728x90 AdSpace

27 August 2015

Apa dan Mengapa Ada Orang yang Memiliki Nama "Tuhan"

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut ini Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berikan contoh berita yang disusun kembali dengan fokus membahas fenomena apa dan mengapa. Namun, di dalam berita ini sudah memuat unsur lain yaitu di mana, kapan, siapa, dan bagaimana:
Apa
Seorang lelaki asal Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, yang diketahui bernama Tuhan, menimbulkan polemik di masyarakat. Meski begitu, nama itu dinilai bisa saja dipengaruhi oleh bahasa tutur milik Suku Using (ada juga yang menyebutnya Suku Osing), suku asli di Kabupaten Banyuwangi. Sehari-hari, laki-laki yang berprofesi sebagai tukang kayu tersebut dipanggil Tohan.

Mengapa
Hal tersebut dijelaskan Antariksawan Yusuf, pemerhati bahasa Using, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/8/2015).
"Mayoritas masyarakat yang tinggal di Kecamatan Licin adalah Suku Using. Bisa jadi, nama Tuhan dipengaruhi oleh bahasa tutur. Ini sama saja dengan 'Using' yang pelafalannya seperti menyebutkan huruf 'o'," urai Yusuf.

Menurut dia, di dalam tutur bahasa Using memang terdapat huruf seperti "o" atau "e" yang ditulis menjadi "u" atau "i". Ia mencontohkan kata "toles" yang dalam bahasa bakunya "tulis", maka jika diberi imbuhan akan menjadi "ditolisi" (ditulisi).
"Hal serupa juga ada dalam bahasa 'mulih' yang artinya adalah pulang. Nah, dalam pengucapannya, itu menjadi 'moleh'. Pada saat orang bilang 'muliho', maka jadi 'moleho'. Penulisan yang benar pun adalah 'Using' bukan 'Oseng'," ujar lelaki yang menulis novel dalam bahasa Using yang berjudul Nawi bkl Inah tersebut.

Menurut Yusuf, wajar saja kalau lelaki yang sehari-hari dipanggil "Tohan" ditulis "Tuhan". Sebab, ini mengikuti kaidah bahasa Using.
"Dalam bahasa Using, 'tuhan' tidak berarti apa-apa karena orang Using menyebutnya 'Pengeran' atau 'Gusti Allah' kalau merujuk kepada Tuhan yang disembah," urai Antariksawan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengimbau agar warga Kabupaten Banyuwangi tersebut mengganti namanya. Menurut Ketua MUI Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori, nama Tuhan dinilai kurang baik secara etika agama. Namun, Tuhan mengaku enggan mengubah namanya. "Nama saya adalah pemberian dari orangtua, jadi saya tidak akan menggantinya," ucap Tuhan.

Sumber: Kompas
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Apa dan Mengapa Ada Orang yang Memiliki Nama "Tuhan" Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi