Nilai Hasil UKG 2015 Mapel Bahasa Indonesia SMP

NO. INSTANSI NAMA PESERTA PEDAGOGIK PROFESIONAL NILAI TOTAL
1 SMP NEGERI 7 MUARA UYA HJ.FITHRATUN NISA 92,59 79,37 83,33
2 SMP NEGERI 2 MUARA UYA YADI KARNADI 85,98 82,20 83,33
3 SMP NEGERI 8 MUARA UYA FEBRYANTI MUSVITA TP 92,59 73,70 79,37
4 SMP NEGERI 1 TANTA HUSNUL KHOTMAWATI 92,59 70,86 77,38
5 SMP NEGERI 6 HARUAI ISNA HUSNIATI 72,75 79,37 77,38
6 SMP HASBUNALLAH FITRYANI 92,59 68,03 75,40
7 SMP NEGERI 7 HARUAI JAINNUDDIN 59,52 82,20 75,40
8 SMP NEGERI 1 TANJUNG KHAIRIAH 72,75 76,53 75,40
9 SMP NEGERI 3 JARO TAUFIK AKBAR 85,98 70,86 75,40
10 SMP NEGERI 1 KELUA FADLAN 79,37 70,86 73,41
11 SMP NEGERI 5 TANTA AKHMAD EFFENDI 59,52 76,53 71,43
12 SMP NEGERI 6 MUARA UYA IKHWAN JULI KIFWANTO 79,37 68,03 71,43
13 SMP NEGERI 1 TANJUNG PENTALIA LITIK 79,37 68,03 71,43
14 SMP NEGERI 1 UPAU RAHMAWATI, S.PD 85,98 65,19 71,43
15 SMP NEGERI 3 KELUA SUGIANSYAH 85,98 65,19 71,43
16 SD NEGERI  1 AGUNG YENNY YULIATY,S.PD 66,14 73,70 71,43
17 SMP NEGERI 2 HARUAI JOHAN ARIFIN 46,30 79,37 69,44
18 SMP NEGERI 2 M.HARUS USWATUL LAENAH, S.PD 85,98 62,36 69,44
19 SMP NEGERI 4 TANJUNG H. KAMARUDDIN 79,37 62,36 67,46
20 SMP NEGERI 5 TANJUNG IDA JURAIDA 79,37 62,36 67,46
21 SMPN 10 HARUAI MISRAN SYAHRIADI 72,75 65,19 67,46
22 SMP NEGERI 4 TANJUNG BARKAH MAHRIDA 52,91 70,86 65,48
23 SMP NEGERI 2 PUGAAN NOR ADHA 66,14 65,19 65,48
24 SMP NEGERI 1 M.PUDAK RUSMIANA 66,14 65,19 65,48
25 SDN PEMBATAAN DEWI SELPIANTI 59,52 65,19 63,49
26 SMP HASBUNALLAH DIAN NOPIANTI 66,14 62,36 63,49
27 SMP HASBUNALLAH DIYAH KUSMIYATUN 66,14 62,36 63,49
28 SMP NEGERI 4 KELUA LAILA RAHMAN 59,52 65,19 63,49
29 SMP PLUS M. PUDAK M.AKHYAR ABDI 59,52 65,19 63,49
30 SMP NEGERI 6 B. ARA RUKMINI 72,75 59,52 63,49
31 SMP NEGERI 1 PUGAAN SOFYAN 46,30 70,86 63,49
32 SMP NEGERI 4 MUARA UYA SRINAWATI 46,30 70,86 63,49
33 SMP NEGERI 5 HARUAI SYAHRIAN 72,75 59,52 63,49
34 SMP NEGERI 5 HARUAI FATHURAHMAN 66,14 59,52 61,51
35 SMP NEGERI 1 B.LAWAS GUSTI SUWARTI 52,91 65,19 61,51
36 SMP NEGERI 9 MUARA UYA HENDRA ATMAJA 72,75 56,69 61,51
37 SMP NEGERI 1 M.HARUS HENY HERLIANNOOR 66,14 59,52 61,51
38 SMP NEGERI 2 UPAU MEIRANI HERDIKA 66,14 59,52 61,51
39 SMP NEGERI 2 B.LAWAS NASRUDDIN NOOR 66,14 59,52 61,51
40 SMPN 1 JARO NORHANA 72,75 56,69 61,51
41 SMP NEGERI 1 JARO SUPRIADI 72,75 56,69 61,51
42 SMP NEGERI 1 PUGAAN H. RILIANSYAH 46,30 65,19 59,52
43 SD NEGERI MAHE PASAR 1 HEDUAR KARITINI 72,75 53,85 59,52
44 SMP NEGERI 2 TANTA ISA LELONI 66,14 56,69 59,52
45 SMP NEGERI 1 PUGAAN JUNAIDI 72,75 53,85 59,52
46 SMP NEGERI 2 M.PUDAK NANING KRISGIYANTO 85,98 48,19 59,52
47 SMP NEGERI 1 KELUA NOR ANISAH 66,14 56,69 59,52
48 SMP PLUS M. PUDAK PARAMITA SARI 59,52 59,52 59,52
49 SMP NEGERI 3 MUARA UYA RUDIANSYAH 66,14 56,69 59,52
50 SMPN 2 JARO WAHYUDI 59,52 59,52 59,52
51 DINAS P & K TABALONG ABDU RAHIM 59,52 56,69 57,54
52 SMP PLUS M. PUDAK ADRIANSYAH 72,75 51,02 57,54
53 SMP NEGERI 9 MUARA UYA BAIHAKI 52,91 59,52 57,54
54 SMP NEGERI 4 TANTA HATMAH 72,75 51,02 57,54
55 SMP NEGERI 3 M.PUDAK INDAH ANGGRAINI 66,14 53,85 57,54
56 SMP NEGERI 6 TANTA PAULUS JOKO SANTOSO 72,75 51,02 57,54
57 SMP NEGERI 3 B.LAWAS RAUDHATUL JANNAH 66,14 53,85 57,54
58 SMP NEGERI 2 PUGAAN VILFA NUR ADIANTI 52,91 59,52 57,54
59 SMP NEGERI 8 TANJUNG FITRI NILAMSARI 39,68 62,36 55,56
60 SMP NEGERI 6 TANJUNG IDA APRIANI 39,68 62,36 55,56
61 SMP NEGERI 1 TANJUNG JANNATUN ALIAH 52,91 56,69 55,56
62 SMP NEGERI 1 TANJUNG MASKANAH 46,30 59,52 55,56
63 SDN PEMBATAAN NURJANNAH 46,30 59,52 55,56
64 SMP NEGERI 2 MUARA UYA GUSMAH RIANTY 59,52 51,02 53,57
65 SMP NEGERI 3 TANJUNG MOHD. NOR 46,30 56,69 53,57
66 SMP NEGERI 9 HARUAI NORHALIDIAH 52,91 53,85 53,57
67 SMP NEGERI 1 UPAU ABDURRAHIM,S.PD 66,14 45,35 51,59
68 SMP NEGERI 1 HARUAI ABUL HASAN 33,07 59,52 51,59
69 SMPN 1 B. LAWAS AHDIAT RIADIE 39,68 56,69 51,59
70 SMP NEGERI 2 TANJUNG INDAH LISTRIAWATI 59,52 48,19 51,59
71 SMP NEGERI 1 TANTA MASRAI ROBIANSHOR N 79,37 39,68 51,59
72 SMP NEGERI 2 M.PUDAK DRA. SURATMI 46,30 51,02 49,60
73 SMP NEGERI 1 TANJUNG IRINA 39,68 53,85 49,60
74 SMP NEGERI 2 B.LAWAS H. ANRUJUT, S. PD 52,91 45,35 47,62
75 SMP NEGERI 4 TANJUNG HJ. ARBANIAH 13,23 62,36 47,62
76 SMPN 2 KELUA RAHMA DELLA KARMIA 39,68 51,02 47,62
77 SMP NEGERI 2 TANJUNG MISPAH 33,07 51,02 45,63
78 SMP NEGERI 2 TANJUNG TAUFIK RAHMANSYAH 59,52 39,68 45,63
79 SMP NEGERI 2 KELUA HJ. SUHARTINI,S.PD 46,30 39,68 41,67
80 SMP NEGERI 1 MUARA UYA JUHRI 33,07 45,35 41,67
81 SMP NEGERI 1 MUARA UYA ROSANA 66,14 28,34 39,68
82 SMPN 10 HARUAI RUDIANSYAH 39,68 39,68 39,68
83 SMP NEGERI 4 MUARA UYA NURDIN,S.PD 33,07 39,68 37,70
84 SMP NEGERI 1 KELUA HJ.NORDAHLIANI 39,68 28,34 31,75
85 SMP NEGERI 1 M.PUDAK RUSNANIYAH 19,84 31,18 27,78
Mapel Lainnya:

Persyaratan Portofolio, PLPG, dan PPG Sertifikasi Guru Tahun 2016

PERSYARATAN PORTOFOLIO, PLPG, DAN PPG SERTIFIKASI GURU TAHUN 2016 - Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen (UUGD) menyatakan bahwa guru adalah pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional minimum harus sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai kompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik Dasar pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan Permendiknas No 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan, PP No 74 Tahun 2008 tentang Guru diperbaiki dengan penerbitan Permendiknas No 10 Tahun 2009 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan. UUGD menegaskan bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan yang diangkat sebelum UUGD disahkan (30 Desember 2005), harus sudah selesai pada tahun 2015. Pasal 10 Permendiknas Nomor 9 Tahun 2010 tentang Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Dalam Jabatan. menegaskan bahwa guru mengikuti program PPG dengan beban belajar 36 SKS dan sesuai dengan latar belakang pendidikan/keilmuan dan satuan pendidikan tempat penugasan.

Pada akhir tahun 2015, berdasarkan data guru pada sistem NUPTK, masih ada sejumah 273.410 guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005 dan 438.697 guru yang diangkat setelah 31 Desember 2005 sampai 31 Desember 2015 yang belum memiliki sertifikat pendidik.
Persyaratan peserta PF dan PLPG :
a. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
b. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).
c. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
d. Memiliki status sebagai guru tetap dibuktikan dengan SK sebagai Guru PNS/Guru Tetap (GT). Bagi GT bukan PNS pada sekolah swasta, SK Pengangkatan dari yayasan minimum 2 tahun berturut-turut. Sedangkan GT bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK pengangkatan dari pejabat yang berwenang (Bupati/Walikota/Gubernur) minimum 2 tahun berturut-turut.
e. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar.
f. Guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik dengan kondisi sebagai berikut.
1) Guru PNS yang sudah dimutasi sebagai tindak lanjut dari Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama.
2) Guru PNS yang memerlukan penyesuaian sebagai akibat perubahan kurikulum.
g. Pada tanggal 1 Januari 2017 belum memasuki usia 60 tahun
h. Telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2015.
i. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah.
j. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dengan ketentuan diangkat menjadi pengawas satuan pendidikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Persyaratan peserta SG-PPG :
a. Guru di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang belum memiliki sertifikat pendidik.
b. Memiliki NUPTK.
c. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi yang memiliki program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki ijin penyelenggaraan.
d. Memiliki status sebagai guru tetap dibuktikan dengan Surat Keputusan sebagai Guru PNS/Guru Tetap (GT).
e. Masih aktif mengajar dibuktikan dengan memiliki SK pembagian tugas mengajar.
f. Memenuhi skor minimal UKG yang ditetapkan oleh Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG).
g. Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter pemerintah

5W1H Penyanderaan 10 WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, Kapan
Kedua kapal berbendera Indonesia yang mengangkut tujuh ribu ton batubara dibajak di perairan Filipina pada 26 Maret 2016. Namun, kapal Brahma 12 sudah dilepas dan sudah berada di tangan otoritas Filipina.
Berbeda dengan nasib Brahma 12, kapal Anand 12 dan sepuluh awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya.
Pembajakan terhadap kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang berbendera Indonesia itu terjadi saat dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan.

Siapa
Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI) merupakan awak kapal Motor Brahma 12, diketahui telah disandera kelompok pembajak Abu Sayyaf di Filipina.
Berdasarkan data yang disiarkan Antara, Selasa, 29 Maret 2016, 10 warga tersebut yakni Surianto (25) asal Kabupaten Wajo, Wawan Saputra (22) asal Kota Palopo dan Rinaldi (24) asal Kota Makassar, Peter Tosen Barahama (25) asal Batam, Julian Philip (53) asal Mihahasa, Mahmud (30) asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Alvian Elvis (31), asal Suriah Syah (34) asal Kendari, Sulawesi Tengah, Bayu Oktanianto (22) asal Klaten dan Wendi Raknadian (29) asal Padang, Sumatera Barat.

Mengapa
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, para pembajak dikabarkan meminta tebusan yang nilainya lebih besar dari harga batubara yang dibawa kapal nahas tersebut. Pemilik kapal tongkang Anand 12 sedang melakukan negosiasi dengan pembajak.
"Biarkan saja mereka bernegosiasi," katanya saat ditemui di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Bagaimana
Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, pemerintah Filipina sudah mengetahui lokasi penyanderaan oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Mereka (pihak Filipina) sudah tahu tempatnya. Nanti setiap saat saya akan koordinasi dan monitor," kata Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 30 Maret 2016.

Berdasarkan monitor dan koordinasi dengan tim di Filipina, lokasi penyanderaan sudah memasuki yurisdiksi Filipina. Menurut Panglima seperti disitat Antara, jika TNI diminta untuk membantu angkatan bersenjata Filipina, pihaknya akan selalu siap. Dia pun terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak Filipina.

"Seperti disampaikan menteri luar negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara yang disandera," kata Gatot.

Semua personel TNI, lanjut dia, memang disiagakan di Tarakan ada pangkalan TNI Angkatan Laut. "Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di sana sedang melakukan persiapan kegiatan latihan setiap tahun. Dimana tempat latihannya, itu tergantung saya," ujarnya.

Kerja sama militer antara TNI dan Filipina, sejauh ini sangat baik dan terbuka. Gatot pun menjelaskan bahwa kelompok militan Abu Sayyaf mempunyai banyak pecahan yang terpisah di Filipina. "Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi, sempalan mana sedang diteliti. Kita hanya bantu saja, ya tukar informasi," katanya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan 10 WNI yang disandera oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Seperti telah disampaikan Menlu Retno Marsudi prioritas kita adalah menyelamatkan warga negara. Berdasarkan monitor dan koordinasi dengan tim dari Filipina lokasinya ada di Filipina. Mereka sudah tahu tempatnya nanti setiap saat saya koordinasi monitor kemudian saya hanya menyampaikan apapun yang diperlukan pemerintah Filipina, kami siap," katanya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
UPDATE: 10 WNI Akhirnya Dibebaskan Kelompok Abu Sayyaf

Contoh Soal Mengomentari Isi, Pola Pengembangan/ Bahasa Kutipan Teks

Disajikan kutipan teks, siswa dapat mengomentari isi, pola pengembangan/ bahasanya.

Bacalah kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan Cerpen I
"Sudah saya pikir masak-masak!"
Saya terkejut.
"Pikirkan sekali lagi! Bapak kasi waktu satu bulan!"
Taksu menggeleng.
"Dikasih waktu satu tahun pun hasilnya sama, Pak. Saya ingin jadi guru!"
"Tidak! Kamu pikir saja dulu satu bulan lagi!"
Bukan hanya satu bulan, tetapi dua bulan kemudian, kami berdua datang lagi mengunjungi Taksu di tempat kosnya. Sekali ini kami tidak muncul dengan tangan kosong. Istri saya membawa krupuk kulit ikan kegemaran Taksu. Saya sendiri membawa sebuah laptop baru yang paling canggih, sebagai kejutan.

Kutipan Cerpen II
"Jadi, apa yang membawamu kemari?"
"Kenangan."
"Palsu! Kalau ini hanya soal kenangan, tidak perlu menunggu 10 tahun setelah keluargamu kembali dan menetap 30 kilometer saja dari sini?"
Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum katakata obrolan meluncur seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.
Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya.
Malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Teplok yang menjadi penerang ruangan diletakkan di atas meja, hampir mendekat sama sekali dengan wajahnya jika dia menunduk untuk menulis.
Di atas amben, ayahnya santai merokok. Sesekali menyalakan pemantik jika bara rokok lintingannya soak bertemu potongan besar cengkeh atau kemenyan yang tidak lembut diirisnya. Ibunya, seorang perempuan yang banyak tertawa, berada di sudut sembari bekerja memilin sabut-sabut kelapa menjadi tambang.
Kami tertawa. Tertawa dan tertawa seakan-akan seluruh rentetan kejadian yang akhirnya menjadi pengingat abadi persahabatan kami itu bukanlah sebuah kejadian meloloskan diri dari maut karena waktu telah menghapus semua kengeriannya.

Komentar atas perbedaan pola pengembangan kedua kutipan cerpen tersebut adalah . . . .
a. Kutipan I menggunakan alur sorot balik. Kutipan II menggunakan alur maju.
b. Kutipan I menggunakan alur maju. Kutipan II menggunakan alur campuran.
c. Kutipan I menggunakan alur sorot balik. Kutipan II menggunakan alur campuran.
d. Kutipan I menggunakan alur maju. Kutipan II menggunakan alur sorot balik.

Contoh Soal Menentukan Makna Kalimat pada Teks

Disajikan kutipan teks, siswa dapat menentukan makna kalimat yang terkandung dalam teks tersebut.

Bacalah petunjuk berikut!
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan sebelum menyeberang jalan.
1) Pilihlah jalan yang tidak terlalu ramai.
2) Jika bersama anak-anhk atau orang tua, pegang tangannya.
3) Gunakan zebra cross jika ada.
4) Jangan menyeberang di tikungan jalan.
Kalimat tercetak miring tersebut memiliki makna...
a. penyeberang berjalan melewati zebra cross jika ada.
b. Penyeberang memakai zebra cross yang ada di jalan.
c. Penyeberang mematuhi peraturan dengan memakai zebra cross.
d. Penyeberang harus mencari zebra cross sebelum menyeberang jalan.

Diberlakukan Mulai Juli 2016, Ini Hasil Revisi Kurikulum 2013 (Update)

Mulai Juli 2016 mendatang, Kurikulum 2013 akan diberlakukan secara nasional bagi 19% sekolah, setelah sebelumnya ada 6% sekolah yang menjadi filoting K-13, sisanya (75%) sekolah masih memberlakukan Kurikulum 2006. Adapun 19% sekolah yang baru mengimplementasikan K-13 untuk tahun ini di kelas 1, 4, 7, dan 10 itu adalah sekolah dengan akreditasi A atau sekolah perwakilan kecamatan di tiap kabupaten yang disahkan melalui SK.
Perhatikan peta jalan (road map) berikut:
Pemerintah optimistis, seluruh sekolah yang menerapkan K-13 (tahun ini) akan mudah mengimplementasikannya karena metodenya lebih sederhana dan ringkas.
"Untuk nama, kami sepakati tetap menggunakan nama Kurikulum 2013," kata ‎Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno, usai pengukuhan 156 orang Narasumber Nasional K13 di Pusdiklat Kemendikbud Depok kemarin (20/3).
“Kalau‎ sebelumnya penilaiannya double. Siswa juga dibatasi proses berpikirnya. Misalnya SD hanya sebatas pemahaman, SMP analisa, dan SMA mencipta. Sekarang SD bisa menciptakan sesuatu karena materinya kita satukan, tidak dipenggal-penggal lagi," katanya.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan Revisi Kurikulum 2013 di Depok kemarin (20/3). Tak banyak perubahan dalam kurikulum yang “baru” itu dibandingkan versi sebelumnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno menuturkan, secara keseluruhan ada lima poin hasil revisi kurikulum.

Dia mengungkapkan, mulai Juli, penilaian ganda tidak diberlakukan lagi. Sebagai contoh penilaian spiritual, yang sebelumnya juga diwajibkan bagi guru Matematika dan Bahasa‎, kini tidak lagi. Penilaian spiritual diserahkan kepada guru Agama dan PPKN. Itupun penilaiannya secara deskreptif dan tidak berupa angka.
“Guru Matemati‎ka bisa memberikan penilaian spiritual misalnya ketika melihat siswanya nyontek. Guru berhak memberikan pengetahuan spiritual dan menilai. Penilaian itu kemudian diserahkan kepada guru Agama dan PPKN," terangnya.

Cara ini menurut Totok, akan mengurangi beban guru Matematika dan Bahasa karena tidak harus memperhatikan detik anak didiknya.
“Penilaian spiritual kami kembalikan ke titahnya. K-13 juga mengedepankan pembelajaran aktif, jadi tidak hanya pemaparan slide saja. Antara guru dan murid saling interaktif,” katanya.

Poin utama adalah meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD). Berikut poin-poin penting revisi Kurikulum 2013.

Pertama, penyederhanaan aspek penilaian siswa oleh guru. Pada K13 versi lawas, seluruh guru wajib menilai aspek sosial dan spiritual (keagamaan) siswa. Sistem ini yang lantas dikeluhkan banyak guru.
Dalam skema yang baru, penilaian sosial dan keagamaan siswa cukup dilakukan oleh guru PPKn dan guru pendidikan agama-budi pekerti. Sementara guru fisika dan mata pelajaran lainnya hanya menilai aspek akademik sesuai bidang yang diajarkan saja.
Totok menambahkan, guru mata pelajaran lain boleh menilai aspek sosial sewajarnya. Seperti terkait kenakalan atau misalnya saat siswa ketahuan mencontek.

Kedua, proses berpikir siswa tidak dibatasi. Pada kurikulum yang lama, berlaku sistem pembatasan. Yaitu, anak SD sampai memahami, SMP menganalisis, dan SMA mencipta.
Pada kurikulum hasil revisi ini, anak SD boleh berpikir sampai tahap penciptaan. Tentunya dengan kadar penciptaan yang sesuai dengan usia.

Ketiga, teori 5M (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mencipta) tidak sebatas menjadi teori saja. Tetapi, guru dituntut untuk benar-benar menerapkan dalam pembelajaran.

Keempat, struktur mata pelajaran dan lama belajar di sekolah tidak diubah.

Terpisah, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pihaknya kecewa dengan agenda revisi K13. Sebab, Kemendikbud tidak membuka ruang dialog dengan publik.
"Kami di FSGI waktu awal revisi K13 menyampaikan banyak masukan," katanya.

Namun tanpa dia ketahui wujud revisi K13, tiba-tiba sudah jadi materi pelatihan. Menurutnya urusan bahan atau konten pelajaran di K13 banyak yang harus diperbaiki.
Dia mencontohkan banyak materi pelajaran yang tumpang tindih di mata pelajaran sejarah. "Buku matematika sekarang tebalnya dua kali lipat dibanding Kurikulum 2006," tuturnya.

Sumber: jpnn.com

Contoh Soal Menentukan Alasan Kesalahan Penggunaan Ejaan dan Tanda Baca

Disajikan kutipan kalimat atau paragraf, siswa dapat menentukan kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca.

1. Bacalah paragraf berikut !
Masyarakat merumuskan sejumlah norma sosial sebagai pedoman bertingkah laku. Bahkan, agar semua warga mematuhi norma sosial, masyarakat juga menyepakati sangsi bagi mereka yang melanggar norma. Beberapa tindakan pelanggaran norma membuahkan hukuman bersifat ringan bagi pelakunya.
Penggunaan kata sangsi dalam paragraf tersebut salah karena . . . .
a. kata tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat
b. kata tersebut tidak sesuai dengan KBBI
c. kata tersebut tidak baku
d. kata tersebut memiliki makna ambigu

2. Perhatikan katimat berikut!
Perahu itu Berlayar menyusuri sungai Musi.
Kalimat tersebut salah dalam penggunaan ejaan karena ... .
a. huruf kapital seharusnya tidak dipakai sebagai penjelas huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis.
b. huruf kapital seharusnya dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya.
c. huruf kapital seharusnya dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti narna diri geografi
d. huruf kapital seharusnya dipakai sebagai penjelas huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis

3. Perhatikan kalimat berikut!
Amira menjuarai lomba membaca puisi se-Kecamatan.
Kalimat tersebut salah dalam penggunaan tanda baca karena....
a. tanda hubung seharusnya digunakan untuk merangkai se- dengan kata atau imbuhan dengan singkatan huruf kapital
b. tanda hubung seharusnya digunakan untuk merangkai gabungan kata yang merupakan satu kesatuan
c. Tanda hubung seharusnya digunakan untuk merangkai unsur bahasa lndonesia dengan unsur bahasa asing
d. tanda hubung seharusnya dipakai untuk merangkai se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital

4. Manfaat buah naga yang melimpah membuat banyak petani berinisiatip untuk menanam dan mengembangkan buah naga. Selain itu harga buah naga yang relatip mahal juga menjadi daya tarik tersendiri sehingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk menanamnya. Buah naga merupakan tanaman yang tergolong mudah dalam penanamannya. Petani tidak membutuhkan tehnik khusus agar bisa menanam buah naga ini. Pada umumya, tanaman buah naga yang sering ditanam adalah buah naga yang memiliki warna kulit merah dan pada bagian dagingnya berwarna putih dengan biji-biji halus berwarna hitam.

Penulisan kata yang bercetak miring tersebut salah ejaan, karena..
a. Menggunakan ejaan lama
b. pilihan kata tidak tepat
c. Menggunakan bahasa sehari-hari
d. tidak menggunakan kata baku

Contoh Soal Menunjukkan Kesalahan Penggunaan Kata, Kalimat, atau Kepaduan Paragraf

Disajikan kutipan paragraf, siswa dapat menunjukkan kesalahan dalam hal penggunaan kata, kalimat, atau kepaduan paragraf.

1. Cermatilah paragraf berikut!
Proses penemuan fotokopi bukan kerena ditunjuang oleh fasilitas yang memadai, melainkan karena ketekunan. 2) Dia mengatur waktu kosongnya yang relatif singkat. 3) Ketika menginjak usia 29 tahun , dia sudah memulai penelitian tentang berbagai efek cahaya atas berbagai bahan gula memindahkan suatu tulisan dari satu lembar kelembar yang lain. 4) Oleh karena itu, dia mulai berexperimen di apartemennya dengan menggunakan efek foto elektrik untuk mengadakan penggandaan.

Kalimat yang menggunakan kata tidak tepat pada paragraf di atas adalah
a. 4
b. 3
c. 2
d. 1

2. Cermatilah paragraf berikut!
1) Kini Bandung dihuni sekitar 2,1 juta penduduk. 2) Laju pertumbuhan penduduknya tercatat 3,48%. 3) Padahal menurut data dari BKKBN, angka kelahiran di bandung sangat kecil sekali yaitu hanya 1, 08%. 4) Kepada para wartawan dalam acara HUT Kota Bandung, walikota Bandung mengatakan bahwa laju pertumbuhan penduduk terbesar diakibatkan kaum pendatang.

Kalimat tidak efektif dalam paragraf tersebut adalah pada nomor
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

3. Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
(1) Pemandangan di Pantai Putri membuat siapa saja merasa tenteram. (2) Tampak pasir putih, ombak yang tenang, serta laut yang biru. (3) Tak heran banyak orang yang bergerak berjalan-jalan ke tengah pantai. (4) Demikian juga sejumlah pemuda bersenda gurau berenang di pantai itu.

Kalimat yang tidak baku terdapat pada kalimat nomor ...
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.
AAC Alumni Bahasa banjar Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi Siap UN Kisi-kisi UAS Kisi-kisi UH Kisi-kisi UN Kisi-kisi UTS Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara