan senjata api. Dia juga mencari barang-barang berharga yang ada di lantai 2 rumah tersebut. Dia juga mempunyai ide memasukkan penghuni rumah ke toilet.
Baca: 5W1H Perampokan/ Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Pulomas, Jakarta
Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan membeberkan Ius lah yang menyeret almarhumah Diona Arika Andra Putri, puteri sulung pemilik rumah Dodi Triono.
"Yang bersangkutan menyeret almarhumah Diona yang berumur 16 tahun dari kamarnya itu, diseret juga dipukul pakai senpi," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/12/2016).
Ia terlihat menganiaya korban Diona berdasarkan rekaman kamera CCTV. Saat ditanya apakah sebelum dimasukkan ke dalam kamar mandi, korban Diona sempat diperkosa oleh pelaku, M Iriawan membantah. Pasalnya berdasarkan hasil visum semua korban dinyatakan tewas karena kehabisan oksigen, begitu pun dengan Diona. Tak ada hasil visum menunjukkan tanda-tanda ada pemerkosaan terhadap korban.

Akibat penyekapan di kamar berukuran 1,5 x 1,5 meter itu, 6 orang tewas dengan kondisi yang mengenaskan.
Dalam pembunuhan disertai perampokan tersebut Yus memiliki peran yang cukup vital.
"Dia (Yus) dominan kedua setelah kapten (Ramlan). Menurut keterangan Sinaga tadi malam yang bawa pistolnya Yus Pane. Sehingga kita melakukan pengejaran terhadap dia," ujar Iriawan di rumah Sakit Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016).

Bahkan, menurut Iriawan, Yus juga ikut melukai salah satu korban dalam perampokan dan pembunuhan tersebut.
Dia melukai Diona Arika (16).
"Itu kelihatan (di CCTV) dan pembantunya melihat Yus menyeret Diona dari kamarnya di atas sampai bawah," ucap dia.

Berikut peran keji Ius Pane dalam keterangan yang dirilis polisi:
1. Eksekutor
2. Naik ke lantai dua rumah, menarik penghuni di lantai dua
3. Menodongkan senjata api ke korban
4. Menyampaikan ide memasukkan penghuni ke kamar mandi
5. Mencari barang berharga di kamar di lantai dua
6. Menyeret dan memukul Diona (16) dengan gagang senjata api

Ridwan Sitorus alias Pius Pane alias Iyus diciduk Unit Resmob Polres Jakarta Timur yang sudah mengintainya mulai hari Jumat (30/12/2016) kemarin. Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan, penangkapan itu berawal ketika pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku di dalam bus ALS bernomor bodi 333.
"Bus itu berangkat dari Bogor menuju Medan, Sumatera Utara, sejak Kamis (29/12/2016) lalu," kata Sapta saat dihubungi, Minggu (1/1/2017).

Menurutnya, dari informasi itu, tim Resmob yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Abdi Harahap mencoba mengadang pelaku di pangkalan ALS di Marindal, Medan. Begitu turun, pelaku yang rencananya akan pindah mobil untuk menuju Belawan, Simpang Pajak, langsung ditangkap.
"Saat diringkus, pelaku tak melakukan perlawanan," kata Sapta.

Sumber: Tribunnews.com