728x90 AdSpace

22 October 2015

5W1H Kabut Asap 2015 Terburuk dalam Sejarah

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia kali ini merupakan yang terparah.
“Dampak EL Nino adalah yang terparah dalam sejarah Indonesia. Sekarang kami diuji bagaimana mengaturnya," kata Luhut di Jakarta, Rabu (21/10).

Di mana
Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan jumlah titik api di seluruh Indonesia hari ini meningkat drastis menjadi 3.226 titik, dengan sebaran meluas hingga Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kapan dan Siapa
Kemarin, Polri mengumumkan telah menetapkan tujuh perusahaan asing sebagai tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan. Ketujuhnya ialah PT ASP asal China, PT KAL asal Australia, PT IA, PT H, PT MBI, PT PAH, dan PT AP asal Malaysia.

Mengapa
Kebakaran di lahan gambut, menurut Luhut, merupakan kesalahan kebijakan yang dibuat pemerintah selama sepuluh tahun terakhir. Namun dia tak ingin menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
"Inilah kesalahan kebijakan yang kita buat, membagikan tanah gambut menjadi perkebunan. Saya tidak ingin mencari kesalahan lalu, tapi jangan terulang lagi di masa yang akan datang," ujar Luhut.

Bagaimana
Menurut Luhut, sekitar 4,8 juta hektare lahan gambut yang dijadikan perkebunan selama sepuluh tahun belakangan ini menjadi masalah utama, sebab kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan.
"Saya melihat pemadaman ini tidak akan selesai tanpa turun hujan," kata Luhut.

Selain menunggu datangnya hujan, pemerintah juga menanti 15 pesawat terbang untuk melakukan pengeboman air di titik-titik api dalam dua pekan ke depan. Luhut sebelumnya telah meninjau lokasi kebakaran di Sumatera Utara. Menurut dia, kebakaran terjadi sangat masif dengan api begitu tinggi. Luhut melihat api berkobar tak terkendali padahal petugas telah mengebom dengan air melalui pesawat terbang.

Menurut Luhut, pemerintah telah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan. Perusahaan yang tidak mengupayakan pemadaman di lahan yang terbakar akan dicabut izin usahanya.
“Kami harus tegakkan hukum ini tanpa pandang bulu. Walau dia orang terkaya di Indonesia, kalau dia berbuat salah ya salah," kata Luhut.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional, Willem Rampingilei mengatakan bantuan sejumlah negara asing dalam upaya pemadaman asap dan kebakaran hutan ternyata tidak berdampak signifikan. Singkatnya waktu pemadaman yang dilakukan oleh negara-negara itu membuat upaya pemadaman menjadi tidak maksimal.
"Ada kontribusi, tapi jika dibandingkan dengan apa yang sudah kita lakukan tak terlalu signifikan," kata Willem usai konferensi pers di Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, Kamis, 22 Oktober 2015.

Australia mengirimkan satu unit pesawat dengan kapasitas 5 ribu liter. Menurut Wilem pesawat itu seharusnya bisa melakukan pengeboman air hingga lima kali sehari. Namun, nyatanya Australia membatasi bantuannya hanya selama lima hari. Tim pengebom asal Australia harus kembali karena negara mereka juga mengalami kebakaran hutan.

Hal yang sama juga terjadi dengan tim dari Malaysia. Tim asal negeri jiran itu membantu upaya pengeboman air selama enam bulan. Adapun saat ini yang tersisa adalah satu helikopter berkapasitas 5 ton dari Singapura.

Selain bantuan dari negara-negara itu, Willem mengatakan bahwa pemerintah sudah menyewa sebanyak 19 helikopter dan tiga air traktor. Saat ini pemeintah juga sedang mencari psawat sewa tambahan. "Tapi susah, karena el nino terjadi di mana-mana jadi banyak negara yang sudah menyewa terlebih dahulu."

Pemerintah Indonesia sempat menolak bantuan asing dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan asap di Sumatera dan Kalimantan. Namun belakang pemerintah memutuskan untuk menerima “Agar Singapura dan Malaysia tahu bagaimana sulitnya memadamkan api di sini,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2015. Protes yang dilayangkan ‎kedua negara itu, ia nilai karena mereka tak paham kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Selain menerima bantuan dari Singapura dan Malaysia, pemerintah juga menerima bantuan dari Rusia, Cina, dan Australia. Bantuan yang diberikan negara-negara itu adalah berupa pesawat-pesawat yang bisa membawa air untuk water bombing dengan kapasitas hingga 10 ton air.

Sumber: CNN, tempo
Foto: Tribun
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 5W1H Kabut Asap 2015 Terburuk dalam Sejarah Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi