728x90 AdSpace

23 August 2011

Indonesia vs Palestina 4-1, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2014 Andaikan.......

Kali ini saya menulis tajuk lagi untuk kesekian kalinya. Dalam pelajaran B.Indonesia, TAJUK adalah ulasan mengenai peristiwa hangat yang terjadi. Karena berbentuk ulasan, isinya tentu saja sangat subyektif. Artinya peristiwa yang diulas ditinjau dari pendapat si pembuat tajuk (penulis tajuk). Karena berdasarkan pendapat penulis, maka isi tajuk lebih banyak mengetengahkan pendapat/opini-opini penulis. Oleh karena itu, fakta yang disebutkan hanya sedikit saja.
Malam ini, timnas memang sukses menghempaskan Palestina 4-1. Tapi, dari segi permainan, timnas masih belum stabil. Timnas bisa saja menang atau kalah lawan musuh yang kuat, atau bisa kalah maupun menang dengan lawan yang lemah. Segalanya di luar dugaan.

Boleh jadi, ketidakstabilan itu karena fisik ras kita, Indonesia, memang mentok sampai di situ saja. Kita bisa saksikan bagaimana perbedaan postur sangat mempengaruhi permainan timnas kita. Pun Irfan Bachdim, walau dari ras campuran, dengan visi bermainnya yg didikan Eropa tetap saja kalah. Beberapa kali penetrasi briliannya gagal berkat tackling bersih lawan (maklum, postur Irfan masih ukuran Indonesia pada umumnya).

Andai saja, PSSI, memang benar mendapat tambahan amunisi vitamin berupa naturalisasi kelas 'eksekutif' semacam Sergio van Dijkt (28 tahun, Indo-Belanda), Victor Igbonefo (Nigeria), dan Greg Nwokolo (Nigeria), bukan tak mungkin langkah timnas Garuda meraih tiket ke putaran final Piala Dunia 2014 di Brazil bakal lebih lancar.
Dari tiga nama tersebut, Victor dan Greg Nwokolo sudah tidak asing lagi di sepak bola Indonesia. Victor merupakan bek Persipura Jayapura. Adapun Greg bermain di Persija Jakarta. Serginho Van Dijk sendiri, saat ini bermain di klub Adelide United, liga Austalia.

Victor kokoh di lini pertahanan, sesuatu yang membuat pemain Persipura merasa tenang melakukan serangan jika ada Victor di belakang. Greg boleh jadi harapan kualitas setara Boaz jika Boaz terpaksa pulang kampung karena urusan keluarga. Sedangkan Van Dijk merupakan pemain yang memiliki postur kokoh (menakutkan lawan ketika menempel ketat dirinya), tajam, pintar mencari posisi, dan berkharisma, cocok sebagai penyuntik rasa percaya diri pemain timnas berkualitas asli Indonesia lainnya (Ahmad Bustomi dan kawan-kawan). Ia juga bisa menjadi suksesor Gonzales jika Gonzales pensiun.


Naturalisasi bukan segala-galanya, bukan penentu. Tapi kehadiran mereka tentu melecut nasionalisme pemain kita untuk menunjukkan kualitas lebih baik, dan itu tentu merupakan hal yang positif.

Jadi, kita tunggu kiprah mereka setelah resmi berstatus sebagai WNI.

Berikut video sepak terjang Van Dijk di Liga Australia:

CUPLIKAN GOL-GOL VAN DIJK 2008/2009

CUPLIKAN GOL-GOL VAN DIJK 2009/2010


Sumber
Foto: Google
Video: Youtube
  • Facebook Comments
  • Blogger Comments

8 komentar:

Post a Comment

Silakan ambil manfaat dan jika ada pertanyaan, silakan tulis di form komentar.
Terima kasih atas komentar yang sopan dan menyejukkan.

Item Reviewed: Indonesia vs Palestina 4-1, Timnas Indonesia Bisa ke Piala Dunia 2014 Andaikan....... Rating: 5 Reviewed By: Yadi Karnadi