728x90 AdSpace

05 May 2013

Ini Penjelasan M. Nuh Tentang Kurikulum 2013

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info tentang kutipan berita pendidikan: Ini Penjelasan M. Nuh Tentang Kurikulum 2013--
KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh membuka rahasia dibalik penerapan Kurikulum 2013, dihadapan para Ulama dan pelaku pendidikan di Kabupaten Semarang pada saat memberikan sambutan peresmian SMK Kesehatan Darussalam, Sabtu (4/5) siang di desa Gebugan, kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Menurut Nuh, pendidikan pada hakikatnya bertujuan untuk menghilangkan tiga penyakit masyarakat. "Satu saja yang di ingat bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengilangkan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan peradaban," kata Nuh.

Sedangkan konsep kurikulum 2013 diakui Nuh terbesit pada saat dirinya tengah menunaikan ibadah Umroh tahun 2006 lalu. Konsep itu adalah Tazkiyah (attitude), Tilawah (pengetahuan) dan Ta'alim (keterampilan).
"Saya buka rahasia konsep Kurikulum 2013 ini. Pada kesempatan saya menunaikan umroh tahun 2006. Dalam perjalanan ke Madinah saya menyempatkan mengaji. Pada saat itu saya menemukan surat yang menerangkan tentang tilawah, tazkiyah dan ta'alim ini, saya baca berulang-ulang surat ini. Saya pikir inilah yang saya cari-cari selama ini," jelas Nuh.

Dengan konsep atau kurikulum 2013 ini diharapkan dapat mengatasi ketiga penyakit masyarakat tesebut. Penerapan kurikulum 2013 ini, lanjut Nuh akan dilaksanakan secara bertahap dan terbatas. Pihaknya menyadari banyak pihak yang menentang penerapan kurikulum 2013 ini.
"Sikap kita sudah jelas. Yaa Bunaya irham ma'ana, wala takunu ma'al kafiriin. Maka janganlah ikuti jalan orang-orang yang menentang," pungkas Nuh.

Bukan Waktunya Mendebat Kurikulum
KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa pihaknya tetap membuka ruang bagi pihak yang berbeda pendapat dan ingin memberikan masukan terhadap kurikulum ini. Namun, dia menegaskan bahwa bukan waktunya lagi mengkritisi Kurikulum 2013 tanpa solusi perbaikan.
"Bukan waktunya lagi memperdebatkan kurikulum 2013 halal atau haram dan benar atau salah," kata Nuh saat Pemantapan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (28/3/2013).

Ia juga menambahkan bahwa kurikulum ini adalah masalah akademik sehingga tidak ada sangkut paut dengan masalah politik yang sedang terjadi di Indonesia saat ini termasuk isu jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014).
"Kurikulum ini soal akademik bukan politik. Jadi bawa ke ranah akademik dan gunakan kajian akademik," jelas Nuh.
"Kami terbuka saja dan kami menerima orang yg mengkritik dan punya solusi. Kami sangat welcome dan kami terima dengan baik. Tapi jangan kritik ini salah itu salah dan nggak ada solusi dan semuanya yang kami buat selalu salah," imbuhnya.

Mengenai permintaan Aliansi Revolusi Pendidikan yang merupakan gabungan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan berbagai serikat guru agar Kemdikbud melakukan uji publik ulang serta adanya debat publik terbuka. Nuh menilai langkah tersebut malah seakan mundur dari perkembangan yang berjalan saat ini.
"Kok malah mundur ya rasanya. Ini kan udah sejauh ini. Tapi ya monggo saja. Yang pasti kami terbuka kalau memang ada kritik dan solusinya," tandasnya.

Sambutan Positif
REPUBLIKA.CO.ID -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari para pelaku utama dunia pendidikan yaitu guru, kepala sekolah, pengawas, dan pengelola pendidikan.
"Sambutan baik juga datang dari orang tua," kata Nuh pada pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2013 di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan (Puspangtendik), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (11/2).

Anggota Komisi X diyakini Nuh pun pada akhirnya akan memberikan pandangan yang sama. "Oleh karena itu, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemdikbud untuk menyiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik,” tutur Nuh.

Nuh juga menyampaikan bahwa harapan atau ekspektasi masyarakat terhadap layanan di dunia pendidikan dan kebudayaan sangat besar. Hal ini, kata dia, dilatarbelakangi tiga alasan. Pertama, semakin tingginya kedasaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.

Kedua, pada akhirnya tidak ada orang Indonesia yang tidak bersentuhan dengan dunia pendidikan dan ketiga alokasi anggaran pendidikan yang sangat tinggi.
"Oleh karena itu (kurikulum 2013,red), menuntut kepada kita semua untuk terus menerus kerja keras, kerja cerdas, serta ikhlas untuk memberikan layanan dunia pendidikan,” tutur Nuh.

Disdik Kalsel Tanggapi Positif Kurikulum 2013
REPUBLIKA.CO.ID -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Selatan (Kalsel) menanggapi positif rencana penerapan Kurikulum 2013. Kepala Disdik Provinsi Kalsel, Ngadimun mengatakan Kurikulum 2013 diperlukan untuk mengantisipasi perubahan dan tantangan zaman.
"Setelah dijelaskan oleh Pak Mentri langsung (Mendikbud M.Nuh-red) Kurikulum 2013 sangat positif untuk mengantisipasi dan menghadapi tantangan zaman," kata Ngadimun pada Sosialisasi Kurikulum 2013, di Banjarmasin, Sabtu (9/2).
Menurut Ngadimun, penjelasan tentang Kurikulum 2013 yang disampaikan langsung Mendikbud Muhammad Nuh sangat baik dan dapat dipahami. "Saya kira sangat bagus sosialisasi mengenai Kurikulum 2013. Cukup bisa dipahami oleh para pendidik. Apalagi disampaikan langsung oleh Pak Menteri," kata Ngadimun.

Meski menyambut positif penerapan Kurikulum 2013, Ngadimun memberikan catatan khusus kepada Kemdikbud. "Persiapan implementasi Kurikulum 2013 harus dimatangkan karena waktu tinggal berapa bulan lagi. Terutama persiapan guru, buku babon, dan buku ajar. Jangan sampai karena persiapan kurang matang penerapannya tidak jadi tahun ini," beber Ngadimun.
Kemdikbud terus melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 ke berbagai daerah. Mendikbud Mohammad Nuh dalam pidato sosialisasinya di hadapan ratusan guru se-Kalsel menuturkan perubahan kurikulum merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan.
"Kurikulum harus berubah karena ada perkembangan dan perubahan masyarakat baik dari sisi akademik, industri, dan sosial budaya," kata Nuh.

Menurut Nuh karena adanya perkembangan dan perubahan tersebut maka kebutuhan akan kualitas pendidikan pun berubah baik dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. "Karena itu dibutuhkan kurikulum yang mampu mempersiapkan generasi muda Indonesia berkualitas dari sisi pengetahuan, sikap, dan skill," jelas Nuh.

Lebih lanjut Nuh menuturkan perubahan kurikulum merupakan hal yang genting dan penting. Nuh juga menambahkan Kurikulum 2013 dipersiapkan bukan hanya untuk mendidik SDM Indonesia saat ini tapi juga mempersiapkan SDM di masa depan.
"Pendekatan yang digunakan pada Kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintifik. Dengan pendekatan ini diharapkan bisa membangkitkan kreativitas SDM Indonesia yang berujung pada kemampuan untuk inovasi di masa depan," ujar Nuh.

Kegamangan Hardiknas
KOMPAS.com - Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Gino Vanollie menyatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2013 harus menjadi ruang kontemplasi dan autokritik bagi para pemilik kepentingan di bidang pendidikan.
"Pemerintah masih gamang untuk mengubah kurikulum 2013 sehubungan sampai dengan hari ini masih belum jelas kepastiannya," katanya di Bandarlampung, Kamis.
"Kita juga prihatin, karena kado istimewa untuk peringatan Hardiknas tahun ini diwarnai ujian nasional SMA sederajat yang carut marut," ujarnya lagi.

Menurut dia pula, hal itu menjadi peringatan bagi pemerintah agar lebih serius mengolah pendidikan. "Bagaimana bisa terjadi kekacauan semacam itu, seolah menegaskan pemerintah abai cara mengelola pendidikan menjadi lebih baik," kata dia pula.
Sejumlah pihak, ucapnya menambahkan, menyarankan pemerintah arif dan bijaksana dalam melihat realitas jika kurikulum 2013 tidak begitu saja diterapkan. "Akan ada kegagalan jika dipaksakan pergantian kurikulum," katanya pula.

Dalam kurun waktu satu dekade, katanya menjelaskan, sudah ada pergantian dua kali kurikulum.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berlangsung 2006, dan belum berjalan optimal dan merata, sudah akan diubah ke kurikulkum 2013.
"Kurikulum sebelumnya mampu melewati beberapa-berapa dekade. Jika ada pemaksaan pergantian dan tidak berhasil, tentu menjadi preseden buruk," ucapnya lagi.

Dengan testimoni tersebut, ia mengaku tidak menolak perubahan sehubungan hal tersebut harus terjadi. "Perubahan sudah semestinya terjadi. Tetapi harus dirancang dan diyakini dengan baik. Itu yang harus menjadi catatan," katanya.
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Ini Penjelasan M. Nuh Tentang Kurikulum 2013 Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi