728x90 AdSpace

19 August 2015

5W1H Berita Kecelakaan Pesawat Trigana Air PK-YRN di Papua

Berita yang baik adalah berita yang lengkap informasinya, setidaknya menjawab pertanyaan 5W1H: What, where, when, who, why, how (ingat: kalau dilafalkan seperti bahasa Cina: wat wer wen, hu wai hau). Dalam B.Indonesia, lebih enak mengingatnya dengan membuat akronim: Adik Simba (Apa, DI mana, Kapan, SIapa, Mengapa, Bagaimana). Apa yang diberitakan, di mana, kapan, dan mengapa terjadi, siapa yang terlibat, dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Selain itu masih ada kata tanya yang lain (kata tanya turunan), misalnya berapa (diturunkan dari How, yaitu How much/ how many), dari mana (diturunkan dari Where, yaitu From where).

Berikut contoh berita yang disusun kembali berdasarkan 5W1H:
Apa, Di mana, dan Kapan
Pesawat Trigana Air PK-YRN mengalami kecelakaan saat terbang dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Pesawat milik Trigana Air dengan rute penerbangan Jayapura (Sentani)-Oksibil itu hilang kontak pada Minggu (16/8/2018) pukul 14.55 WIB.

Siapa
Pesawata Trigana Air PK-YRN membawa 54 penumpang dan kru pesawat. Pesawat itu juga dikabarkan membawa uang tunai sebesar Rp 6,5 miliar yang menurut rencana akan digunakan untuk membayar Simpanan Keluarga Sejahtera sebagai kompensasi kenaikan BBM bagi warga di 8 distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang. Uang tersebut diantar oleh empat pegawai PT Pos Cabang Jayapura yaitu MN Aragae, Agustinus Luanmasse, Yustinus Huruluen, dan Teguh Sane.

Mengapa
Pihak Kementerian Perhubungan belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat Trigana Air di Papua, Minggu (16/8/2015).
"Mengenai penyebabnya menunggu KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Minggu malam.

Bagaimana
Suprasetyo mengatakan, berdasarkan informasi dari masyarakat, pesawat jenis ATR 42 itu jatuh di Distrik Okbape, Pegunungan Bintang setelah menabrak Gunung Tangok, pada Minggu sore.

Penemuan yang disampaikan oleh pihak Kementerian Perhubungan adalah berdasarkan laporan dari masyarakat. Mengenai kondisi pesawat dan seluruh awak juga penumpang akan dijelaskan setelah proses pencarian dan evakuasi yang akan dilanjutan esok pagi.
"Soal ketiadaan radar GPS, itu hasil investigasi KNKT," lanjut Suprasetyo.

Tim SAR Gabungan yang beranggotakan 58 personel berhasil melakukan kerja cepat dan menemukan 54 jenazah penumpang dan kru pesawat Trigana Air PK-YRN, serta kotak hitam pesawat, Selasa (18/8/2015) siang.

Anggota Tim SAR Gabungan melalui jalur darat yang dipimpin Komandan Yonif 133/Yudha Sakti, Letkol Inf Arif Hidayat, mencapai lokasi jatuhnya pesawat di daerah perbukitan pada ketinggian 8.300 kaki setelah berjalan kaki selama 4 jam sekitar pukul 10.00 WIT. Setelah bekerja cepat sekitar 2 jam, Tim SAR Gabungan yang bekerja di jalur darat dan udara berhasil mengumpulkan 54 jenazah penumpang dan kru pesawat.

Berselang beberapa waktu kemudian, Komandan Seksi Yonif 133 Sertu Agus Harahap berhasil menemukan kotak berwarna oranye atau yang lebih dikenal dengan sebutan "black box" (kotak hitam) pesawat. Kotak itu menjadi salah satu bagian penting yang jadi target pencarian, karena berisi rekaman penerbangan (Flight Data Recorder) dan rekaman percakapan di kokpit pesawat (Cockpit Voice Recorder).

Dimodifikasi dari: berbagai sumber
Foto: Kompas
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 5W1H Berita Kecelakaan Pesawat Trigana Air PK-YRN di Papua Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi