728x90 AdSpace

04 August 2012

Dirgahajoe 67 Tahoen Indonesiakoe | Bela Timnas, Firman Tak Takoet Miskin dan Bepe Djadikan Momentoem Bersatoe Kembali

Dirgahajoe 67 Tahoen Indonesiakoe | Bela Timnas, Firman Tak Takoet Miskin dan Bepe Djadikan Momentoem Bersatoe Kembali--
Merdeka.......
Tanggal 17 Agoestoes 2012 nanti, genap 67 Tahoen soedah Ir.Soekarno dan Drs.Moh.Hatta memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia. Soedah benar-benar merdekakah kita? Merdeka dari pendjadjahan, memang benar. Tapi pendjadjahan dalam bentoek baroe masih sadja terdjadi. Perlakoean semena-mena dari bangsa sendiri terhadap saoedaranja, setjara kasat mata meroepakan bentoek njata bahwa kemerdekaan beloem sepenoehnja diraih. Masih segar dalam ingatan, bagaimana sedjoemlah pemain di Liga Soeper Indonesia, termasoek Firman Oetina, mendapat antjaman dari kloeb-kloeb mereka setelah mereka memoetoeskan menerima panggilan tim nasional.
Firman Oetina mengakoe tidak takoet djika kloebnja, Sriwidjaja FC mendjatoehkan sanksi kepada dirinja karena membela tim nasional Indonesia dalam laga eksibisi melawan kloeb Spanyol, Valencia, di Stadion Oetama Gelora Boeng Karno, Djakarta, Sabtoe (4/8/2012). Firman Oetina mengakoe tidak takoet karena toedjoeannja membela tim nasional adalah oentoek menjatoekan persepakbolaan nasional.
“Meskipoen dengan sanksi itoe kami tidak akan bisa bermain lagi di liga, saja tidak takoet soesah karena saja doeloe orang soesah,” tegas gelandang berdaja djeladjah tinggi itoe.
Eks kapten tim nasional Indonesia itoepoen mengoetarakan keketjewaan kepoetoesannja membela tim nasional Indonesia dipermasalahkan.
“Saja tidak takoet dapat sanksi apapoen. Misalnya, bila sadja bermain di Sriwidjaja FC, laloe tiba-tiba saja bermain di kloeb lain, teroes saja tidak meminta idjin ke mereka (kloeb). Misalnja seperti kawan kita, (Patrich) Wanggai jang bermain di Persidafon, laloe ke Persebaya. Kalaoe Wanggai sadja bisa, mengapa saja jang hanja membela tim nasional dipermasalahkan? “ toetoer pemain 30 tahoen itoe saat didjoempai Triboennews di kawasan Senayan, Djakarta, Djoemat (3/8/2012).
“Kami ke sini karena panggilan negara. Saja datang oentoek memenoehi panggilan itoe. Saja rasa, di mana poen akan seperti itoe. Ketika dipanggil negara, pemain haroes datang,” oengkap Firman.
“Masjarakat tentoe sadja menginginkan sepak bola kita bersatoe. Termasoek pengoeroes dan media."

Bintang Sepakbola Indonesia lainnja, Bambang Pamoengkas, mengoengkapkan, alasannja membela Timnas Indonesia di laga melawan Valencia, Sabtoe (4/8/2012).
"Semoea pemain sepakbola ingin bermain oentoek timnas. Di pemanggilan sebeloem-sebeloemnya pemain tidak datang karena kami menghargai kontrak dan memang pada saat itoe kompetisi sedang berdjalan. Kini kompetisi soedah berakhir, tidak ada alasan oentoek menolak bermain di timnas,"katanja.
Kapten kloeb Persidja Djakarta itoe mengatakan, pemain hadir di sini boekan oentoek memihak PSSI ataoepoen KPSI, pemain datang oentoek persiapan AFF.
"Saja yakin dari awal kedatangan kami akan timboel pro dan kontra. Ada pihak yang memoedji dan mentjela itoe hal wadjar. Saja harap ini woedjoed dari bersatoenja pesepakbola Indonesia dan lepaskan timnas dari konflik," oedjarnya.
Bambang Pamoengkas berharap Joint Committee dapat menjelesaikan doealisme federasi. "Saja djoega berharap federasi dan media soepaja tidak terkotak-kotak," toetoernja.
Kepada kloeb Persidja Djakarta, Bambang Pamoengkas mengoengkapkan, perdjoeangan kloeb Persidja haroes tetap berdjalan, tetapi merah-poetih haroes didjalankan, dihargai, dan didjalani.

Terkait antjaman sejoemlah kloeb Liga Soeper Indonesia (LSI) jang akan mendjatoehkan sanksi kepada pemain mereka jang membela tim nasional Indonesia saat melawan Valencia, pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar enggan memberikan komentar.
“Kalaoe soal itoe no comment,” oedjar eks pelatih Semen Padang itoe kepada Triboenews di kawasan Senayan, Djakarta, Djoemat (3/8/2012).
Namoen demikian, Nil Maizar sebenarnja berharap para pemain terseboet tetap bisa memperkoeat tim nasional. Menoeroet mantan bek sewaktoe masih aktif bermain terseboet, keboetoehan tim nasional sebaiknya dioetamakan.
“Tapi berdasarkan hati saja, saja ingin mereka diberi kesempatan. Sebab, jang terpenting adalah dia (pemain) tidak memihak dan tidak mementingkan siapa poen. Merah-putih adalah jang terpenting,” toetoer pelatih jang pernah membawa Semen Padang tak terkalahkan di kandang pada moesim 2010/2011 itu.

Sejogjanjalah, kemerdekaan tak sekadar seremonial belaka. Oepatjara pengibaran bendera, pembatjaan teks proklamasi, lomba balap karoeng, makan keroepoek (ataoe diganti dengan makan biskoeit), naik pinang, pemberian remisi, dan lain-lain, perloe diedjawantahkan dengan tindakan njata agar 'Merdeka" tak sekadar seboeah kata. Pengorbanan pemain mempertaroehkan perioek nasinja karena terantjam sanksi dari kloeb adalah seboeah bentoek tjinta negara dan melandjutkan tjita-tjita para pedjoeang. Kok masih sadja ada pihak jang menghalangi? (Tapi, ada djoega toeh jang maoe ambil kesempatan mengambil popularitas. Djohar Arifin djoega haroes moendoer.....)

Sumber berita dikumpulkan dari:
http://www.tribunnews.com/2012/08/03/diancam-sfc-firman-utina-saya-tak-takut-jadi-orang-susah
http://www.tribunnews.com/2012/08/03/firman-utina-ketika-dipanggil-negara-pemain-harus-datang
http://www.tribunnews.com/2012/08/03/bepe-saya-cinta-persija-tetapi-saya-harus-bela-timnas
http://www.tribunnews.com/2012/08/03/nil-maizar-bungkam-soal-sanksi-pemain-tim-nasional
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Dirgahajoe 67 Tahoen Indonesiakoe | Bela Timnas, Firman Tak Takoet Miskin dan Bepe Djadikan Momentoem Bersatoe Kembali Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi