728x90 AdSpace

06 October 2015

Prinsip-prinsip Saat Membaca Puisi

Membaca puisi termasuk dalam membaca ekspresif. Istilah ekspresif diperoleh dari fungsi bahasa secara umum. Apa yang dimaksud dengan membaca ekspresif? Membaca ekspresif adalah membaca dengan mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman penulis.

Pada umumnya kegiatan membaca ekspresif dilakukan dengan suara yang keras dan gaya atau penampilan sesuai dengan isi materi yang dibaca. Dengan demikian, membaca ekspresif dapat dikatakan sebagai membaca dengan penuh penghayatan. Mengingat kegiatan membaca ekspresif dilakukan dengan suara keras, kegiatan membaca seperti ini sejalan dengan membaca teks secara lisan, yang berlawanan dengan membaca teks dalam hati.
Berikut prinsip yang harus diperhatikan saat membaca ekspresif sebuah puisi:

(a) Volume suara adalah derajat keras atau lemahnya suara pada saat kalian membaca puisi yang dimaksud.
(b) Artikulasi suara adalah pengucapan kata demi kata dengan benar serta dengan suara yang jelas dan pilah.
(c) Intonasi adalah lagu membaca yang meliputi penggalan kata dan tinggi atau rendahnya suara pada saat kalian membaca larik demi larik sajak.
(d) Gerak tubuh meliputi gerak seluruh anggota tubuh: kaki, tangan, badan, dan kepala sesuai dengan isi sajak yang dibaca.
(e) Mimik adalah ekspresi atau perubahan wajah sesuai dengan karakteristik dan suasana (misalnya, sedih, semangat, atau gembira) yang digambarkan pada sajak yang dibaca.
(f) Pandangan mata adalah arah mata memandang, yang seharusnya ditujukan ke segala penjuru tempat penonton berada.

Sumber: Bahasa Indonesia 10, Kemdikbud
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Prinsip-prinsip Saat Membaca Puisi Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi