728x90 AdSpace

23 October 2015

5W1H Badai El Nino dan Dampaknya

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa dan Siapa
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya menyampaikan, saat ini Indonesia tengah mengalami kekeringan di berbagai tempat di Indonesia dan terancam mengalami musim kemarau yang panjang.
Di sisi lain, Pengamat Maritim sekaligus Direktur Center for Oceanography and Marine Technology Surya University, Alan F Koropitan, mengungkapkan produktivitas ikan di Indonesia justru akan meningkat.

Mengapa
Dua peristiwa itu merupakan dampak dari fenomena El Nino yang telah mencapai level moderate, yang saat ini sedang terjadi. Hal ini menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang di beberapa tempat di Indonesia, terutama di sebelah selatan Katulistiwa pada 2015 yang diprediksi akan menguat mulai Agustus sampai Desember 2015.
Tren penguatan El Nino 2015 ini ditunjukkan oleh adanya kenaikan indeks ENSO dari 1,6 pada Juni, menjadi 2,2 pada Desember 2015.

Di mana dan Kapan
Tahun 2015, fenomena kekeringan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Daerah-daerah seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, NTB (Nusa Tenggara Barat) dan NTT (Nusa Tenggara Timur) telah mengalami hari tanpa hujan yang sangat panjang. Jika dipantau dari Peta Monitoring Hari Tanpa Hujan, wilayah-wilayah tersebut sudah kering sejak Mei 2015 lalu.
Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak El Nino 2015 meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
Sementara itu, BMKG juga memprediksi,beberapa wilayah di Indonesia akan memasuku musim kemarau panjang. Daerah-daerah tersebut antara lain NTB dan NTT.
Untuk wilayah Jawa, memasuki musim kemarau sejak April 2015 dan diprediksi berlangsung hingga Oktober 2015.

Bagaimana
Pada kesempatan itu, Andi juga menyampaikan kemungkinan dampak gagal panen dan paceklik, akibat tak adanya hujan. Sementara di sektor kehutanan, El Nino juga akan berpengaruh pada meluasnya kebakaran hutan.
"Pada sektor kesehatan, berdampak pada kurangnya ketersediaan air bersih dan meningkatnya penyakit demam berdarah," ujar Andi.

Namun demikian, tidak semua fenomena El Nino berdampak negatif. Pada sektor kelautan, fenomena ini dapat meningkatkan tangkapan ikan dan potensi garam.
Rata-rata penangkapan ikan per hari mencapai 2 juta ton. Alan menjelaskan, saat ini perairan Indonesia sedang terjadi up welling atau kenaikan produksi ikan di wilayah perairan Banda.
"Di Maluku saat ini terjadi peningkatan ikan. Di mana terjadi pergeseran suhu normal air dari barat ke tengah yang berada di perairan Banda. Sehingga terjadi peningkatan ikan di sana," ujarnya.

Sumber: beritasatu okezone
Foto: Okezone

Baca juga:
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 5W1H Badai El Nino dan Dampaknya Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi