Home » » Pendidikan Sains Masih Kurang Fokus

Pendidikan Sains Masih Kurang Fokus

Oleh PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU 13 February 2013

Artikel Terbaru:
Pendidikan Sains Masih Kurang Fokus--
JAKARTA, KOMPAS.com - Penggabungan mata pelajaran IPA dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 dianggap tidak fokus. Di satu sisi pemerintah menyatakan sarjana bidang sains sangat kurang. Namun, di sisi lain pendidikan sains kurang mendapat tempat.

Padahal, pendidikan sains perlu ditanamkan sejak dini. Penggabungan sains dengan Bahasa Indonesia pun membingungkan soal fokus materinya.

”Belajar bahasa itu bisa masuk ke sains ataupun ilmu sosial. Jangan dibalik, Bahasa Indonesia memakai konsep sains atau ilmu pengetahuan sosial,” kata Sam Mukhtar Chaniago, dosen pada Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta, dalam acara diskusi panel harian Kompas ”Kurikulum 2013 dan Tantangan Masa Depan Indonesia” di Jakarta, Senin (3/12). Hadir sebagai pembicara Ketua Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia S Hamid Hasan, Henny Supolo Sitepu dari Yayasan Cahaya Guru, Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung Iwan Pranoto, serta Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim. Acara dimoderatori pelatih guru nasional Itje Chodidjah.

Menurut Sam, bahasa dapat diterapkan pada semua mata pelajaran. Sebab, kompetensi mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis dapat dikembangkan pada semua mata pelajaran dengan tematik integratif.

Iwan mengatakan, jika IPA atau IPS diajarkan ke dalam Bahasa Indonesia, perlu dipertanyakan pengukurannya. Perlu diperjelas apakah pembelajaran tersebut berdasarkan kaidah bahasa atau sains.

Menurut Iwan, bangsa ini perlu menguatkan pendidikan dalam sains, teknologi, teknik, seni, dan rekayasa. Hal ini bisa menjadi modal bangsa untuk memajukan peradaban.

Dikurangi

Hamid menuturkan, di jenjang SD, sebanyak 60 persen content IPA dan IPS yang sekarang ini dikurangi. Sebab, di SD bukan pendidikan yang berdasarkan disiplin ilmu. ”Content dari disiplin ilmu itulah yang dikembangkan ke kompetensi,” kata Hamid.

Musliar mengemukakan, pengembangan Kurikulum 2013 ini akan mengubah pembelajaran di kelas yang membuat siswa belajar aktif. Kurikulum yang dikembangkan pemerintah ini bersifat minimal, sekolah boleh mengembangkan sesuai kebutuhan.

”Dibukanya dokumen kurikulum untuk uji publik dalam rangka menjaring masukan untuk penyempurnaan,” kata Musliar.


AAC Alumni Bahasa banjar Baru Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi UN Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara
Blog ini dijual (This web for sale)
Estimated worth
• Rp 50.807.728 •