Home » » 5W1H Berita Harga Cabai Melonjak Tajam

5W1H Berita Harga Cabai Melonjak Tajam

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa
Sejak sebelum Natal hingga setelah Natal harga beberapa komoditas terpantau tinggi khususnya cabai rawit merah dan cabai rawit hijau masih terpantau tinggi dan cenderung tidak dapat dikendalikan.

Di mana
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, dengan kenaikan tersebut saat ini IKAPPI tengah melakukan pemantauan harga dan pasokan komoditas cabai di wilayah Jawa Timur.
"Saat ini kami sedang berada di Surabaya untuk memastikan apakah komoditas ini (cabai) benar-benar langka atau tidak di daerah, kami cek di beberapa pasar wilayah Jember, Lumajang dan memang barangnya ada namun harganya tinggi," ujarnya.

Menurutnya, harga komoditas cabai rawit merah di wilayah Jawa Timur sudah mencapai Rp 50.000 per kilogram (kg), sedangkan di Jakarta sudah mencapai Rp 75.000 per kg. "Ini artinya memang harganya sudah sulit untuk dikendalikan," tegasnya.

Kapan
Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan menilai kenaikan harga cabai di pasaran khususnya pasar tradisional tentunya menjadi perhatian dan keprihatinan publik. Cabai merupakan salah satu komoditi yang menyedot konsumsi besar, karena memang menjadi kebutuhan sehari-hari.
"Jadi menurut saya, ini bukan hanya persoalan harga, tapi juga daya beli masyarakat yang akan menurun," kata Taufik saat dikonfirmasi, Jumat (13/1/2017).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu memandang persoalan kenaikan harga cabai ini lebih bersifat sementara.
Baca: 5W1H Berita Pilot Citilink Mabuk dan Meracau Sebelum Menerbangkan Pesawat

Siapa
"Khusus mengenai pendistribusian, saya sangat sependapat dengan Presiden Jokowi. Daerah yang surplus cabe sebaiknya mendistribusikan ke daerah yang kekurangan stok cabai," tutur Taufik Kurniawan.
Pemerintah kata Taufik, tentu telah mengambil langkah-langkah antisipatif yang memadai. Demikian pula masyarakat sudah cukup memahami kondisi yang ada. Ia pun melihat Presiden berkali-kali turun ke lapangan demikian pula kementerian terkait.

Mengapa
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, menjelang Natal dan Tahun Baru 2017 ada beberapa hal yang menyebabkan adanya gejolak harga pangan.
"Libur panjang ada potensi kenaikan harga karena disebabkan beberapa hal. Pertama, karena transportasi ada buka tutup lalu lintas truk barang," ujar Enggar. Kedua, ada beberapa upaya dari spekulan mengambil peluang di saat libur panjang. Ketiga, kondisi cuaca di akhir tahun yang memiliki curah hujan tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan antisipasi sejak dini dengan melakukan identifikasi ketersediaan stok komoditas pangan di berbagai daerah.
"Kemendag identifikasi ketersediaan stok bahan utama secara nasional dan kemudian kami melihat penyaluran di daerah-daerah apakah stok sudah tersalurkan," jelasnya.

Bagaimana
Saat ini komoditas lain juga terpantau naik harganya dan cenderung tidak menurun. "Yang terpantau naik dan tidak mau turun seperti bawang putih, ini karena bawang putih memang impor dan ini terjadi bukan hanya di Jakarta saja tetapi juga di daerah-daerah lain. Secara nasional beberapa komoditas yang naik itu sama mulai dari cabai, bawang putih, sayur mayur, minyak goreng juga naik," tambah Abdullah Mansuri.
Baca: Dialog Interaktif dengan Stefano Lilipaly, Pemain Debutan Timnas Garuda vs Filipina

Sumber: Tribunnews.com
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!