728x90 AdSpace

16 October 2013

'Blusukan' Ala Indra Sjafri Temukan Talenta Skuat Timnas U-19

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info tentang 'Blusukan' Ala Indra Sjafri Temukan Talenta Skuat Timnas U-19--
Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri, mengungkapkan banyak mendapat informasi saat mencari bakat-bakat yang mengisi skuat Garuda Jaya. Bahkan, ia mengaku sempat mendapat informasi dari tukang ojek saat melakukan blusukan ke daerah-daerah.

Indra Sjafri mungkin hanyalah satu dari sekian banyak pelatih kawakan di Indonesia yang menemukan bakat-bakat terpendam Indonesia. Melalui metode blusukan ke daerah-daerah terpencil, perjuangan Indra akhirnya berbuah manis setelah sukses membawa timnas U-19 meraih Piala AFF dan lolos ke putaran final Piala Asia 2014.

Sejak dipercaya melatih timnas U-19, pria yang dulunya berprofesi sebagai instruktur pelatih PSSI ini mengaku telah mengunjungi 34 daerah pelosok di seluruh Indonesia untuk menemukan pemain yang akan memperkuat Garuda Jaya.

Metode blusukan membedakan Indra dari sejumlah pelatih timnas sebelumnya. Sejumlah pelatih timnas sebelumnya hanya mengandalkan para pemain yang tenar lewat media atau berasal dari klub-klub besar, sementara Indra terus mencari sampai ke pelosok negeri untuk mendapatkan mutiara yang masih terpendam.
Hal ini bukan karena Indra bingung mencari pemain yang pas, melainkan ia ingin mencari pemain yang berkualitas, berfisik kuat, berdisiplin tinggi, dan bersemangat pantang menyerah. Inilah kunci kesuksesan Indra di Piala AFF U-19, yang diharapkan berlanjut di putaran final Piala Asia U-19.

Melakoni kualifikasi Pra-Piala Asia 2014 lalu, Timnas bentukan Indra memang hebat. Dua laga pertama, mereka lalui dengan menghantam Laos dan menundukkan Filipina. Selanjutnya, Sabtu (12/10/2013) adalah giliran menghadapi Korea, juara 12 kali Piala Asia U-19 --juara terbanyak. Si penguasa baru AFF menghadapi raja Piala Asia U-19.
Dan begitulah, Evan Dimas dkk. menunjukkan performa apik. Evan sendiri mencetak hat-trick, tiga kali dia mencetak gol dengan menyelesaikan pergerakan apik dari rekan-rekannya; Maldini Pali, Ilham Udin Armaiyn, dan Mukhlis Hadi. Indonesia menang 3-2.

Sebenarnya, sukses ini bukan yang pertama bagi sang pelatih, sebagaimana dikutip dari Tribunnews, Indra Sjafri menangani timnas usia dini sejak tahun 2012. Selama dua tahun melatih beberapa gelar pernah diraih ayah dua orang anak itu, yakni gelar juara HKFA U-17 2012, HKFA U-18 2013 dan AFF U-19 2013 serta meloloskan Timnas U-19 ke Kejuaraan AFC U-19.

skuat timnas u-19

YABES
Yabes direkrut pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri di Turnamen Sepakbola Novanto Cup tanggal 2-22 Juni 2013, di Stadion Oepoi-Kupang. Novanto Center melalui panitia juga menggelar coach to coach clinic dan memfasilitasi Indra melakukan seleksi pemain hingga terpilih Yabes Malaifani dalam skuad Timnas U-19.
Selengkapnya, baca di SINI.

SAHRUL (13)
Sahrul direkrut pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dari informasi tukang ojek ketika Indra beserta anak-anak asuhnya mengunjungi kabupaten Ngawi pada 2012. Di saat itulah Indra menemukan bakat Sahrul yang merupakan anak dari seorang buruh tani. "Saat itu, ada tukang ojek yang memberi tahu saya bahwa ada pemain bagus, yaitu Sahrul," kata Indra mengisahkan pengalamannya.
Indra kemudian meminta kepada tukang ojek tersebut untuk mengajak Sahrul datang pada laga uji coba melawan Persinga Ngawi.
"Saya kemudian meminta pelatih (Persinga Ngawi) memainkan Sahrul agak lama dan memang bagus. Lalu kita ajak ikut beberapa uji coba dan ternyata permainannya memang bagus," tambahnya.

Setelah itu, Sahrul mendapat kesempatan ikut seleksi lanjutan timnas melawan tim-tim lokal lain. Sahrul pun akhirnya terpilih dan mengenakan kostum Timnas untuk pertama kalinya pada turnamen Federasi Sepak Bola Hongkong 2013. Saat itu, Indonesia keluar sebagai juara.
Sahrul pun terus menjelma sebagai bek andalan timnas Indonesia. Duetnya dengan Hansamu Yama Pranata di barisan pertahanan timnas, berhasil membawa Indonesia menjuarai Piala AFF 2013 dan lolos kualifikasi Piala Asia 2014.

MUCHLIS
Muchlis Hadi Ning Syaifulloh lahir di Desa Blimbing Sari, Mojokerto pada 26 Oktober 1996. Dia mengawali karir di Sekolah Sepak Bola sejak kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Sebelum itu, dia sering bermain sepak bola antar kampung ketika duduk di bangku sekolah dasar.
Persekap Pasuruan memakai jasa Muchlis Hadi Ning. Saat memperkuat klub asal Kota Pasuruan itu, pelatih kepala Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri menemukan bakatnya.
Piala AFF U-19 di Jawa Timur pada September 2013 merupakan penampilan perdana Muchlis membela Timnas U-19. Dia merupakan salah satu aktor penentu keberhasilan timnas meraih gelar juara.

HANSAMU
Hansamu adalah anak buruk pabrik tekstil di Mojokerto. Anak pasangan Puji dan Endang Riwayati ini memang sejak kecil mengimpikan jadi pemain bola. Apalagi dirinya sadar dengan postur tubuh yang cukup ideal makin mendorong Hansamu lebih kuat untuk terus berlatih demi mengejar impiannya ini.
Saat Liga Pelajar, Hansamu bersama Muchlis lolos seleksi. Mulai dari menyisihkan teman bola di kampung, provinsi dan akhirnya dibawa ke Jakarta. Skill dan kemampuan Hansamu lah yang membuat Indra Sjafri melirik stoper ini.

Muhammad Fatchu Rochman (5)
Pesepakbola jebolan SSB Naga Gempol, Pasuruan ini menjadi salah satu yang tersaring dalam seleksi ala blusukan Indra Sjafri dan lantas menjadi anggota skuat tim nasional Indonesia. Postur yang hanya 164 cm memaksa Fatur berlatih ekstra keras untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpinya. Tak ada pilihan lain buatnya selain terus berlatih, berlatih dan berlatih.
"Setiap hari itu latihan, pagi dan sore. Pagi biasanya lari-lari di samping rumah, kan ada jalanan kecil tuh. Sorenya berlatih di lapangan."
Fatur, panggilan akrab Fatchu Rochman, sangat mengidolai bintang Bayern Munich dan tim nasional Jerman, Philipp Lahm. Selain karena kesamaan posisi dan postur tubuh, semangat juang Lahm juga jadi inspirasi Fatur.
"Saya ada (keinginan) main sama dia, soalnya, dia itu posturnya sama-sama kecil sama seperti saya, pendek. Meski begitu dia bisa bersaing, malah jadi kapten dan punya semangat yang luar biasa. Mainnya juga bagus. Saya sempat mikir dia saja bisa, kenapa saya tidak," kata Fatchu sebagaimana dikutip dari detiksport.

EVAN DIMAS (6)
Evan lahir pada 13 Maret 1995, yang berperan sebagai playmaker. Ia bergabung dengan SSB Mitra Surabaya sejak 2007, ketika umurnya masih 12 tahun.
Sebelum menjadi kapten timnas, remaja yang mengidolakan Xavi Hernandez, selalu ikut di setiap seleksi pemain sepak bola bahkan pernah ikut pelatihan di Barcelona.
Selengkapnya, baca di SINI.

ILHAM
Ilham Udin Armayn dilahirkan di Desa Lelei Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara 10 Mei 1996. Sejak usia 9 tahun dia menyandang anak yatim karena ayahnya meninggal. Sejak ayahnya meninggal, praktis sang ibu Ani menjadi tulang punggung memenuhi kebutuhan keluarga. Ilham merupakan anak keempat dari enam bersaudara.
Kondisi kehidupan keluarganya yang susah ini memicu Ilham serius menekuni hobinya bermain bola. Ketekunannya berlatih bola mulai terlihat membawa hasil.

detik.com
tribunnews.com
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: 'Blusukan' Ala Indra Sjafri Temukan Talenta Skuat Timnas U-19 Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi