728x90 AdSpace

02 October 2015

Cerpen Gerhana karya Muhammad Ali Dinilai Tak Layak?

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Cerpen Gerhana karya Muhammad Ali Dinilai Tak Layak?--
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Mahsun, M.S. berkenan hadir dalam acara "Sosialisasi dan Tes UKBI bagi guru B.Indonesia MGMP SMP dan SMA se-Kalsel di Hotel Roditha, Banjarmasin. Sedianya, beliau hadir bersama Wamendikbud. Namun, wamendikbud berhalangan hadir. Pak Mahsun datang dan menjelaskan tentang pentingnya pelaksanaan Kurikulum 2013, adanya upaya pengebirian bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, dan respon atas tuntutan ditariknya kembali buku paket "Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas VII" Kurikulum 2013 karena memuat cerpen berjudul "Gerhana" karya Muhammad Ali (Oleh tim penyusun buku, cerpen itu dikutip dari buku Kumpulan Cerpen Gerhana karya Muhammad Ali, Penerbit Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 1996).

Cerpen itu dinilai tidak layak dijadikan bahan bacaan bagi siswa karena memuat kata-kata kasar. Pak Mahsun berpendapat, justru di disitulah peran penting seorang guru memberikan pendidikan kepada siswa tentang hal baik dan hal buruk. Pembelajaran berbasis karakter tak hanya memberikan contoh yang baik saja namun juga memberikan penilaian terhadap hal yang buruk. Lagi pula, di kehidupan sehari-hari, siswa justru jauh lebih banyak membaca, mendengar, maupun melihat hal-hal yang lebih buruk daripada yang terdapat dalam cerpen itu.
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Cerpen Gerhana karya Muhammad Ali Dinilai Tak Layak? Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi