Perbedaan dan Persamaan Pantun dengan Syair

Perbedaan dan Persamaan Pantun dengan Syair--
Dalam setiap bait pantun memiliki kesatuan pikiran yang utuh. Biasanya, memiliki lambang yang sesuai dengan norma dan nilai masyarakat setempat. Jika dibedakan menurut isinya, pantun ada beberapa jenis: pantun anak-anak, pantun jenaka, pantun sukacita, pantun dukacita, pantun kiasan, pantun nasihat, dan pantun agama.

Unsur syair terdiri atas unsur fisik dan unsur batin. Unsur fisik syair terdiri atas baris-baris yang bersama-sama membangun bait-bait. Selanjutnya, bait-bait itu membangun keseluruhan makna. Struktur fisik syair memiliki kekhasan tersendiri dengan ciri-ciri yang melekat padanya.

Perbedaan Pantun dengan Syair:
- Pantun: Baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran, baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi; Syair: Baris ke-1 sampai baris ke-4 merupakan isi, tidak ada sampiran.
- Pntun bersajak a-b-a-b, syair bersajak a-a-a-a.
- Pantun berasal dari Melayu, syair berasal dari Arab.

Persamaan Pantun dengan Syair
- Satu bait terdiri atas 4 baris.
- Tiap baris terdiri dari 8-12 sukukata

Contoh Teks Prosedur tentang Cara Berhijab Segiempat

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Contoh Teks Prosedur tentang Cara Berhijab Segiempat-- Teks prosedur adalah teks yang memuat tentang langkah-langkah atau cara membuat sesuatu, melakukan sesuatu, atau menggunakan sesuatu. Langkah-langkah yang disebutkan berupa kalimat yang simpel dan tak memerlukan keterangan tambahan. Teks ini memiliki ciri: 1. Strukturnya terdiri atas: Tujuan dan Langkah-langkah; dan 2. Memuat informasi tentang cara membuat, menggunakan, atau menggunakan/ memakai sesuatu.

Berikut contoh teks-nya:
Para muslimah di era serba canggih ini banyak yang merasa bosan dalam menggunakan model kerudung yang itu-itu saja, apalagi dengan kerudung segi empat. Hanya saja, sebagian orang tidak bisa mengkreasikannya dengan baik. Dalam situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan menghabiskan waktu yang cukup banyak dalam menggunakan jilbab, maka jilbab segi empat adalah solusi yang tepat. Model jilbab yang satu ini sangat mudah dikreasikan, kamu cukup melihat beberapa tutorial lewat internet ataupun buku-buku hijab/jilbab. Tutorial berikut bisa menambah inspirasi kamu dalam menggunakan jilbab segi empat.
Yang perlu diingat, ketika mengkreasikan model kerudung ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti bahan kerudung yang tidak tipis, menutupi bagian kepala hingga dada, dan tidak menyalahi syar'i.
Baca juga:
Contoh Teks Prosedur Kompleks tentang Cara Mendapatkan Uang dari Internet.

Bagaimana cara memasang hijab (jilbab) segiempat dapat dilakukan dengan cara berikut:
Langkah 1 : Gunakan inner jilbab yang sesuai dengan warna kerudung, kemudian pasangkan kerudung segi empat dengan kedua ujung yang sama panjang.

Langkah 2 : Tarik jilbabnya kebagian belakang kemudian rapihkan dan gunakan peniti agar tidak terlepas.

Langkah 3 : Tarik jilbab bagian kanan sehingga seperti gambar diatas.

Langkah 4 : Tarik bagian tengah jilbab kemudian gunakan jarum/bros agar terlihat rapi.

Langkah 5 : Rentangkan jilbab bagian kiri sehingga terlihat seperti gambar.

Langkah 6 : Letakan jilbab yang direntangkan tadi kebagian depan sehingga terlihat rapi.

Langkah 7 : Dengan hasil seperti gambar di atas, kamu bisa menggunakan bros agar terlihat lebih elegan dan menarik. Tadaaaa.......:)

Struktur teks:
- Tujuan: "Para muslimah di era serba......dst."
- Langkah-langkah: "Bagaimana cara memasang hijab......dst."

Sumber tutorial:
klikhijab.blogspot.com

Tags: #contoh teks prosedur membuat makanan #contoh teks prosedur singkat #contoh teks prosedur tentang cara mengurus kartu pelajar #contoh teks prosedur sederhana #pengertian teks prosedur #contoh teks prosedur cara membuat layang-layang

Contoh Soal Menentukan/ Mengidentifikasi Frasa (Kelompok Kata)

Contoh Soal Menentukan/ Mengidentifikasi Frasa (Kelompok Kata)
Contoh Soal Menentukan/ Mengidentifikasi Frasa (Kelompok Kata)--
1. Kata berikut yang bukan merupakan kelompok kata adalah ....
a. anjing galak
b. rumah sakit
c. transmigrasi
d. mahasiswa

2. Kalimat di bawah ini yang mengandung frasa adalah ....
a. Raihan melihat bunga mawar di taman bersama adiknya.
b. Gani tidak dapat melihat pertunjukan karena terhalang tembok besar.
c. Sepertinya ia terlalu banyak menggunakan kertas HVS.
d. Ia terburu-buru masuk ke kamar mandi saat ibunya pulang.

3. Berikut ini yang merupakan kelompok kata adalah ....
a. mengalir deras
b. Gunung Sunda
c. Kota Subang
d. wisatawan

4. Mayoritas pasien diare adalah anak-anak kecil dan anak balita. Mereka sangat rentan terserang diare jika tinggal di lingkungan yang kotor.
Kelompok kata yang terdapat pada teks di atas adalah ....
a. pasien diare
b. anak-anak
c. sangat rentan
d. anak balita

5. Bus kota merupakan alat transportasi utama bagiku, sebab hanya itulah kendaraan satu-satunya yang melewati sekolahku. Pagi itu, seperti biasa aku berjuang setengah mati untuk berebut masuk ke dalamnya. Sudah bukan hal yang asing lagi kalau masuk bus baju rapi, keluar bus jadi lecek. Kepalaku sudah biasa beradu dengan benda lain, entah kaca jendela, besi pegangan, tas bawaan, atau kepala orang lain.
Berikut ini yang bukan merupakan kelompok kata yang terdapat pada teks di atas adalah . ...
a. bus kota
b. alat transportasi
c. setengah mati
d. baju rapi
.

Mengidentifikasi Rujukan Kata dalam Teks Biografi

Mengidentifikasi Rujukan Kata dalam Teks Biografi-- Disajikan kutipan teks biografi, peserta didik dapat mengidentifikasi rujukan kata.
Pada tanggal 3 Juli 1922 Ki Hajar Dewantara bersama dengan rekan-rekan seperjuangannya mendirikan perguruan yang bercorak nasional, yaitu Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa (Perguruan Nasional Taman Siswa). Melalui perguruan Taman Siswa dan tulisan-tulisannya yang berjumlah ratusan, Ki Hajar Dewantara berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.
Kata -nya pada kata bergaris bawah dalam kutipan teks biografi di atas adalah ....
a. tanggal 3 Juli 1922
b. Ki Hajar Dewantara
c. perguruan
d. Taman Siswa

Tags: #contoh kata rujukan #contoh kalimat rujukan #contoh kata rujukan dan kalimatnya #contoh kata rujukan dan kata yang dirujuk #contoh kata rujukan dan yang dirujuk #contoh kata rujukan dan kata yg dirujuk #contoh kata rujukan dalam kalimat #5 contoh kata rujukan

Contoh Soal Menentukan Pertanyaan/ Jawaban Isi Teks Eksplanasi

Contoh Soal
Contoh Soal Menentukan Pertanyaan/ Jawaban Isi Teks Eksplanasi-- Disajikan kutipan teks, siswa dapat menjawab/ menentukan pertanyaan atas isi teks eksplanasi

Simaklah kutipan teks berikut:
Kata "tsunami" berasal dari bahasa Jepang yang berarti pelabuhan ("tsu") dan gelombang ("nami". Tsunami adalah rangkaian gelombang yang timbul akibat air yang ada di danau atau di laut secara cepat bergerak dalam skala yang besar.
Apakah yang dimaksud dengan tsunami?
Jawaban pertanyaan tersebut adalah . . . .
a. Tsunami berasal dari bahasa Jepang
b. Tsunami berasal dari kata "tsu"
c. Tsunami berasal dari kata "nami"
d. Tsunami adalah rangkaian gelombang yang timbul akibat air yang ada di danau atau di laut secara cepat bergerak dalam skala yang besar

Contoh Soal Menentukan Unsur Intrinsik Puisi tentang Binatang

Contoh Soal Menentukan Unsur Intrinsik Puisi tentang Binatang--
Disajikan kutipan puisi tentang binatang, peserta didik dapat menentukan unsur intrinsiknya.
Simak kutipan puisi berikut:
.....
Perhatikan penggalan puisi berjudul “Gajah” berikut!
Anak-anak, pernahkah kamu melihat gajah?
Di kebun binatang atau dalam buku sekolah?
Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi
Kedua telinganya lebar melambai-lambai
Hidungnya panjang, bernama belalai

Tema kutipan puisi tersebut adalah ....
a. kekaguman terhadap gajah
b. gajah binatang yang besar
c. anak-anak melihat gajah
d. deskripsi binatang gajah

Contoh Soal Menyusun Teks Fabel yang Acak

Contoh Soal Menyusun Teks Fabel yang Acak--
Disajikan kutipan teks fabel yang acak, peserta didik dapat menyusunnya menjadi teks fabel yang urut.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
.....
1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.

Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....
a. 4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6
b. 4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5
c. 4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6
d. 4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

Contoh Soal Menentukan Unsur Intrinsik Teks Fabel

Contoh Soal Menentukan Unsur Intrinsik Teks Fabel--
Disajikan teks fabel, peserta didik dapat menentukan unsur intrinsiknya.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
.....
Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk. “Hm, sepertinya, aku hanya cocok untuk melakukan pekerjaan di luar ruangan. Ya, ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya. Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si tikus itu bernama Kus. Si tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ. “Halo, teman!” Sapa Jiji.
“Hai,” sahut Kus Tikus.
Amanat kutipan teks cerita fabel di atas adalah ....
a. Jangan memilih pekerjaan sebagai kondektur bus.
b. Kita harus membantu teman mencari pekerjaan.
c. Kita tak boleh putus asa mencari pekerjaan yang sesuai.
d. Jangan mengejek teman yang pekerjaannya sebagai tukang cat.

Contoh Soal Meringkas Teks Fabel

Contoh Soal Meringkas Teks Fabel--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat meringkas teks fabel.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
.....
Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk. “Hm, sepertinya, aku hanya cocok untuk melakukan pekerjaan di luar ruangan. Ya, ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya. Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si tikus itu bernama Kus. Si tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ. “Halo, teman!” Sapa Jiji.
“Hai,” sahut Kus Tikus.
Ringkasan kutipan teks cerita fabel di atas yang benar adalah ....
a. Jiji terlalu besar untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jadi kondektur bus, namun lehernya yang panjang itu harus dikeluarkan jika berada di dalam bus. Ditawari jadi sopir truk, namun lehernya tertekuk jika duduk di ruang kemudi. Sementara sahabatnya, si Kus Tikus yang bekerja sebagai tukang cat rumah terlihat berat saat harus mengecat bagian rumah yang tinggi.
b. Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jadi kondektur bus, namun lehernya yang panjang itu harus ditekuk jika berada di dalam bus. Ditawari jadi sopir truk, namun lehernya tertekuk jika duduk di ruang kemudi. Sementara sahabatnya, si Kus Tikus yang bekerja sebagai tukang cat rumah terlihat berat saat harus mengecat bagian rumah yang tinggi.
c. Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jadi kondektur bus, namun lehernya yang panjang itu harus dikeluarkan jika berada di dalam bus. Ditawari jadi sopir taksi, namun lehernya tertekuk jika duduk di ruang kemudi. Sementara sahabatnya, si Kus Tikus yang bekerja sebagai tukang cat rumah terlihat bahagia saat harus mengecat bagian rumah yang tinggi.
d. Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jadi kondektur bus, namun lehernya yang panjang itu harus ditekuk jika berada di dalam bus. Ditawari jadi sopir taksi, namun lehernya tertekuk jika duduk di ruang kemudi. Sementara sahabatnya, si Kus Tikus yang bekerja sebagai tukang cat rumah terlihat berat saat harus mengecat bagian rumah yang tinggi.

Contoh Soal Menentukan Topik Teks Fabel

Contoh Soal Menentukan Topik Teks Fabel--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat menentukan topik-topiknya.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
.....
Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk. “Hm, sepertinya, aku hanya cocok untuk melakukan pekerjaan di luar ruangan. Ya, ya, “gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya.
Topik kutipan teks cerita fabel di atas yang benar adalah ....
a. Badan Jiji terlalu besar untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya.
b. Jiji ditawari jadi kondektur bus, namun lehernya yang panjang itu harus ditekuk jika berada di dalam bus, dan itu membuat lehernya nyeri.
c. Jiji ditawari jadi sopir taksi, namun lehernya tertekuk jika duduk di ruang kemudi.
d. Sahabatnya, si Kus Tikus yang bekerja sebagai tukang cat rumah begitu ulet dan rajin.

Contoh Soal Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital

Contoh Soal Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi kata yang kurang tepat penggunaan huruf kapitalnya.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
Pada suatu pagi 1) Sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam 2) Lumpur. 3) Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
Untunglah saat itu ada seekor 4) Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, 5) kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah 6) semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kata yang salah penggunaan huruf kapitalnya adalah nomor ....
a. 1 - 2 - 3 - 4
b. 2 - 3 - 4 - 6
c. 1 - 3 - 4 - 6
d. 2 - 3 - 4 - 5

Di hutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada di tubuhnya akan menusuk temannya.
Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari di saat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.
Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....
a. Landak, Landa
b. landak, landa
c. Landak, landa
d. landak, Landa

Contoh Soal Mengubah Kalimat Aktif menjadi Kalimat Pasif

Contoh Soal Mengubah Kalimat Aktif menjadi Kalimat Pasif--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi kalimat yang dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
1) Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. 2) Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. 3) Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. 4) Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu.
Kalimat yang dapat diubah menjadi kalimat pasif adalah kalimat nomor ....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif.

Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut.
“Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
Ternyata, kepompong yang dulu diejek sudah menyelamatkan dirinya.
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
Kalimat pasif yang tepat hasil pengubahan kalimat yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah ....
a. Sang Semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah diselamatkan nyawanya.
b. Kupu-kupu dipujinya sebagai binatang yang hebat dan terpuji.
c. Mendengar pujian itu, semut dikatakan oleh kupu-kupu.
d. sang semut dijanjikan oleh kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu

Contoh Soal Mengidentifikasi Kata Kerja Aktif Transitif dan Intransitif

Contoh Soal Mengidentifikasi Kata Kerja Aktif Transitif dan Intransitif--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi kata kerja aktif transitif dan intransitif.
Simak kutipan teks cerita fabel berikut:
Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
Kata kerja aktif transitif yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah ....
a. berjalan
b. berteriak
c. meminta
d. melintas

Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut.
“Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
Ternyata, kepompong yang dulu diejek sudah menyelamatkan dirinya.
Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.
Kata kerja aktif intransitif yang terdapat dalam kutipan teks tersebut adalah ....
a. berterima kasih
b. menyelamatkan
c. memuji
d. mendengar

Contoh Soal Kelas VIII Mengidentifikasi Struktur Teks Fabel

Contoh Soal Kelas VIII Mengidentifikasi Struktur Teks Fabel--
Disajikan teks fabel, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut untuk menjawab soal no.1 dan 2:
(1)Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”

(2)Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

1. Kutipan teks bernonor (1) tersebut merupakan bagian apa dari struktur teks cerita fabel?
a. orientasi
b. komplikasi
c. resolusi
d. koda

2. Kutipan teks bernomor (2) tersebut merupakan bagian apa dari struktur teks cerita fabel?
a. orientasi
b. komplikasi
c. resolusi
d. koda

Contoh Soal Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks Biografi

Contoh Soal Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks Biografi--
Disajikan teks biografi, peserta didik dapat menjawab pertanyaan tentang isi bacaan.
Simak teks biografi berikut:
Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya. Ketika berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Tujuannya berganti nama adalah agar ia dapat bebas dekat dengan rakyatnya.

1. Mengapa Raden Mas Soewardi Soeryaningrat mengganti namanya?
a. karena berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta
b. karena ia sangat sederhana
c. karena ia ingin dekat dengan rakyatnya
d. karena ia dapat dekat dengan rakyatnya

2. Kapan dan di mana Ki Hajar Dewantara dilahirkan?
a. Di keraton Yogyakarta tanggal 2 Mei
b. Di Solo tanggal tanggal 2 Mei
c. Di Yogyakarta tanggal 2 Mei 1889
d. Di Solo tanggal 2 Mei 1889

Tautan (Link) Contoh Soal Pilihan Ganda B.Indonesia SMP/MTs Kurikulum 2013

Tautan (Link) Contoh Soal Pilihan Ganda B.Indonesia SMP/MTs Kurikulum 2013--
Selamat datang. Kamu berada di blog Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu, blog tempat belajar Bahasa Indonesia melalui jari-jari kamu.
Di blog ini, kamu dapat mempelajari contoh-contoh soal obyektif mata pelajaran bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Silakan pilih dan klik judul-judul di bawah ini.


KELAS VII:

KELAS VIII:

Contoh Soal Membuat Kalimat Definisi

Contoh Soal Membuat Kalimat Definisi-- Disajikan beberapa kata, peserta didik dapat membuat kalimat definisinya.

1. Perhatikan beberapa kata berikut:
1) daun
2) batang
3) dahan
4) akar
Kalimat definisi yang tepat adalah ....
a. Daun merupakan bagian tanaman yg tumbuh berhelai-helai pd ranting (biasanya hijau) sbg alat bernapas dan mengolah zat makanan
b. Batang adalah bagian tumbuhan yg berada di dalam tanah
c. Dahan ialah bagian batang pohon yg tumbuh di akar
d. Akar termasuk bagian tumbuhan yg biasanya tertanam di dalam tanah sbg penguat hembusan angin dan mengolah zat makanan

2. Kalimat definisi yang tepat adalah ....
a. Manusia adalah makhluk yang berkembang biak dan dapat membentuk sebuah peradaban.
b. Manusia adalah makhluk yang berpikir dan dapat membentuk sebuah peradaban.
c. Manusia adalah makhluk yang berpikir dan dapat membentuk sebuah keluarga.
d. Manusia adalah makhluk yang berkembang biak dan dapat membentuk sebuah masyarakat.
Tags: #kalimat definisi #ciri ciri kalimat definisi #kalimat definisi dan contohnya #kalimat definisi dengan kata kerja

Contoh Soal Mengidentifikasi Kata Berimbuhan (Afiks)

Contoh Soal Mengidentifikasi Kata Berimbuhan (Afiks)-- Disajikan sebuah teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi kata berimbuhan.
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.
Kata berawalan (prefiks) yang terdapat pada teks laporan hasil observasi tersebut adalah ....
a. lingkungan
b. berhubungan
c. berkembang
d. menciptakan

Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
Kata berakhiran (sufiks) yang dominan digunakan dalam kutipan teks di atas menyatakan hubungan ....
a. merupakan
b. kedua
c. memiliki
d. tumbuhan

Kata yang dicetak tebal pada kalimat berikut ini adalah kata berimbuhan, kecuali ....
a. Sesuatu yang harus dilompati adalah kotak-kotak yang digambar di atas tanah atau lantai semen.
b. Gacuk adalah benda pipih yang dilemparkan ke setiap kotak.
c. Serunya anak-anak bermain ingkling hingga kini masih dapat ditemui di beberapa kampung di Jogjakarta.
d. Setiap peserta berlomba untuk menjadi orang pertama yang berhasil melemparkan gacuk ke semua kotak.

Dua orang anak sedang bermain dakon. Keduanya duduk.... di sebuah pendopo rumah.
Kata berimbuhan yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ....
a. menghadap
b. dihadapkan
c. berhadapan
d. menghadapkan

Secara keseluruhan, tempat ini dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang memiliki hobi berpetualang.
Kata berimbuhan keseluruhan pada kalimat di atas memiliki kata dasar....
a. luruh
b. seluruh
c. seluruhan
d. keseluruh

Di antara begitu banyaknya permasalahan pemerintahan dan kemasyarakatan yang dihadapi bangsa ini, pengembangan kepariwisataan hanyalah merupakan satu di antara berbagai tantangan.
lmbuhan yang tidak terdapat pada kata berimbuhan dalam teks di atas adalah . . ..
a. di-kan
b. pe-an
c. ke-an
d. -an

Beberapa waktu lalu hama menyerang ribuan tanaman kelapa di Kabupaten Jailolo, Maluku Utara.
Kata yang dicetak miring pada kalimat di atas mendapat imbuhan ... dan merupakan kelas kata ....
a. me-, benda
b. me-, sifat
c. me-, kerja
d. me-, keterangan

Kalimat berikut memiliki kata kerja berimbuhan berupa awalan dan akhiran, kecuali ...
a. Anggota kelas VIII sepak menyaksikan pertandingan bola sore nanti
b. Ari memiliki kegemaran mengintip burung hantu
c. Jono memelototi motor rakitan inovasi yang dipamerkan tersebut
d. Mereka melihat pemandangan pagi itu dengan riang.
.

Contoh Soal Kelas VII Mengidentifikasi Kata Hubung (Konjungsi)

Contoh Soal Kelas VII Mengidentifikasi Kata Hubung (Konjungsi)-- Disajikan sebuah teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi kata hubung.
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.
Kata hubung yang terdapat pada teks laporan hasil observasi tersebut adalah ....
a. dan
b. tetapi
c. sehingga
d. atau

Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
Kata hubung yang dominan digunakan dalam kutipan teks di atas menyatakan hubungan ....
a. penambahan
b. perlawanan
c. sebab-akibat
d. pemilihan

Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies. Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang. Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan.
Kata hubung yang digunakan dalam kutipan teks deskripsi tersebut adalah ....
a. pada
b. dalam
c. ketika
d. atau

Kami berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi kami dan pembaca.
Konjungsi yang terdapat pada kalimat di atas adalah ....
a. penambahan
b. perlawanan
c. sebab-akibat
d. pemilihan

Gacuk lawan juga tidak boleh terinjak. Jika terinjak akan terkena aturan midak gacuk (menginjak gacuk) sehingga giliran pun berpindah ke peserta lain.
Konjungsi yang terdapat pada kalimat atas adalah ....
a. penambahan
b. perlawanan
c. sebab-akibat
d. pemilihan

Kalimat definisi ditandai dengan adanya kata penghubung berikut, kecuali ....
a. ialah
b. termasuk
c. seperti
d. merupakan

Kalimat berikut ini yang memiliki konjungsi sebab-akibat adalah .....
a. Keinginan menjadikan anak didik mandiri dan berprestasi begitu kentara pada SMPN 1 Tanjung.
b. Ketika saya akan pulang, tanaman jagung itu sudah tumbuh dengan subur.
c. Pasar akan segera direnovasi sehingga semua pedagang akan dipindahkan untuk sementara waktu
d. Kemungkinan besar pasokan barang impor akan dikurangi atau mungkin ditiadakan.

Pada kurun waktu dekade ini banyak dibudidayakan jenis buah-buahan segar yang bekhasiat sebagai obat. Buah melodi contohnya. Buah ini merupakan perpaduan dari buah tomat dan mentimun. Buah itu diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jenis buah berkhasiat lain yang dibudidayakan, antara lain buah naga dan buah merah.
Konjungsi digunakan dalam teks di atas pada ....
a. kalimat kedua
b. kalimat ketiga
c. kalimat keempat
d. kalimat kelima

Pendidikan kesehatan di sekolah bertujuan agar murid mengetahui fakta-fakta ilmiah tentang kesehatan, memiliki sikap yang menyetujui keadaan sehat dan melaksanakan kebiasaan baik untuk hidup sehat,... kesehatan sendiri maupun komunitas bertambah baik.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah .. ..
a. dan
b. ketika
c. sehingga
d. oleh karena itu

Anita sibuk membersikan rumah, .......Yandi duduk santai.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ....
a. saat
b. tetapi
c. dan
d. walaupun

Jagalah kesehatan...tidak terserang penyakit.
Konjungsi yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah....
a. tetapi
b. namun
c. kalau
d. agar

Contoh Soal Kelas VII Mengidentifikasi Frasa (Kelompok Kata)

Contoh Soal Kelas VII Mengidentifikasi Frasa (Kelompok Kata)-- Disajikan sebuah teks bacaan, peserta didik dapat mengidentifikasi frasa.

Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik. Lingkungan hidup ini mencakupi benda hidup dan benda mati. Benda hidup perlu makanan dan berkembang biak seperti manusia, binatang, dan tumbuhan. Benda mati antara lain tanah, air, api, batu, dan udara. Jika terpelihara dengan baik, lingkungan hidup itu dapat menciptakan masyarakat yang sehat, aman, tenteram, lahir dan batin.
Frasa yang terdapat pada teks laporan hasil observasi tersebut adalah ....
a. lingkungan hidup
b. mencakupi benda
c. makanan dan berkembang
d. jika terpelihara

Indonesia merupakan paru-paru dunia kedua. Indonesia memiliki hutan lebat yang memberikan banyak oksigen. Di negara ini terdapat tumbuhan dan hewan yang khas, seperti matoa, kayu cendana, burung cendrawasih, orang utan, dan komodo.
Frasa yang terdapat pada teks laporan hasil observasi tersebut adalah ....
a. Indonesia merupakan
b. hutan lebat
c. tumbuhan dan hewan
d. dan komodo

1. Kata berikut yang bukan merupakan kelompok kata adalah ....
a. anjing galak
b. rumah sakit
c. transmigrasi
d. mahasiswa

2. Kalimat di bawah ini yang mengandung frasa adalah ....
a. Raihan melihat bunga mawar di taman bersama adiknya.
b. Gani tidak dapat melihat pertunjukan karena terhalang tembok besar.
c. Sepertinya ia terlalu banyak menggunakan kertas HVS.
d. Ia terburu-buru masuk ke kamar mandi saat ibunya pulang.

3. Berikut ini yang merupakan kelompok kata adalah ....
a. mengalir deras
b. Gunung Sunda
c. Kota Subang
d. wisatawan

4. Mayoritas pasien diare adalah anak-anak kecil dan anak balita. Mereka sangat rentan terserang diare jika tinggal di lingkungan yang kotor.
Kelompok kata yang terdapat pada teks di atas adalah ....
a. pasien diare
b. anak-anak
c. sangat rentan
d. anak balita

5. Bus kota merupakan alat transportasi utama bagiku, sebab hanya itulah kendaraan satu-satunya yang melewati sekolahku. Pagi itu, seperti biasa aku berjuang setengah mati untuk berebut masuk ke dalamnya. Sudah bukan hal yang asing lagi kalau masuk bus baju rapi, keluar bus jadi lecek. Kepalaku sudah biasa beradu dengan benda lain, entah kaca jendela, besi pegangan, tas bawaan, atau kepala orang lain.
Berikut ini yang bukan merupakan kelompok kata yang terdapat pada teks di atas adalah . ...
a. bus kota
b. alat transportasi
c. setengah mati
d. baju rapi
.

Contoh Soal Kelas VII Mendeskripsikan Benda Secara Rinci

Contoh Soal Kelas VII Mendeskripsikan Benda Secara Rinci-- Disajikan sebuah gambar, peserta didik dapat mendeskripsikannya secara rinci.

Perhatikan gambar berikut:

Deskripsi yang tepat atas gambar tersebut adalah....
a. Pemandangan di air terjun ini sungguh sangat indah. Airnya jernih. Di sebelah kiri dan kanannya terdapat sebuah rumah berwarna kuning yang menyejukkan mata.
b. Pemandangan di air terjun ini sungguh sangat indah. Airnya putih jernih. Di sebelah kiri dan kanannya tumbuh subur pohon kelapa dan pinus yang hijau menyejukkan mata. Ada sebuah rumah berwarna kuning di dekatnya.
c. Pemandangan di air terjun ini sungguh sangat indah. Airnya jernih mengairi sawah-sawah yang ada di dekatnya. Di sebelah kiri dan kanannya tumbuh subur tetumbuhan yang hijau menyejukkan mata. Ada sebuah rumah berwarna kuning di dekatnya.
d. Pemandangan di air terjun ini sungguh sangat indah. Airnya putih jernih. Di sebelah kiri dan kanannya tumbuh subur tetumbuhan yang hijau menyejukkan mata. Ada sebuah rumah berwarna kuning di dekatnya.

Contoh Soal Kelas VII Menyusun Teks Deskripsi Acak

Contoh Soal Kelas VII Menyusun Teks Deskripsi Acak--
Disajikan kutipan teks bacaan acak, peserta didik dapat menyusunnya secara urut.

1. Perhatikan kutipan teks deskripsi berikut!
1). Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak kaki, tubuh, lengan, dan kepala. Penari tidak hanya lentur tubuhnya, tetapi juga harus terampil. Ada berbagai gerak dalam tari Gambyong.
2). Gerak srisig adalah gerak dengan sikap berdiri jinjit dilanjutkan dengan langkah-langkah kecil. Nacah miring yaitu kaki kiri bergerak ke samping, bergantian disusul kaki kanan diletakkan di depan kaki kiri. Kengser adalah gerak kaki ke samping dengan cara bergeser dengan posisi kaki tetap merapat ke lantai. Gerak embat atau entrag adalah gerak dengan posisi lutut yang membuka karena mendhak bergerak ke bawah dan ke
atas. Selain itu, ada juga gerak berjalan (sekaran mlaku), dan gerak di tempat (sekaran mandheg).
3). Tari Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan. Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong. Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta. Dia mahir dalam menari dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.
Urutan teks yang tepat sesuai dengan struktur teks deskripsi adalah ....
a. 1 - 3 - 2
b. 3 - 1 - 2
c. 2 - 3 - 1
d. 3 - 2 - 1

2. Perhatikan deskripsi bagian dari teks deskripsi Tari Kecak yang acak berikut!
1) Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies.
2) Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang.
3) Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan.
4) Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala.
5) Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukkan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi teks deskripsi yang sistematik jika disusun dengan urutan……
a. 1)-2)-3)-4)-5)
b. 1)-3)-5)-2)-4)
c. 2)-3)-1)-5)-4)
d. 3)-2)-4)-1)-5)

3. Perhatikan kutipan suatu bagian teks deskripsi yang acak berikut!
1) Tari Gambyong adalah tarian untuk menyambut tamu atau mengawali suatu resepsi perkawinan.
2) Penari ini hidup pada zaman Sunan Paku Buwana IV di Surakarta.
3) Tarian ini dinamai sesuai dengan nama penari yang bernama Gambyong.
4) Dia mahir dalam menari dan memiliki suara merdu sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi bagian teks deskripsi yang sistematik jika disusun dengan urutan……
a. 1)-2)-3)-4)
b. 1)-3)-2)-4)
c. 2)-3)-1)-4)
d. 3)-2)-4)-1)

Contoh Soal Kelas VII Melabeli dan Mendeskripsi

Contoh Soal Kelas VII Melabeli dan Mendeskripsi-- Disajikan sebuah gambar, peserta didik dapat melabeli dan mendeskripsikannya.

Perhatikan gambar berikut:

Deskripsi benda yang bertanda panah pada gambar tersebut sesuai dengan struktur teks laporan hasil observasi adalah....
a. Sungai adalah aliran air yang membelah daratan dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Bagian asal sungai disebut hilir dan bagian arah ke mana air mengalir disebut hulu. Air bermanfaat bagi manusia untuk minum.
b. Sungai adalah aliran air yang membelah daratan dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Bagian asal sungai disebut hulu dan bagian arah ke mana air mengalir disebut hilir. Air bermanfaat bagi hewan dan tumbuhan saja.
c. Sungai adalah aliran air yang membelah daratan dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Bagian asal sungai disebut hulu dan bagian arah ke mana air mengalir disebut hilir. Air bermanfaat bagi manusia untuk diminum, mandi, pengairan, dan lain-lain.
d. Sungai adalah aliran air yang membelah daratan dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah. Bagian asal sungai disebut hulu yang berwarna keruh dan bagian arah ke mana air mengalir disebut hilir yang berwarna bening. Air bermanfaat bagi manusia untuk minum.

Contoh Soal Kelas VII Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks Deskripsi

Contoh Soal Kelas VII Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks Deskripsi--
Disajikan teks bacaan, peserta didik dapat menjawab pertanyaan tentang isi bacaan.
1. Simak teks deskripsi berikut:
Penari Saman berjumlah ganjil. Mereka menyanyikan syair lagu berbahasa Gayo bercampur dengan bahasa Arab saat menari. Nyanyian dalam Tari Saman dibagi dalam lima macam. Regnum adalah nyanyian berupa suara auman. Dering adalah suara auman yang dilakukan oleh semua penari. Redet adalah lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari. Sek adalah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak. Saur yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo. Selain nyanyian, gerakan penari Saman diiringi alat musik berupa gendang, suara teriakan penari, tepuk tangan penari, tepuk dada penari, dan tepuk paha penari. Gerak dalam tari itu disebut guncang, kirep, lingang, dan surang-saring (semua nama gerak ini adalah bahasa Gayo).
Berasal dari bahasa apa nama gerak dalam tari Saman?
a. bahasa Gayo
b. bahasa Arab
c. bahasa Melayu
d. bahasa Indonesia

2. Siapakah yang menyanyikan saur?
a. seorang penari
b. semua penari
c. penyanyi Arab
d. penyanyi solo diikuti semua penari

3. Nyanyian syair lagu tari Saman berasal dari bahasa apa?
a. bahasa Indonesia dan Gayo
b. bahasa Arab dan Indonesia
c. bahasa Melayu dan Gayo
d. bahasa Gayo dan Arab

Eksotisnya Perjalanan Kegiatan Pendampingan Implementasi K.13 Tim II (Dua)

Eksotisnya Perjalanan Kegiatan Pendampingan Implementasi K.13 Tim II (Dua)--
Dalam kurun waktu 1,5 bulan (4 September hingga 16 Oktober, diperpanjang menjadi 20 Oktober), saya melakukan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di Klaster 4, 6, dan 7 Kabupaten Tabalong. Selama pendampingan itu, saya dan guru sasaran yang bersangkutan sama-sama mendapat pengalaman dan manfaat baik langsung maupun taklangsung bagi perbaikan kinerja guru, khusunya dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Terkait dengan hal ini, selain memublikasikan hasil pendampingan, saya juga publikasikan bagaimana eksotisnya perjalanan yang ditempuh. Melelahkan dan kadang rasa jenuh menghinggapi. Karena dibawa enjoy dengan cara berfoto-ria, di antaranya, rasa lelah dan jenuh itu, terbasuhkan.

Seminggu lagi, 20 Oktober, kegiatan ini akan berakhir, dan mungkin masih akan ada foto yang diupdate nanti. Mungkin pula, foto yang dipajang di sini belum se-eksotis tim III atau IV. Namun foto ini turut jadi saksi komitmen kami, para guru pendamping, untuk memasyarakatkan kurikulum 2013 ke guru sasaran, walau debu dan musim kabut asap menghadang.

TIM II:
Yadi Karnadi (B.Indonesia), Imam Nashokha (Pkn), Luthfia Noor (Matematika), Arief Rahman (IPS), Kamrani (IPA), Irmi Rusida (BP/BK), Edi Haryanto (Seni Budaya), Faridi Hatta (Penjasorkes, tidak ada di foto ini), Febrianti (B.Inggris, tidak ada di foto ini).

Cluster 4:
SMPN 1 Tanta, SMP Terbuka Tanta, SMPN 2 Tanta, SMPN 3 Tanta, SMPN 4 Tanta.

Cluster 6:
SMPN 1 Banua Lawas, SMPN 1 Pugaan, SMPN 3 Banua Lawas, SMPN 2 Pugaan, SMPN 4 Banua Lawas, SMPN 3 Kelua.

Cluster 7:
SMPN 1 Kelua, SMPN 2 Kelua, SMPN 1 Muara Harus, SMPN 4 Kelua, SMPN 2 Banua Lawas , SMPN 2 Muara Harus.

Sumber foto:
pribadi, Pak Imam, Pak Kamrani, dan kawan-kawan
BBM

Hasil Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN I

Hasil Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN I-- Dalam kurun waktu 1,5 bulan (4 September hingga 16 Oktober), saya melakukan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di Klaster 4, 6, dan 7 Kabupaten Tabalong. Selama pendampingan itu, saya dan guru sasaran yang bersangkutan sama-sama mendapat pengalaman dan manfaat baik langsung maupun taklangsung bagi perbaikan kinerja guru, khusunya dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Terkait dengan hal ini, saya akan publikasikan hasil pendampingan saya agar bisa dijadikan bahan masukan bagi guru yang bersangkutan dan buat guru yang lain yang membaca posting ini. Namun, untuk menjaga privasi guru dan sekolah yang bersangkutan, saya tidak dapat mempublikasikan hal yang berkait dengan nama, lokasi, dan waktu (tanggal) pendampingan. Artikel inipun hanya memuat bagian 'Hasil Pendampingan' yang terdapat pada bab II laporan hasil pendampingan. Foto yang dipampang pun tidak menyertakan guru yang bersangkutan.
Siswa sedang berdiskusi Siswa saat presentasi
1. Kegiatan Pendampingan ON 1
Untuk penyusunan RPP, guru sasaran lumayan mengerjakan dengan baik, namun masih perlu perbaikan di sana-sini seperti menentukan indikator dari KD yang dipilih terutama yang terkait dengan sikap (spiritual dan sosial). Langkah kegiatan pembelajaran dalam kegiatan inti belum sepenuhnya didesain secara saintifik. Teknik penilaian beserta instrumen dan rubrik untuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap belum ada sama sekali.

Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik dan terkesan belum siap. Pembelajaran dimulai dengan salam, mengecek kehadiran siswa, namun tidak menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada kegitan inti, guru belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik. Tidak ada pula kegiatan mengajak siswa mengingat pelajaran yang lalu. Guru meminta siswa membentuk kelompok lalu membagikan teks cerpen, dan meminta siswa membaca dan menelaah unsur intrinsiknya. Sementara itu, guru duduk di meja guru, membuka lembaran-lembaran kertas. Sesekali berdiri mengecek pekerjaan siswa. Empat puluh menit kemudian, guru meminta siswa mengumpulkan pekerjaannya seadanya saja. Guru dan siswa lalu membahas jawaban. Guru membacakan soal, siswa diminta menjawab dengan cara ditunjuk terlebih dahulu. Hingga proses kegiatan inti ini selesai, guru tak terlihat melakukan penilaian sikap.
Di akhir pelajaran, guru dan siswa tidak menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan itu.

Merujuk hasil temuan dari proses pembelajaran ON 1, guru pendamping membahas bersama dengan guru sasaran untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru sasaran tersebut dan dapat menentukan di bagian mana yang akan dilakukan perbaikan-perbaikan.

2. Kegiatan Pendampingan ON 2
Untuk penyusunan RPP, guru sasaran sudah mengerjakan dengan lebih baik, walau belum memuaskan. Walau sudah ada indikator dari KD yang dipilih yang terkait dengan sikap (spiritual dan sosial), namun langkah kegiatan pembelajaran dalam kegiatan inti masih belum sepenuhnya didesain secara saintifik. Teknik penilaian beserta instrumen dan rubrik untuk pengetahuan, keterampilan, dan sikap dimasukkan dalam lampiran.

Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik dan terkesan tidak biasa (kikuk). Pembelajaran dimulai dengan salam, mengecek kehadiran siswa, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru lalu mengajak siswa mengingat pelajaran yang lalu, kemudian meminta siswa membentuk kelompok. Pada kegiatan inti, guru belum sepenuhnya menerapkan pendekatan saintifik. Guru membagikan teks cerpen, dan meminta siswa mengidentifikasi struktur, ciri, dan unsur-unsurnya. Sementara itu, guru duduk di meja guru, melakukan penilaian sikap sambil sesekali berdiri mengecek pekerjaan siswa. Sekitar tiga puluh menit kemudian, guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan. Guru membimbing siswa bagaimana cara mempresentasikan. Tidak ada kelompok lain yang menanggapi kendati guru sudah mempersilakan jika ada.
Di akhir pelajaran, guru lupa mengajak siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan itu.

Merujuk hasil temuan dari proses pembelajaran ON 2, guru pendamping membahas bersama dengan guru sasaran tentang pengalaman hari itu, dan berdiskusi mengenai pengonversian nilai berdasarkan tabel dan rumus yang ada (hasil pendampingan terlampir).

DUKUNGAN DAN HAMBATAN
1. Dukungan
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk menyiapkan peserta didik untuk sukses dalam menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan kehidupan di era globalisasi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Ketika guru sasaran memberikan materi pelajaran, guru lumayan memiliki penguasaan materi tentang unsur intrinsik cerita pendek yang baik.

2. Hambatan
Kurikulum 2013 harus menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai suatu keutuhan. Kendati guru sasaran cukup menguasai materi pelajaran, namun buah kebiasaan sebelumnya belum bisa ditepis. Guru masih terlalu mendominasi. Kebiasaan memberi pembelajaran tanpa melakukan penilaian berupa observasi sikap terhadap siswa juga masih tampak karena guru telah memiliki gaya mengajar dan pola pikir dalam mendidik yang cenderung tidak berubah, yakni berorientasi konten dan penyelesaian materi. Siswa belum terbiasa menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi di kelas. Bagi guru yang bersangkutan, perlu lebih banyak belajar tentang kemampuan pedagogis walau statusnya masih seorang guru honor dan masih muda.

Sebelumnya: SMPN H
Selanjutnya: SMPN J

Hasil Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN H

Hasil Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di SMPN H-- Dalam kurun waktu 1,5 bulan (4 September hingga 16 Oktober), saya melakukan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 di Klaster 4, 6, dan 7 Kabupaten Tabalong. Selama pendampingan itu, saya dan guru sasaran yang bersangkutan sama-sama mendapat pengalaman dan manfaat baik langsung maupun taklangsung bagi perbaikan kinerja guru, khusunya dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Terkait dengan hal ini, saya akan publikasikan hasil pendampingan saya agar bisa dijadikan bahan masukan bagi guru yang bersangkutan dan buat guru yang lain yang membaca posting ini. Namun, untuk menjaga privasi guru dan sekolah yang bersangkutan, saya tidak dapat mempublikasikan hal yang berkait dengan nama, lokasi, dan waktu (tanggal) pendampingan. Artikel inipun hanya memuat bagian 'Hasil Pendampingan' yang terdapat pada bab II laporan hasil pendampingan. Foto yang dipampang pun tidak menyertakan guru yang bersangkutan.
Siswa sedang berdiskusi Siswa saat presentasi
1. Kegiatan Pendampingan ON 1
Untuk penyusunan RPP, guru sasaran sudah mengerjakan cukup baik, yang masih kurang adalah menentukan indikator dari KD yang dipilih. Perumusan indikator masih perlu dipertajam. Dalam RPP, sudah mencantumkan instrumen untuk penilaian pengetahuan keterampilan, dan instrumen penilaian sikap. Namun, khusus penilaian sikap, belum jelas indikatornya.

Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru sudah menerapkan pendekatan saintifik dan lumayan aktraktif. Pembelajaran dimulai dengan salam, menanyakan kabar siswa, dan berdoa. Guru menanyakan pada siswa apakah pagi tadi sudah salat Subuh. Guru juga memotivasi agar siswa selalu memulai hari dengan sesuatu yang baik, termasuk salat Subuh. Dengan bertanya jawab, guru lantas mengajak siswa mengingat pelajaran yang telah lewat tentang pengertian fabel dan strukturnya. Guru kemudian meminta seorang siswa membacakan puisi yang disediakan guru. Siswa yang ditunjuk memulai dan mengakhiri pembacaan pusi dengan mengucap salam. Teman lain bertepuk tangan. Guru lalu mengajak siswa bertanya jawab tentang kata-kata sulit dalm puisi tersebut. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru lalu meminta siswa mengambil potongan kertas yang bergambar binatang untuk pembentukan kelompok. Pada bagian mengamati, secara berkelompok, siswa diminta mengamati gambar binatang. Guru kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Terlihat bahwa siswa enggan secara formal berbahasa lisan, siswa hanya bertanya jika guru mendekat ke kelompoknya. Pada bagian mengumpulkan informasi/ mencoba, siswa berdiskusi dengan anggota kelompok tentang kalimat/ larik puisi yang hendak dirulis. Pada bagian mengasosiasi/ menalar, siswa menuliskan kalimat/ larik puisi di kertas yang telah diberikan. Sementara, guru melakukan penilaian observasi sikap. Pada bagian mengomunikasikan, guru meminta perwakilan kelompok secara bergiliran membacakan puisi mereka. Siswa memulai dan menutup dengan salam dan siswa lain bertepuk tangan. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi. Pada proses ini, kelas cukup hidup dan aktif. Karakter religius sangat kuat. Guru memberi penguatan dan meminta siswa lebih aktif lagi, jangan membebankan pada satu atau dua orang, atau ketua kelompok saja.
Guru lalu membacakan soal: 1) Apa makna puisi yang telah siswa buat? 2) Hal positif yang diambil dari perilaku binatang tersebut, 3) Hal negatif yang perlu dihindari dari perilaku binatang tersebut. Siswa lalu mendiskusikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Guru sasaran memiliki pengelolaan waktu yang sangat bagus, mengingatkan siswa tentang batas waktu. Guru juga membimbing siswa atas maslah yang mereka alami saat menjawab soal. Setelah batas waktu, guru meminta siswa mengumpukan hasil pekerjaannya.
Di akhir pelajaran, guru dan siswa sama-sama menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan itu. Ada satu siswa yang bertanya, guru lantas melemparkan pertanyaan tersebut ke siswa lain. Tak ada yang menjawab. Guru lalu memberikan ilustrasi, dan akhirnya ada siswa yang bisa menjawab pertanyaan temannya tersebut.

Merujuk hasil temuan dari proses pembelajaran ON 1, guru pendamping membahas bersama dengan guru sasaran untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru sasaran tersebut dan dapat menentukan di bagian mana yang akan dilakukan perbaikan-perbaikan (hasil pendampingan terlampir).


2. Kegiatan Pendampingan ON 2
Untuk penyusunan RPP, guru sasaran sudah memperbaiki bagian yang masih kurang seperti menentukan indikator dari KD sikap yang dipilih. Perumusan indikator untuk sikap sudah ada. Instrumen untuk penilaian pengetahuan keterampilan, dan instrumen penilaian sikap, juga sudah lebih baik.

Untuk pelaksanaan pembelajaran, guru kembali menerapkan pendekatan saintifik dengan lumayan aktraktif. Pembelajaran dimulai dengan salam, menanyakan kabar siswa, dan berdoa. Guru menanyakan pada siswa apakah pagi tadi sudah salat Subuh. Guru juga memotivasi agar siswa selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Dengan bertanya jawab, guru lantas mengajak siswa mengingat pelajaran yang telah lewat. Guru kemudian meminta seorang siswa membacakan teks biografi Ki Hajar Dewantara yang disediakan guru. Siswa yang ditunjuk memulai dan mengakhiri pembacaan pusi dengan mengucap salam. Teman lain bertepuk tangan. Guru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru lalu meminta siswa membentuk kelompok. Pada bagian mengamati, secara berkelompok, siswa diminta membaca teks biografi yang dibagikan. Guru kemudian memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Beberapa siswa bertanya tentang mengapa tokoh tersebut menjadi terkenal, dan sebagainya. Sebelum menjawab, guru menawarkan pada siswa lain. Pada bagian mengumpulkan informasi/ mencoba, siswa berdiskusi dengan anggota kelompok tentang keunggulan dan keistimewaan tokoh. Pada bagian mengasosiasi/ menalar, siswa menuliskan hal-hal yang patut diteladani, keunggulan tokoh, dan jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara di kertas yang telah diberikan. Sementara, guru melakukan penilaian observasi sikap. Pada bagian mengomunikasikan, guru meminta perwakilan kelompok secara bergiliran hasil diskusi mereka. Siswa memulai dan menutup dengan salam dan siswa lain bertepuk tangan. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi. Pada proses ini, kelas juga cukup hidup dan aktif. Karakter religius pun sangat kuat. Guru memberi penguatan dan meminta siswa lebih aktif lagi di pertemuan selanjutnya.
Di akhir pelajaran, guru dan siswa sama-sama menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan itu.

Merujuk hasil temuan dari proses pembelajaran ON 2, guru pendamping membahas bersama dengan guru sasaran tentang pengalaman hari itu, dan berdiskusi mengenai pengonversian nilai berdasarkan tabel dan rumus yang ada (hasil pendampingan terlampir).


DUKUNGAN DAN HAMBATAN
1. Dukungan
Kurikulum 2013 dimaksudkan untuk menyiapkan peserta didik untuk sukses dalam menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan kehidupan di era globalisasi dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Ketika guru sasaran memberikan materi pelajaran memahami teks biografi, nampak bahwa guru selalu memberikan motivasi dan menstimulus siswa untuk aktif. Siswa juga mampu mengungkapkan pernyataan setuju atau tidak setuju atas pendapat kelompok lain. Guru juga mampu menularkan virus religius dalam kegiatan yang dilakukan siswa, satu hal yang merupakan ciri dari pembelajaran di Kurikulum 2013, mengutamakan sikap dan budi pekerti yang baik.

2. Hambatan
Kurikulum 2013 harus menitikberatkan pada pencapaian kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan sebagai suatu keutuhan. Kendati guru sasaran cukup menguasai materi pelajaran, namun buah kebiasaan sebelumnya belum bisa ditepis. Belum semua siswa berani secara verbal mengungkapkan atau bertanya tentang sesuatu tanpa ditunjuk. Beberapa siswa hanya memiliki keberanian berkomunikasi secara ‘informal’, yaitu ketika guru mendekat ke arahnya atau ketika diminta oleh guru. Kebiasaan memberi pembelajaran tanpa melakukan penilaian berupa observasi sikap terhadap siswa juga masih kurang terbiasa karena guru telah memiliki gaya mengajar dan pola pikir dalam mendidik yang lama, yakni berorientasi konten dan penyelesaian materi.

Sebelumnya: SMPN G
Selanjutnya: SMPN I
Daftar Isi Blog ringkasan materi pelajaran bahasa dan sastra Indonesia, contoh soal, hasil belajar siswa, dan info pendidikan. Copas ke blog lain? Cantumkan link sumber!