728x90 AdSpace

28 April 2013

Tanda-tanda (Firasat) Sebelum Ustadz Jefry Al Buchori Meninggal

Tanda-tanda (Firasat) Sebelum Ustadz Jefry Al Buchori Meninggal --
Jenazah Ustaz Jefry Al Buchori seusai di solatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (26/4).
Ustaz yang akrab disapa Uje ini kemudian di makamkan di karet tengsin, ribuan orang turut mengantarkan dan mendoakan almarhum pada saat proses pemakaman. Uje meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat dini hari.
Firasat Ustadz Jefry Al Buchori alias Uje akan meninggal telah dirasakan Ustadz Soleh Mahmud alias Solmed.
Tanggal 20 April dirinya bersama almarhum sempat melakukan pengajian bareng sampai jam 03.00 subuh.
Keesokan harinya ia datang karena istri Uje menggelar acara hisap.
"Saya waktu itu, ketemu almarhum dan beliau melihat saya dan meminta untuk masuk ke dalam mobilnya. Saya lihat wajahnya pucat, terus melepas cincin dan pecinya lalu mengatakan ni cicin buat lu Med. Terusin dakwahku ya," kata Solmed di rumah duka.
Terang saja mendengar perkataan itu, Solmed menangis. Begitu dua menangis anehnya Uje juga ikutan menangis. "Saya mengatakan lu enggak boleh berhenti, harus terus. Tapi memang sudah melawan kehendak-Nya," tuturnya.
Solmed saat itu menangkap firasat sepertinya Uje sendiri sudah menangkap tanda-tanda dirinya bakal dipanggil Allah dalam waktu dekat.

Adik kandung Ustadz Jefry Al Buchori, Fajar Sidik, mengungkapkan sejumlah tanda kurang baik sebelum kakaknya meninggal dunia.
Menurut Sidik, firasat pertama terlihat saat Uje menyampaikan informasi lewat pesan broadcast Blackberry Messenger (bbm) pada beberapa hari lalu. Saat itu, menginformasikan dirinya sudah tidak lagi menggunakan BB. "Semuanya di-broadcast, di bilang kalau BB ini tidak saya gunakan lagi, mohon maaf lahir batin, wassalamualaikum," ungkap Sidik usai pemakaman Uje di TPU Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013).
Tak lama kemudian, lanjut Sidik, telepon seluler BB Uje tercebur di kolam renang. "Dan khatamlah BB itu. Ditanya kenapa tak pakai bb lagi, katanya error trus. Lalu dikasih BB lagi sama teman ustad, sama nomor hp-nya juga. Tapi, anehnya, waktu di-invite enggak bisa. Waktu saya miscall enggak bisa, tapi dia bisa telepon saya. Yah, saya langsung simpan nomor itu dan bagikan ke teman-teman," ujarnya.

Firasat janggal kedua yang dialami Sidik, yakni waktu merasakan dinginnya tangan Uje. Sidik menceritakan, Uje memang kerap sakit bila kondisi fisiknya keletihan.
Untuk sakit terakhirnya, Sidik mengaku sudah berkali-kali mengajak kakaknya itu untuk berobat. Namun, tak terlalu digubris oleh Uje. "Ketika disini saya sempat berdebat, terus bilang ke umi (ibunda). Dia diajak berobat enggak mau, kasian dong jamaah," ujarnya.
Sidik mengajak Uje berobat karena tahu kakaknya itu harus fit menghadapi tablik akbar di Hongkong pada akhir pekan ini. "Kata beliau, 'sudalah Ki, yang sakit kan gw, enggak usah ikut campur urusan gw dah. Saya jawab, 'Oh ya sudah kalau itu maunya'." tutur Sidik.
Sidik mengaku kaget saat Uje mendatanginya pada dua hari lalu sebelum meninggal dunia. "Saya kaget pas lagi tidur, jidat saya dipegang sama dia. Katanya, kirain tidur. Saya pas dipegang tangannya dingin banget, bukan dingin AC. Uje bilang begini, 'Jangan salahkan Iba, jangan salahkan Opik, karena saya suka marah sama mereka, marahnya Uje (selaku) bos mereka, Allah kasih rezeki ke mereka lewat Uje, tapi saya suka cerewet," tuturnya.
Firasat terakhir, saat Uje memberikan uang Rp 500 ribu dari dompetnya ke putra dan putri Sidik. "Uje kasih uang ke anak saya. Katanya, 'Ni om Pi (Jefri) punya uang, kamu bagi ya. Doakan om Pi yah biar masuk surga," ungkapnya.
"Saya tanya bercanda, 'terus ane bagaimana?. Katanya, 'Kan ente mau jadi anggota dewan," kata Sidik saat mengenang dirinya disindir oleh Uje saat itu.

Putera kedua Ustadz Jefry Al Buchori (Uje), Mohammad Abidzar Al-Ghifari merasakan kehilangan terbesar kala mengetahui sang ayah telah tiada.
Firasat aneh Uje pun telah ditangkap Abidzar sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir.
Membeli senter dan keluar dengan senter entah kemana, menjadi satu hal aneh dan ditangkap Abi, panggilan putera kedua pasangan almarhum Ustadz Jefry Al Buchori, dan Pipik Dian Irawati.
Beberapa hari menjelang kepergian sang ayah, Abi bertanya-tanya dalam hatinya dengan sikap aneh itu.
"Abi jadi aneh gitu. Beli senter abis itu pergi lihat-lihat dengan senter entah kemana. Enggak jelas gitu ke luar," kenang adik Adiba Khanza Az-Zahra ini kepada Tribunnews.com, saat berkesempatan masuk ke dalam kamarnya di lantai 2, di kediaman Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Jakarta, Sabtu (27/4/2013).
Selain itu, Abi juga merasakan keanehan dari jawaban sang ayah. Tepatnya beberapa waktu sebelum Uje akan merayakan hari ulang tahunnya. Uje lahir di Jakarta pada tanggal 12 April 1973.
Kala itu, putra kedua pendakwah, ustad, penyanyi sekaligus artis ini, sempat menanyakan apakah ulang tahun sang ayah dirayakan atau tidak.
"Abi (sapaan ayah) kalau ulang tahun Abi mau dirayain atau tidak? Terus kata Abi ndak. Abi mau mati," kisahnya.

Dikumpulkan dari tribunnews.com
video: Youtube
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Tanda-tanda (Firasat) Sebelum Ustadz Jefry Al Buchori Meninggal Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi