728x90 AdSpace

09 September 2011

Opini Berdasarkan Fakta yang Terjadi | Riedl, Pikal, Firman, Ferry, Bob Hippy, dan Djohar Arifin

Di arsip sebelumnya mengenai menentukan fakta dan opini seputar hasil pertandingan Timnas dengan Bahrain yang berakhir kekalahan 0-2, kita menemui banyak fakta yang bersifat melemahkan timnas. Nah, agar pembahasan mengenai fakta dan opini terkait perjuangan timnas di ajang Pra Piala Dunia 2014 ini berimbang, saya merasa perlu untuk melengkapi dengan arsip ini: Opini berdasarkan Fakta yang Terjadi Pasca Kekalahan Timnas atas Bahrain.

Opini, merupakan ugkapan yang belum tentu benar, bersifat subyektif (menurut pendapat seseorang). Berikut adalah opini-opini yang diungkapkan berdasarkan fakta (peristiwa nyata) yang terjadi terkait dengan kekalahan menyesakkan timnas senior di ajang PPD 2014.

Yuk, kita simak saja opini-opini tersebut:

"Saya melihat Timnas sangat lelah. Tim yang melawan Bahrain bermain tanpa inspirasi, spirit, gairah serta sangat lemah secara taktik. "Hampir semua pemain pilihan saya. Karena meraka para pemain terbaik di Indonesia. Pemain yang sama diturunkan saat melawan Turkmenistan. Tentu saja, dua atau tiga pemain baru bisa masuk, tapi tak lebih dari itu." (Alfred Riedl layak mengomentari kekalahan pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa 6 September 2011 itu. Karena ia yang meletakkan fondasi permainan dan sebagian besar pemain merupakan pilihannya sebelum posisinya diganti Wim Rijsbergen)) Sumber

"Dalam dunia sepakbola yang serba gila ini apapun bisa terjadi. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Riedl saat ini masih berada di Indonesia dan dia menyebut masih mau melatih lagi timnas Indonesia. Tapi semuanya kembali kepada keputusan PSSI karena kami tidak bisa berbuat apa-apa jika PSSI sudah mengambil keputusan." (Wolfgang Pikal) Sumber

"Soal kembali ke Riedl, tidak mungkin sepertinya. Masalah itu masalah sensitif saya rasa karena ini soal profesionalisme. Kalau soal maki-maki pemain, seperti Fabio Capello memaki-maki Frank Lampard, saya rasa juga normal-normal saja. (Jose) Mourinho juga begitu. Mungkin karakter Wim ya seperti itu (Bob Hippy-Anggota Exco PSSI).Sumber

Kekecewaan diungkapkan gelandang timnas Firman Utina, dalam akun twitternya pada Rabu kemarin (7/9/2011). "Saat skarang kami bagaikan anak ayam yg ditinggal induknya. Tapi harus di ingat kita adalah 1 tim yg harus 1 dan tidak bercerai berai. Seharusnya kita cari solusinya sama 'menir'." (Twitter Firman Utina, Rabu 7/9/2011) Sumber

"Kalau Wim memang tidak mau kami, mengapa dia tidak memilih sendiri pemain saat pertama kali ditunjuk jadi pelatih. Bukan seperti ini caranya, dia sangat tidak menghargai usaha dan kerja keras kawan-kawan. Siapapun pemain tidak ada yang mau kalah.
Saya pribadi kalau dia masih pelatih, tidak mau. Karena kata-kata dia itu keras sekali." (Ferry Rurinsulu) Sumber

"Kami tetap pertahankan timnas senior sampai tuntas. Mereka pemain terbaik saat ini. Mereka sudah berikan prestasi luar biasa. Mereka mampu masuk sampai babak ketiga PPD. Dan harus diingat, level (tim) yang dihadapi elit-elit Asia." (Djohar Arifin-Ketum PSSI) Sumber

StopPress!!!!
Pernyataan Wim di ruang ganti babak pertama yang dikutip Riedl:
"Saat Rijsbergen ditunjuk jadi pelatih Timnas, saya masih netral. Tapi, saya melihat dari mata yang berbeda dan mendengar dari saksi mata bahwa pelatih telah mencerca pemain secara kasar saat turun minum melawan Bahrain," kata Riedl dalam e-mail kepada VIVAnews.
"Ia bilang 'f**k you all (kalian semua brengsek). If you don't play better second half i kick all of you out (Jika kalian tak bermain lebih bagus di babak 2, saya akan mendepak kalian semua)," ucap Riedl menirukan perkataan Rijsbergen. "Itu tak bisa dipercaya, tapi saya yakini ia telah berkata seperti itu." Sumber

Sumber pernyataan: Detiksport, Vivanews, Tribunnews.
Sumber gambar background Garuda:Google
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments
Item Reviewed: Opini Berdasarkan Fakta yang Terjadi | Riedl, Pikal, Firman, Ferry, Bob Hippy, dan Djohar Arifin Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi