Home » » 5W1H Berita Cuitan SBY di Twitter, Begini Reaksi Jokowi dan Jusuf Kalla

5W1H Berita Cuitan SBY di Twitter, Begini Reaksi Jokowi dan Jusuf Kalla

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, Kapan
Kicauan SBY diunggah melalui akun Twitter resminya, Jumat (20/1/2017) lalu. SBY menulis status, "Ya Allah, Tuhan YME. Negara kok jadi begini. Juru fitnah & penyebar "hoax" berkuasa & merajalela. Kapan rakyat & yg lemah menang? *SBY*"

Mengapa
Kicauan itu mengundang sejumlah pro dan kontra. Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, misalnya, mengkritik kicauan tersebut. Ia menganggap SBY hanya sekadar curhat dan tidak memberikan solusi.
"Saat ini yang harus dibuktikan oleh semua yang diteladani oleh rakyat, baik parpol, pejabat, maupun mantan pejabat, juga para pengusaha, adalah ketulusan bersama membangun Indonesia, bukan sekadar curhat atau pencitraan semata," kata Irma saat dihubungi, Sabtu (21/1/2017).

Irma mengatakan, harusnya SBY sebagai Presiden keenam RI tidak boleh hanya mengeluh, tetapi melakukan sesuatu untuk membantu pemerintah. Irma membandingkan sikap SBY dengan sikap Presiden Joko Widodo, yang menurut dia sangat berlawanan.
"Saya mengapresiasi Presiden Jokowi. Meski difitnah, diganggu, digoyang sana sini, beliau tetap tegar. Tidak pernah curhat dan menunjukkan kemarahan kepada oknum-oknum yang telah memfitnah dan mengganggu beliau," ucap Irma.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menilai, kicauan SBY sudah dipikirkan matang-matang. SBY diyakini sudah memiliki sejumlah bukti sampai akhirnya mengeluarkan pernyataan itu.
"Saya kira kicauan beliau itu yang sangat singkat dan padat, sudah paripurna, sudah dipikirkan dalam-dalam dari beliau, dan tidak perlu ditafsirkan lagi," kata Roy.

Siapa dan Bagaimana
Simak beda tanggapan antara Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, Senin (23/1/2017).
Ada perbedaan mencolok antara Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla menanggapi kicauan SBY di akun resmi dan dengan tanda *SBY* yang artinya itu memang kicauan yang ditulis SBY sendiri.
Presiden Jokowi menanggapi secara lengkap dengan berikan imbauan agar masyarakat tidak menyebarkan berita bohong selalu budayakan sopan santu sementara ia juga beri sindiran agar tidak perlu mengeluh berlebihan.
Sedangkan Wapres menanggapi santai, ia menilai apa yang disampaikan SBY merupakan pendapat pribadi dan hal tersebut menjadi masukan untuk pemerintah.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo, Presiden Joko Widodo yang menanggapi cuitan SBY menegaskan negara saat ini masih terus memerangi maraknya berita bohong atau hoax di dunia maya.
Kata dia masyarakat juga harus ikut membantu pemerintah memberangus hoax.
"Saya kira sudah lama kita bertarung dengan yang namanya kabar bohong, yang namanya hoax itu, saya kira kita sudah bertarung lama lah, dan ini terus menerus," ujar Joko Widodo.
Hal tersebut diungkapkan Jokowi usai mengikuti "Bogor Open Archery Championship 2017, di lapangan Wira Yudha, Pusat Pendidikan Zeni, Kodiklat TNI AD, kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/1/2017) kemarin.
Jokowi mengimbau masyarakat mulai menerapkan budaya santun saat bicara di dunia maya, khususnya media sosial.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ikut-ikutan menyebarkan hoax.
Ia ingin masyarakat membangun sebuah nilai kesopanan dan kesantunan dalam berucap dan menyampaikan ujaran di media sosial.
"Jangan menghasut, jangan memfitnah, jangan menyebarkan kabar bohong," katanya.
Menurutnya Hoax saat ini menjadi tantangan bagi seluruh negara di dunia bukan hanya Indonesia saja.
Sehingga tantangan tersebut harus dihadapi.
"Karena semua negara juga menghadapi, tidak perlu banyak keluhan menurut saya ya," ujarnya.
Menyikapi tujuan cuitan SBY, Jokowi menganggap bawa dirinya dalam bekerja senantiasa membangun aga masyarakat senantiasa optimis.
"Kalau saya kerja itu selalu membangun sebuah optimis, selalu mendorong masyarakat itu bekerja lebih optimis ya," katanya.

Tanggapan Wapres
Sementara itu mengutip Antaranews.com Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kicauan melalui Twitter yang disampaikan oleh Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan pendapat pribadi.

"Twitter itu sifatnya pendapat pribadi. Ya silakan saja, bukan untuk sependapat atau tidak," kata Kalla di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (22/1/2017).
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa siapa saja boleh menyampaikan pendapat pribadinya selama tidak melanggar perundang-undangan yang ada.
Wapres mengaku tidak masalah dengan apa yang disampaikan oleh SBY tersebut.
"Tidak apa-apa, kami terima sebagai masukan," kata Wapres.

Sumber: Tribunnews.com
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!