728x90 AdSpace

29 February 2016

5W1H Tahun Kabisat, Bulan Februari Berjumlah 29 Hari

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh artikel berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa?

Tahun Kabisat (Bahasa Inggris: Leap Year) adalah sebuah Tahun Syamsiah di mana pada tahun tersebut jumlah hari tidak terdiri dari 365 hari tetapi 366 hari.

Mengapa?

Satu tahun syamsiah tidak secara persis terdiri dari 365 hari, tetapi 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik. Jika hal ini tidak dihiraukan, maka setiap 4 tahun akan kekurangan hampir 1 hari (tepatnya 23 jam 15 menit 0,7256 detik.

Bagaimana?

Maka untuk mengkompensasi hal ini, setiap 4 tahun sekali (tahun yang bisa dibagi 4), diberi 1 hari ekstra: 29 Februari. Tetapi karena 5 jam 48 menit 45,1814 detik kurang dari 6 jam, maka tahun-tahun yang bisa dibagi 100 (seperti tahun 1900), bukan tahun kabisat, kecuali bisa dibagi dengan 400 (seperti tahun 2000).

Simpulan:

Tahun ini, Februari 2016 merupakan tahun kabisat (tahun Syamsiah) yang terdiri atas 29 hari, terjadi 4 tahun sekali.
Tahun yang bulan Februarinya terdiri atas 28 hari, merupakan tahun Kamariah.

Baca lebih lanjut di:
http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Kabisat
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 5W1H Tahun Kabisat, Bulan Februari Berjumlah 29 Hari Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi