728x90 AdSpace

08 October 2012

Teori | Berwawancara dengan Narasumber

Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara.

Tujuan wawancara adalah mendapatkan informasi untuk sebuah penelitian, penyusunan berita, atau penyusunan laporan. Informasi itu didapat setelah sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan dan dijawab oleh orang yang diwawancarai (narasumber).

Hal-hal yang harus diperhatikan saat menyusun daftar pertanyaan:
-Pertanyaanmu harus sesuai dengan topik, jangan bertanya hal yang tidak sesuai dengan topik.
-Setiap pertanyaan cukup memuat satu pokok masalah. Jika dalam satu pertanyaan kamu menanyakan dua hal, narasumber akan bingung menjawabnya.
-Jangan membuat kalimat pertanyaan yang berbelit-belit. Ungkapkan pertanyaan langsung ke pokok masalah.
-Gunakan kata sapaan yang tepat dan sesuai dengan usia narasumber.
-Saat bertanya, jangan terpaku hanya pada kalimat dalam daftar pertanyaanmu saja. Usahakan membuat kalimat tersebut menjadi kalimat lisan yang tidak kaku, terutama jika kamu melakukan wawancara langsung.

Setelah kamu melakukan wawancara, tulislah hasil wawancara tersebut dengan susunan kalimat yang berbentuk tanya jawab pula.

Berikut contoh laporan hasil wawancara:
Sebagian orang mungkin belum mengenal sosok Eru di industri layar lebar, namun bagi para pecinta musik Korea atau K-Pop, cowok bernama asli Jo Sung-Hyun ini telah dikenal sebagai penyanyi solo sekaligus penulis lagu yang sukses melalui berbagai hitsnya seperti Black Glasses dan White Snow. Sukses di dunia tarik suara, ternyata Eru tidak menutup diri untuk mulai terjun ke dunia akting.

Sejak menjalani debutnya sebagai seorang penyanyi pada tahun 2005, Eru sudah merilis beberapa album dan turut berpartisipasi dalam membuat lagu tema drama salah satunya adalah KBS Baker King Kim Tak Goo. Kepopuleran dan pengakuan sebagai penyanyi pun sudah ia terima baik selama karirnya di industri musik Korea.

Kini, lewat film produksi Falcon Pictures yang berjudul Hello Goodbye, Eru akhirnya resmi menjalani debutnya di dunia layar lebar bersama Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto. Meskipun perannya tidak terlalu banyak di film tersebut, namun Eru sudah merasa tertarik untuk bisa eksis di dunia seni peran dan melebarkan sayap karirnya hingga ke Indonesia.

Apa pertimbangan Eru saat pertama kali menerima tawaran film? dan apa saja yang membuat Eru berkesan selama proses syuting Hello Goodbye bersama pemain film Indonesia? Berikut adalah wawancara eksklusif 21cineplex bersama Eru di kantor Falcon Pictures di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Halo Eru apa kabar, bisa ceritakan nggak awalnya kamu bisa terlibat di film Hello Goodbye?
"Sebenarnya management saya punya jaringan marketing internasional yang sifatnya membuka peluang untuk bisa melebarkan sayap karir saya di luar Korea. Tawaran untuk terlibat di film ini juga berawal dari situ yaitu dari pihak Falcon."

Ketika kamu mendapat tawaran tersebut, apakah kamu langsung terima atau melakukan pertimbangan khusus?
"Iya pada awalnya saya langsung dikasih skenario dari Falcon dan saya bilang 'apa ini?'. Setelah saya baca ternyata ceritanya sangat menarik dan saya memutuskan untuk terlibat di film ini walaupun saya bukan sebagai pemeran utamanya."

Kamu kan dikenal sebagai penyanyi, kenapa sekarang memutuskan untuk menjadi seorang aktor?
"Di Korea banyak musisi yang juga terlibat di dunia akting. Saya memang punya impian itu sejak lama dan ini adalah kesempatan saya. Yang ada di otak saya saat itu adalah, tawaran ini merupakan kesempatan besar dan saya tidak ingin melewatkannya begitu saja."

Ini adalah debut kamu di layar lebar, apakah kamu melakukan persiapan khusus untuk belajar akting?
"Di film ini saya banyak mendapat arahan dari Atiqah dalam berakting. Atiqah telah banyak memberi saya masukan sekaligus melatih saya dengan sangat baik. Hal itu terbukti, Atiqah tidak pernah terluka saat harus beradegan dengan saya."

Apakah kamu mengalami kesulitan dalam berakting di Hello Goodbye?
"Jujur saya nggak punya kesulitan yang berarti di film ini. Pada awalnya saya kira komunikasi menjadi kendala utama di film ini. Tapi justru saya sampai nggak percaya karena banyak orang di Indonesia bisa bahasa Korea. Saya sangat menikmati proses film ini dan tidak ada kesulitan berarti kecuali pada saat itu cuacanya sedang sangat dingin sekali. Kebetulan Hello Goodbye melakukan syuting di Korea saat musim dingin."

Apa ekspektasi kamu terhadap film Hello Goodbye?
"Saya hanya merasa sedikit khawatir dengan masa depan film ini. Ketika teman-teman saya melihat film ini, mereka pasti akan bertanya 'di bagian mana kamu ada di film ini'. Saya sudah persiapkan jawabannya sih, kalau saya ke Indonesia lebih banyak untuk urusan promo musik."

Sebelum terlibat di film ini, apakah sebelumnya kamu pernah menonton layar lebar produksi Indonesia?
"Saya nggak ingat judulnya, tapi saya sempat menonton film Indonesia. Saya punya banyak teman di Korea yang berprofesi sebagai sutradara, mereka mengaku telah banyak terinspirasi dari film Indonesia di karya-karyanya. Warna di setiap film Indonesia sangatlah khas, teman saya yang berprofesi sebagai sutradara mengatakan itu. Mereka mengadaptasi warna dan nuansa dari film Indonesia, saya jujur mengatakan ini dan bukan mencoba untuk ngegombal."

Setelah Hello Goodbye, apakah kedepannya kamu mulai tertarik untuk menekuni dunia akting?
"Kenapa tidak. Siapapun mereka yang nantinya menawari saya proyek film, saya akan terima dengan senang hati terutama dari Indonesia. Mudah-mudahan Indonesia bisa memnaggil saya lagi untuk membuat film baru."

Beberapa hari yang lalu kamu juga telah membuat videoklip dari single Black Glasses untuk soundtrack Hello Goodbye. Di lagu tersebut kamu berduet dengan Atiqah, apakah duet ini untuk jangka panjang?
"Iya itu tergantung ya. Semua bergantung kepada masyarakat Indonesia apakah mereka bisa menikmati musik saya."

Apakah kamu mau merintis karir sebagai aktor di Indonesia?
"Tentu, semoga saja. Kemarin saya sempat makan malam bersama sutradara Hello Goodbye Titien Wattimena, dan bercerita kalau dirinya sedang menulis naskah film baru. Langsung saja saya bilang ke Titien, kalau saya minta dilibatkan lagi. Tapi semua itu tergantung dia sih, hehehe."

Setelah beberapa hari kamu menetap di Indonesia, bagaimana kesan-kesannya terhadap Jakarta?
"Indonesia adalah negara yang bagus, dia punya hutan yang bagus dan saya suka makanannya. Semuanya saya suka kecuali macetnya aja."

Apakah kamu sudah menonton film Hello Goodbye, bagaimana menurut kamu?
"Iya saya sudah menonto preview awalnya tapi itu belum 100% selesai. Falcon Pictures masih harus melakukan beberapa tahapan lagi untuk mengemasnya biar terlihat lebih sempurna. Saya suka warna yang ditampilkan dalam film ini, tapi yang terpenting adalah saya suka akting saya. Itu yang utama, hahaha."

Terakhir, apa harapan kamu terhadap film Hello Goodbye?
"Saya harap Hello Goodbye bisa menjadi film terpopuler 2012 di Asia Tenggara. Selain itu saya berharap Atiqah bisa rilis album solo di Indonesia karena dia punya kualitas suara yang bagus selain berakting."

Sumber wawancara: http://www.21cineplex.com/exclusive/impian-eru-terwujud-di-film-hello-goodbye,147.htm
Foto: thejakartapost.com
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Teori | Berwawancara dengan Narasumber Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi