.

5W1H Tak Sampai 48 Jam, Pelaku Perampokan di Pulomas Berhasil Ditangkap

Artikel Terbaru:
loading...
loading...
Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:

Apa
Tak ada kejahatan yang sempurna. Begitu ujar Kombel Pol. Awi Setiyono. Tak sampai 48 jam sejak para korban dikeluarkan dari kamar mandi berukuran 2x1 meter (sebelumnya disebut 1,5x1,5 meter), tiga dari empat pelaku berhasil ditangkap polisi. Dua pelaku itu bernama Ramlan Butar Butar (51 tahun) dan Erwin Situmorang. Ramlan tewas karena melawan saat akan ditangkap. Sementara Erwin dan Alfin Sinaga masih hidup. Satu pelaku lainnya (Ius Pane) masih dikejar polisi.

Di mana dan Kapan
Berdasarkan informasi yang diterima TRIBUNNEWS, para pelaku diringkus di Gang Kalong, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat,
Ramlan dan Erwin ditangkap di Kelurahan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB.
Sementara itu, Alfins Bernius Sinaga, satu pelaku lainnya, ditangkap di sebuah rumah di Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, malam harinya.

Di samping tiga orang itu, ditangkap pula Roland alias Ucok, adik Ramlan Butar-Butar. Ucok ditangkap tim Polda Metro Jaya di Bekasi, Jawa Barat bersamaan dengan kakaknya dan seorang tersangka pelaku lainnya (Erwin) karena tempat tinggalnya menjadi tempat persembunyian kedua pelaku.
Siapa
Terduga pelaku pembunuhan sadis di Pulomas, Ramlan Butarbutar (RBB) yang diketahui pincang jalannya tersebut menjadi dedengkot di balik perampokan yang menewaskan enam orang. Dalam CCTV rumah korban terlihat pria tersebut membawa senjata api merampok keluarga Dodi Triono di Pulomas.
Ia menggiring 11 penghuni rumah tersebut ke dalam kamar mandi yang akhirnya menyebabkan enam dari 11 orang tersebut meninggal dunia.

Mengapa
Sampai saat ini, sementara motif pelaku adalah perampokan. Saat baru memasuki rumah, pelaku langsung menanyakan kepada PRT di mana posisi kamar utama.
Kapolda Irjen Pol M Iriawan, Rabu (28/12/2016), mengatakan motif dari pelaku adalah perampokan dengan pembunuhan. Polisi, sambungnya, menemukan barang bukti yang diambil pelaku, yakni satu tas ransel dan satu tas jinjing.
Sementara dari hasil otopsi, memastikan enam korban yang meninggal dikarenakan kehabisan oksigen.

Bagaimana
Pelaku penyekapan 11 orang di Pulomas Utara no 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur kemarin, diduga terkecoh karena berniat mengambil kaset rekaman CCTV namun yang diambil justru power supply, atau alat untuk menghidupkan kamera pengintai.
Kapolsek Pulogadung, Kompol Andi B Rahman menegaskan pembunuh Dodi tidak sempat mengambil decoder closed circuit television (CCTV).
"Pelaku sempat mengambil power supply," kata Andi di lokasi kejadian, Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

Dari hasil rekaman CCTV itulah, polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku.
Nama Ramlan Butar-Butar bukanlah sosok asing di dunia kelam perampokan. Pria ini tercatat di berbagai media online merupakan kawanan perampok spesialis rumah elite. Oktober tahun 2010 ia ditangkap jajaran Polda Jawa Tengah.

Ramlan tercatat sebagai pimpinan (leader), Erwin dan Yus Pane membantu Ramlan, dan Alfins Sinaga beperan sebagai driver. Kawanan perampok ini beraksi menggunakan senjata tajam dan senjata api dan kawanan ini dibekuk di Bekasi. Sementara itu pada Agustus 2015 kawanan yang dipimpin oleh Ramlan Butar-Butar ini juga tertangkap pihak kepolisian. Seperti aksi-aksi sebelumnya Ramlan dan kawan-kawan selalu menyasar rumah warga asing dan rumah elite.
Saat melakukan aksinya di Pulomas, pelaku menggunakan mobil minibus warna putih dengan plat nomor palsu.

Barang Bukti yang diamankan dari Erwin yakni uang Rp 3,4 juta, 4 lembar uang Thailand, handphone Nokia warna hitam, handphone merk China, STNK Yamaha Jupiter MX No. Pol. B 6769 EIX a.n. Siti Maria, jaket kulit warna hitam, tas warna coklat dan topi warna abu-abu.
Sementara dari Ramlan yang berhasil diamankan adalah uang sejumlah Rp 6,3 juta, jam rolex warna silver, topi hitam, 2 handphone.

Sumber: Tribunnews.com
Artikel Lainnya:
.