5W1H Berita Awas, Ganja Jenis Baru: Tembakau Gorilla

Artikel Terbaru:
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.
Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Perlu diingat, bahwa setiap bagian kalimat atau paragraf bisa saja mengandung lebih dari satu unsur berita. Namun yang dimaksud di sini adalah dalam satu bagian berita (kalimat ataupun paragraf), unsur berita yang dimaksud adalah yang termaktub dalam inti kalimat atau inti paragraf.

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa dan Kapan
Tahun 2016 lalu, tembakau gorilla sempat booming di kalangan mahasiswa sebagai pengganti ganja.
Kemudian di awal 2017 ini, tembakau gorilla kembali booming karena mantan pilot Citilink, Kapten Tekat Purna dikabarkan menggunakan tembakau gorilla dan viral di media sosial.
Baca: 5W1H Berita Pilot Citilink Mabuk dan Meracau Sebelum Menerbangkan Pesawat

Siapa dan Di mana
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengakui ‎belakangan peredaran tembakau gorilla kian masif.
"Penyebarannya sudah masif, luas. Semua wilayah berpotensi rawan tembakau gorilla," ucap Martinus, Rabu (11/1/2017) di Mabes Polri.
Martinus melanjutkan berdasarkan pemetaan Mabes Polri, wilayah-wilayah yang masif dengan peredaran tembakau gorilla yakni di Bali, Sumut serta Jakarta.
"Wilayah-wilayah itu terus kami pantau karena berpotensi untuk penyalahgunaan," katanya.

Mengapa dan Bagaimana
‎Sebelumnya, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi mengatakan sejak Mei 2015, pihaknya sudah mengumumkan tembakau gorilla sebagai narkoba jenis baru.
"Gorilla itu ganja sentesis yang mengandung zat canabinoid, AB-Chminata," tegas Slamet Pribadi.
Baca: 5W1H Perampokan/ Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Pulomas, Jakarta

Dijelaskan Slamet Pribadi, tembakau gorilla bukan golongan narkoba alami seperti ganja.
Para pengedarnya menyelundupkan senyawa sintetis itu ke Indonesia dan menyemprotkan ke tembakau biasa saat membuatnya.
Terkait status legalitasnya, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementerian Kesehatan, Barlian menjelaskan tembakau gorilla baru masuk kategori narkoba pada tahu ini.
"Tembakau gorilla sudah masuk regulasi yang dilarang dalam Permenkes Nomor 2 tahun 2017, tapi dalam Permenkes sebutannya bukan tembakau gorilla tapi yang dicantumkan adalah nama bahan kimia.
Saat ini peraturan Menteri Kesehatan (permenkes) itu masih dalam proses untuk menjadi Undang-undang di Kementerian Hukum dan HAM.

Sumber: Tribunnews.com
Gambar: kabarbisnis.com
Artikel Lainnya: