Home » » Cara Mendidik Anak Lelaki ABG Menurut Artis Berliana Febrianti

Cara Mendidik Anak Lelaki ABG Menurut Artis Berliana Febrianti

Oleh PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU 30 April 2012

Artikel Terbaru:
Cara Mendidik Anak Lelaki ABG Menurut Artis Berliana Febrianti --
Memenuhi permintaan pengunjung blog ini untuk membuat variasi postingan yang beragam namun tetap di jalur pendidikan (all in one), okelah saya bagikan info ini. Mudah-mudahan berguna terutama bagi saya, rekan-rekan guru yang mampir ke sini, orangtua yang sedang menemani anaknya belajar secara online dan nyasar ke sini, ataupun bagi kalian (para siswa).
Saat memasuki usia remaja atau ABG biasanya anak akan lebih sering memilih berkumpul dengan teman ketimbang keluarganya. Agar si anak yang sedang dalam masa pertumbuhan ini dekat dengan keluarganya, selebritas Berliana Febrianti punya tipsnya.

Ibu 3 anak kelahiran 21 Desember 1973 ini mengakui ada banyak hal di luar sana yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis seorang anak yang menginjak usia remaja.
Terlebih anak pada usia ini memang cenderung mudah terbawa arus globalisasi yang akan berdampak buruk bagi kepribadian anak.
Maka itu Berliana berusaha untuk selalu memantau perkembangan anak dengan mendidik melalui cara yang tepat.

Menurut istri dari Teuku Muhammad Revikashah ini, mendidik anak yang baik bukanlah dengan menjadi orangtua yang selalu menggurui anak, tetapi orangtua perlu memposisikan diri sebagai seorang teman bagi anak.
Hal itulah yang dilakukan Berliana agar dekat dengan putra pertamanya Teuku Muhammad Revanza Revikashah (Vanza) yang berusia 11 tahun.
"Cara menghadapi anak memang harus disesuaikan dengan umurnya. Pengaruh teman terhadap perkembangan anak sangat besar mengingat anak lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah bersama teman-temannya," kata Berliana berbagi tips mendidik putranya di rumah dalam acara Berbagi Momen Kebersamaan Bersama Pasar Puter Wall's Dung Dung, Yogyakarta, seperti ditulis Senin (30/4/2012).

Langkah yang dilakukan Berliana dalam menangani anak adalah dengan mencoba mengenal hobi anaknya Vanza, yaitu sepak bola. Dimulai dari menemani Vanza ketika menonton pertandingan sepak bola di televisi. Anak akan merasakan perhatian dan kehangatan keluarga dari kegiatan tersebut.

Berliana juga sering menceritakan beberapa jenis permainan masa kecilnya agar Vanza mengenal berbagai macam permainan tradisional yang tidak kalah menyenangkannya dengan permainan moderen. Dalam sesi bercerita tersebut, perlu disisipkan nilai-nilai kebudayaan yang perlu dikenal oleh anak agar budaya bangsa tidak luntur dan tertanam pada diri anak.

Mendengar cerita masa kecil Berliana, Vanza mengeluarkan respons-respons yang menunjukkan ketertarikannya untuk mengetahui semenarik apa permainan favorit ibunya di masa lalu. Permainan tradisional tersebut mungkin akan sulit jika dipraktekkan di lingkungan perkotaan sekarang ini, tetapi dari cerita-cerita tersebut, anak akan mendapatkan bayangan mengenai budaya asli Indonesia.

Menghadapi anak yang menyukai game, Berliana memberikan kebebasan kepada Vanza tetapi harus mematuhi beberapa batasan seperti hanya boleh main game di akhir pekan saja dan menggunakan gadget orang tuanya. Hal ini dimaksudkan agar orang tua dapat melakukan kontrol terhadap jenis permainan anak, karena game online dan sebagainya menyebabkan kecanduan bagi anak.

Sementara itu psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Psi mengatakan peralihan antara masa anak-anak ke masa remaja adalah fase yang paling penting dalam kehidupan seseorang, karena pada masa ini jati diri seseorang akan mulai terbentuk.
Oleh karenanya peran orangtua sangat diperlukan dalam mendidik anak pada usia ini, tentunya dengan cara yang tepat.

Salah satu cara mendidik anak yang efektif adalah dengan menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan sambil mengenalkan pada anak nilai-nilai positif yang terkandung dalam akar budaya bangsa sedari dulu.
Misalnya Anda dapat menceritakan momen-momen manis masa kecil Anda sehingga dapat menjadi panutan yang memiliki nilai positif bagi anak Anda yang mulai menginjak usia remaja.
"Teknologi dan globalisasi merupakan tantangan terbesar bagi orangtua dalam mendidik kepribadian anak. Kecanggihan teknologi cenderung membuat anak bertindak tidak sabaran dan menginginkan segala hal yang serba instan. Era globalisasi sekarang ini juga dapat menyulitkan remaja dalam pencarian identitas dirinya. Maka orang tua harus berperan aktif dengan melakukan beberapa pendekatan khusus terhadap anak," jelas Anna.

Pendekatan khusus tersebut dapat berupa menceritakan pengalaman orangtua mengenai budaya bangsa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap budaya bangsa sendiri dan tidak larut dalam arus globalisasi yang membuat anak cenderung meniru budaya bangsa lain.

Dengan mendengarkan cerita-cerita masa lalu orang tua, anak akan dapat menerima pendidikan yang Anda tanamkan secara tidak langsung dengan suasana penyampaian yang menyenangkan dan tanpa ada kesan menggurui. Harapannya anak akan menjadi lebih dekat dengan keluarga dan dapat mengembangkan karakternya ke arah yang positif.

Cara mendidik anak yang tepat menurut Anna, sebagai berikut:

1. Ciptakan Komunikasi dengan Anak
Bangunlah suasana rumah dengan komunikasi yang terbuka antara sesama anggota keluarga. Luangkan waktu Anda untuk anak dengan membicarakan beberapa topik ringan seperti membahas mengenai film atau musik yang disukai anak.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dapat menciptakan keakraban dan hubungan keluarga yang harmonis.

2. Jadilah Pendengar yang Baik
Pada masa remaja, anak akan mengalami perubahan-perubahan dalam mental dan cara bersikap. Selalu sediakan waktu setiap harinya dalam keluarga untuk sekedar mendengarkan cerita anak Anda mengenai hal-hal yang dilakukannya bersama teman-temannya di sekolah.

3. Mengajarkan Hal Positif dengan Mengajukan Pertanyaan
Anak akan cenderung berontak jika dilarang melakukan suatu hal tanpa disertai alasan yang jelas dari orang tuanya.
Akan lebih baik jika Anda mengajukan beberapa pertanyaan ringan semacam studi kasus yang membuat anak dapat menjawab dan menyimpulkan sendiri mana yang baik untuknya dan mana yang tidak.

Sumber: http://health.detik.com


AAC Alumni Bahasa banjar Baru Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi UN Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara
Blog ini dijual (This web for sale)
Estimated worth
• Rp 50.807.728 •