728x90 AdSpace

27 June 2014

Tanya Jawab Seputar Puasa Ramadan, Tarawih, Lailatul Qadar, Zakat Fitrah, dan Fidyah

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Tanya Jawab Seputar Puasa Ramadan, Tarawih, Lailatul Qadar, Zakat Fitrah, dan Fidyah-- Ramadan tiba. Berikut artikel tanya jawab yang bersumber dari kliping tanya jawab di koan BanjarmasinPost yang admin himpun. Artikel tersebut membahas/ menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar onani saat puasa, lupa bersahur, mandi junub sesudah imsyak, berciuman saat puasa, bagaimana puasa untuk orang yg sudah tua, manfaat salat tarawih dan masalah lainnya, bagaimana tata cara membayar zakat fitrah (zakat batin) ataupun zakat harta berikut niatnya, dan masih banyak lagi.

TAK PUASA KARENA TUA
Tanya: Saya seorang lelaki berusia 56 th, rasanya berat menunaikan puasa Ramadhan. Apakah boleh hanya bayar fidyah?
Jawab: Apakah anda sudah mencoba dan betul2 tidak mampu? Bila sudah memcoba dan betul2 tidak mampu, maka tidak ada jalan lain kecuali bayar fidyah.

BERCIUMAN SAAT PUASA
Tanya: Saya punya teman wanita, di siang hari saya berciumn. Batalkah puasa saya?
Jawab: Puasa anda tidak batal, tetapi pahalanya batal, karena wanita itu bukan istri anda. Berciuman dengan wanita lain (bukan istri), hukumnya haram. Seandainya yg dicium istri anda di kala puasa, maka hukumnya makruh.

MANDI JUNUB SESUDAH IMSYAK
Tanya: Apabila berhubungan badan setelah sahur, kemudian tertidur sehingga mandi junubnya setelah imsak. Apakah puasanya sah?
Jawab: Mandi junub sesudah imsak tidak membatalkan puasa. Namun kalau terlalu siang, kapan menunaikan shalat Subuhnya?

LUPA BERSAHUR
Tanya: Saya baru menikah satu minggu. Pada saat beduk/sirine, kami lgsg (weleh-weleh) melakukan hubungan badan dan malamnya kami melakukan lagi (wow), namun lupa mandi junub dan lupa sahur. Yg ditanyakan, sah atau tidak puasanya?
Jawab: Lupa sahur, puasanya sah asal sebelumnya Anda berniat puasa. Tetapi jika Anda tidak berniat puasa, maka puasa Anda tdk sah. Anda berhubungan badan sesudah beduk/sirine buka berbunyi, tentu Anda mandi wajib dan shalat Maghrib dan Isya, bukan? Ingat, jangan sampai shalat ditinggalkan.

ONANI
Tanya: Bagaimana hukumnya melakukan onani pd bulan puasa, apakah sama dg berhubungan suami-istri?
Jawab: Onani membatalkan puasa tetapi tdk sama dg berhubungan badan (suami-istri) yg diwajibkan membayar kafarat, ini jika puasa wajib di bulan Ramadahan.

KENCING KELUAR SPERMA
Tanya: Umur saya sudah kepala empat, pada saat buang air kecil, sperma juga ikut keluar. Bagaimana hukumnya, apkh puasa saya batal dan apakah saya hrs mandi junub?
Jawab: Jika wkt kencing sperma ikut keluar, tentu hal itu tdk disengaja maka puasanya tdk batal, Anda tetap wajib mandi. Tetapi jika sengaja melakukan onani, lalu Anda kencing dan sperma keluar, puasa Anda batal dan Anda juga hrs mandi wajib (junub).

MELAYANI BOS
Tanya: Saya seorang pegawai negeri, bos saya seorang muslim, tapi tidak puasa. Saya diminta melayani makannya padahal saya puasa. Selain itu, bos saya sering berzina di tempat kerja. Apakah saya berdosa karena membiarkan perbuatan tersebut, saya tidak berani menegur bos saya?
Jawab: Jika memang melayani makan bos itu sebagai pekerjaan Anda, maka boleh melayaninya, karena itu kerja. Tetapi jika tidak, maka Anda harus menolak. Katakan itu bukan tugas Anda. Jika Anda tidak mampu menegurnya dengan tangan dan teguran, Anda menegur dg hati, artinya tidak setuju dg perbuatan itu.

SUNTIKAN DI DAGU
Tanya: Bagaimanakah suntikan di dagu dan di hidung, apakah dibenarkan oleh Islam?
Jawab: Sepanjang hal itu adalah untuk pengobatan yg dilakukan oleh ahlinya, Islam tdk melarangnya, kecuali jika membawa mudharat, maka tdk dibolehkan.

OBAT TUNDA HAID
Tanya: Bolehkah istri saya minum obat KB agar dpt puasa 1 bulan penuh?
Jawab: Penggunaan pil anti haid dg maksud dpt mencukupi puasa Ramadhan sebulan penuh, hukumnya makruh. Tapi bagi wanita yg sukar meng-qadha puasanya pd hari lain, hukumnya mubah (boleh), sesuai keputusan MUI Pusat tgl 12 Jan 1979.

TARAWIH, ANAK TAK BISA DITINGGALKAN
Tanya: Bagaimana shalat Tarawih seorang ibu yg mempunyai anak balita, sebab anaknya tdk bisa ditinggalkan?
Jawab: Anda bisa Tarawih dg beberapa alternatif:
1. Menitipkan anak Anda kpd org lain yg berhalangan
2. Bergantian dg suami
3. Tarawih sendirian di rumah, karena shalat Tarawih tdk mesti dikerjakan berjamaah di langgar/masjid.

BAYAR FIDYAH
Tanya: Sewaktu anak saya masih bayi, saya pernah tak puasa Ramadhan selama 25 hari, karena anak saya itu sakit. Sekarang saya ingin bayar fidyah, berapa yg harus saya keluarkan?
Jawab: Fidyah puasa ukuran/takarannya adalah 1 mud atau sama dgn 3/4 liter beras setiap harinya, dan boleh diganti dg uang (menurut mazhab Hanafi), seharga beras sekarang.

(Sumber: Kliping B.Post Tanya jawab Bersama KH Husin Nafarin,M.A.)

ARTIKEL LAINNYA:
    1.Beberapa Hal yang Harus Diketahui dalam Menghadapi Bulan Ramadhan
    2.Kesiangan Bersahur
    3.Mengapa Harus Bersahur?
    4.Memakai Inhaler
    5.Hubungan Suami Istri
    6.Sunah Berbuka Puasa
    7.Mimpi Basah

Tarawih
    1.Tarawih 4 Rakaat
    2.Manfaat Salat Tarawih

Lailatul Qadar
    1.Kepastian Malam Lailatul Qadar
    2.Lailatul Qadar di Malam Ganjil

Zakat
    1.Tata Cara Membayar Zakat
    2.Kewajiban Zakat Fitrah
    3.Tanya Jawab Seputar Zakat Fitrah

Fidyah
    1.Waktu Bayar Fidyah
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Tanya Jawab Seputar Puasa Ramadan, Tarawih, Lailatul Qadar, Zakat Fitrah, dan Fidyah Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi