728x90 AdSpace

30 March 2016

5W1H Penyanderaan 10 WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, Kapan
Kedua kapal berbendera Indonesia yang mengangkut tujuh ribu ton batubara dibajak di perairan Filipina pada 26 Maret 2016. Namun, kapal Brahma 12 sudah dilepas dan sudah berada di tangan otoritas Filipina.
Berbeda dengan nasib Brahma 12, kapal Anand 12 dan sepuluh awak kapal masih berada di tangan pembajak, namun belum diketahui persis posisinya.
Pembajakan terhadap kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang berbendera Indonesia itu terjadi saat dalam perjalanan dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan.

Siapa
Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI) merupakan awak kapal Motor Brahma 12, diketahui telah disandera kelompok pembajak Abu Sayyaf di Filipina.
Berdasarkan data yang disiarkan Antara, Selasa, 29 Maret 2016, 10 warga tersebut yakni Surianto (25) asal Kabupaten Wajo, Wawan Saputra (22) asal Kota Palopo dan Rinaldi (24) asal Kota Makassar, Peter Tosen Barahama (25) asal Batam, Julian Philip (53) asal Mihahasa, Mahmud (30) asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Alvian Elvis (31), asal Suriah Syah (34) asal Kendari, Sulawesi Tengah, Bayu Oktanianto (22) asal Klaten dan Wendi Raknadian (29) asal Padang, Sumatera Barat.

Mengapa
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, para pembajak dikabarkan meminta tebusan yang nilainya lebih besar dari harga batubara yang dibawa kapal nahas tersebut. Pemilik kapal tongkang Anand 12 sedang melakukan negosiasi dengan pembajak.
"Biarkan saja mereka bernegosiasi," katanya saat ditemui di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Bagaimana
Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan, pemerintah Filipina sudah mengetahui lokasi penyanderaan oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Mereka (pihak Filipina) sudah tahu tempatnya. Nanti setiap saat saya akan koordinasi dan monitor," kata Panglima TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 30 Maret 2016.

Berdasarkan monitor dan koordinasi dengan tim di Filipina, lokasi penyanderaan sudah memasuki yurisdiksi Filipina. Menurut Panglima seperti disitat Antara, jika TNI diminta untuk membantu angkatan bersenjata Filipina, pihaknya akan selalu siap. Dia pun terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak Filipina.

"Seperti disampaikan menteri luar negeri, prioritas kita menyelamatkan warga negara yang disandera," kata Gatot.

Semua personel TNI, lanjut dia, memang disiagakan di Tarakan ada pangkalan TNI Angkatan Laut. "Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di sana sedang melakukan persiapan kegiatan latihan setiap tahun. Dimana tempat latihannya, itu tergantung saya," ujarnya.

Kerja sama militer antara TNI dan Filipina, sejauh ini sangat baik dan terbuka. Gatot pun menjelaskan bahwa kelompok militan Abu Sayyaf mempunyai banyak pecahan yang terpisah di Filipina. "Kelompok Abu Sayyaf punya banyak faksi, sempalan mana sedang diteliti. Kita hanya bantu saja, ya tukar informasi," katanya.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina dalam upaya pembebasan 10 WNI yang disandera oleh perompak kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

"Seperti telah disampaikan Menlu Retno Marsudi prioritas kita adalah menyelamatkan warga negara. Berdasarkan monitor dan koordinasi dengan tim dari Filipina lokasinya ada di Filipina. Mereka sudah tahu tempatnya nanti setiap saat saya koordinasi monitor kemudian saya hanya menyampaikan apapun yang diperlukan pemerintah Filipina, kami siap," katanya.

Sumber: pikiran-rakyat.com
UPDATE: 10 WNI Akhirnya Dibebaskan Kelompok Abu Sayyaf
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 5W1H Penyanderaan 10 WNI oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi