Home » » Dongeng "Mantera Mengusir Tikus"

Dongeng "Mantera Mengusir Tikus"

Oleh PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU 02 February 2013

Artikel Terbaru:
Dongeng "Mantera Mengusir Tikus"--
Zaman dahulu kala, hiduplah sepasang kakek nenek di hutan. Ketika Kakek meninggal dunia, Nenek sangat sedih dan kesepian. Setiap hari ia menangis. Pada suatu hari datanglah seorang yang menyamar seperti pendeta ke rumah itu.
"Permisi... Bolehkah saya menginap satu malam saja? Saya lelah karena kesasar di jalan!"

Sambil menghapus air matanya, Nenek berkata, "Oh..silakan ! Kebetulan sekali kau datang. Tolong bacakan mantera agar aku tidak sedih!"
Sebagai ucapan terima kasih, sang pendeta kemudian membacakan mantera. Tetapi karena pendeta palsu, maka ia tidak mengerti tentang mantera-mantera.
Ketika sedang pura-pura membaca mantera, seekor tikus kecil mengendap-endap ingin keluar. Pendeta itu dalam komat-kamitnya bergumam, "Nyamu...nyamu... mengendap-endap... datang..." Waktu tikus itu mencicit, ia bergumam lagi, "Nyamu...nyamu...kau mengintip ingin bicara apa..."
Lalu saat si tikus
berlari kabur ia bergumam lagi, "Nyamu... nyamu... sekarang kau mau kabur ke mana...."
Si pendeta palsu lalu menyelesaikan manteranya.
Sang nenek tidak mengerti sama sekali soal mantera. Sejak itu ia selalu membaca mantera, "Nyamu...nyamu...nyamu..." seperti yang diucapkan si pendeta.

Pada suatu malam seorang pencuri menyelinap masuk ke rumah Nenek. Tetapi dari dalam rumah terdengar suara Nenek yang sedang membaca mantera, "Nyamu...nyamu...mengendap-endap... datang..."
Sang pencuri terkejut dan bertanya-tanya dalam hati, "Lo, apakah Nenek ini tahu kedatanganku?" Dengan rasa ingin tahu ia mengintip ke dalam dari lobang kunci. Saat itu juga terdengar suara Nenek, "Nyamu.... nyamu..., kau mengintip ingin bicara apa..."
Kembali sang pencuri terkaget-kaget. "Hah, nenek itu tahu aku sedang mengintip!" Si pencuri berpikir, sebaiknya ia pergi. Dengan mengendap-endap, ia melangkah mundur menjauhi pintu.
Pada saat itu terdengar suara, "Nyamu... nyamu... sekarang kau mau kabur kemana..."
"Oh...gawat! Gawat! Kalau sampai tertangkap aku bisa dihukum berat!" sang pencuri lari pontang-panting.
(dongeng Jepang, diceritakan kembali oleh Effie Sudirman)


AAC Alumni Bahasa banjar Baru Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi UN Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara
Blog ini dijual (This web for sale)
Estimated worth
• Rp 50.807.728 •