Home » » Kamus Online | Definisi Istilah Kesastraan

Kamus Online | Definisi Istilah Kesastraan

Oleh PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI JARI KAMU 10 September 2010

Artikel Terbaru:
A
Alur : rangkaian peristiwa yang terjalin secara sebab akibat dari awal sampai akhir menuju klimaks cerita atau sebaliknya.


Alur antiklimaks : alur cerita yang dimulai dari: peristiwa klimaks atau peristiwa yang menonjol ke peristiwa yang biasa-biasa saja.


Alur flashback : alur sorot balik, pengarang mendahulukan akhir cerita sebagai pembuka kemudian menuju awal cerita.


Alur klimaks : alur yg dimulai dari suatu peristiwa biasa-biasa menuju peristiwa yang memuncak.


Alur maju : alur yang susunan peristiwanya berjalan teratur dari awal hingga akhir cerita.


Alur mundur : lihat alur flashback


Alusio : majas perbandingan yg menggunakan ungkapan atau istilah yg lazim digunakan orang. Misalnya: Paris van Java (kota Bandung).


Amanat : pesan atau gagasan yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembacanya yg dituangkan dalam karyanya.


Anekdot: Cerita singkat yg menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya menegenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan pada kejadian yang sebenarnya.


Angkatan ’20 : suatu angkatan yang muncul tahun 1920-an, disebut juga Angkatan Balai Pustaka atau Angkatan Siti Nurbaya.


Angkatan ’30 : suatu angkatan yg muncul dalam tahun 1920-an, disebut juga Angkatan Pujangga Baru, yaitu nama angkatan yg diambil berdasarkan majalah Pujangga Baru yg terbit pada masa itu.


Angkatan ’45 : suatu angkatan yg lahir pada tahun 1945-an, disebut jyga Angkatan Chairil Anwar, yaitu pelopor Angkatan ’45. Selain itu, angkatan ini disebut juga Angkatan Pembebasan dan Angkatan Modern, serta Angkatan Gelanggang.


Angkatan ’66: angkatan yg lahir pada tahun 1966-an, dikukhkan oleh H.B.Jassin tahun 1966. Ajib Rosadi menamakan angkatan ini dengan istilah Angkatan Terbaru. Rendra menyebutnya Angkatan ’50.


Antagonis: Tokoh penentang, biasanya bersifat jahat.
mengandung kiasan.

B
Bunga Rampai : beraneka rupa, buku berisi kumpulan karangan sastrawan, puisi, amupun prosa untuk mengetahui corak, karya sastra sezaman.

C

Cerpen: Sebuah karya sastra yang mengisahkan satu bagian (satu konflik) dari jalan hidup si tokoh dan hanya melibatkan beberapa tokoh saja.

D  Distikhon : puisi baru yang terdiri atas dua baris setiap baitnya


Dramaturgi : ilmu atau pengetahuan tentang seluk-beluk drama


Dongeng: cerita rekaan yg berhubungan dg dunia khayal (misal: fabel, mite)

Distikhon : puisi baru yang terdiri atas dua baris setiap baitnya


Dialog : (Dlm konteks pementasan drama) Percakapan di antara para pelaku/ pemain dalam sebuah pementasan drama.


Dramaturgi : ilmu atau pengetahuan tentang seluk-beluk drama

E Ekstrinsik: Unsur yg membangun suatu karya sastra dari luar, unsur luar yg mempengaruhi karya sastra dari luar. Meliputi: asal-usul pengarang, nilai-nilai kehidupan, dsb.


Elegi : syair, sajak, atau nyanyian yang mengandung ratapan atau ungkapan duka cita


Enjambemen : perloncatan baris, baris kalimat yg bertugas menghubungkan bagian yg mendahuluinya dengan bagian berikutnya


Epigon: pengikut, pengekor, atau pembuntut


Epilog : Kata-kata penutup yg mengakhiri sebuah pementasan yg biasanya merupakan ikhtisar dari jalan cerita dalam drama tersebut.


Epos: Cerita tentang kepahlawanan yg ideal antara pahlawan pembela kebenaran melawan kejahatan.

F
Fabel: Cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan binatang.


Folklor : cerita rakyat yg diwariskan secara turun-temurun, adat istiadat yg berlaku dlm masyarakat tertentu yg diwariskan turun-temurun secara lisan.

G
Gestal : karya sastra sebagai satu kesatuan yg utuh


Gurindam : Pantun yg terdiri dari 2 baris dlm setiap bait yg menjalin hubungan sebab akibat, nasihat, dan berima sama.

H
Hikayat: cerita kuno bersifat khayal dan berisi kehidupan putra raja yg gagah dan putri yg cantik.

I Intrinsik: Unsur yg berasal dari dalam yg membangun suatu karya sastra, meliputi tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, amanat, rima, dsb.

K Kakafoni : rangkaian kata yg tidak harmonis, sengaja digunakan untuk mencari efek artistik atau untuk menggoda perhatian pembaca.


Kakofoni : suara musik sumbang, yg tidak enak didengar


Kakologi : bahasa yg menyimpang dari ucapan atau bahasa yg berlaku.


Karmina : (Pantun kilat) Pantun yg terdiri dari 2 baris.

L
Legenda: dongeng tentang terjadinya suatu tempat, gunung, sungai, danau, dan lain-lain.

M
Madah : sajak, puisi, syair


Mite: Dongeng yg menceritakan kehidupan makhluk halus/ dewa-dewi, yg erat kaitannya dengan kepercayaan animisme. Contoh: Nyi Roro Kidul.


Monolog : Percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri dalam sebuah pementasan drama.

N
Niraksara : tidak mampu baca-tulis


Novel: Sebuah karya sastra yg mengisahkan sebagian jalan hidup tokohnya, yaitu bagian hidupnya yg mengubah nasib tokoh tersebut. Biasanya beraliran realistik-naturalistik.

O
Okupasi : majas pertentangan yg mengandung bantahan, namun disertai penjelasannya. Misalnya: Merokok itu merusak kesehatan, tetapi si perokok seakan tidak peduli dengan peringatan yg sangat berharga itu.

P
Plot: (Alur) Rangkaian peristiwa dlm sebuah cerita.


Prolog : Kata pengantar/ pendahuluan sebelum drama dipertunjukkan agar penonton mempunyai gambaran isi drama.


Protagonis: Tokoh dalam cerita yg bersifat baik.

R
Rima; perulangan bunyi yg sama dalam puisi


Ritma : irama, pertautan suara tinggi-rendah, keras-lemah, panjang –pendek, yg terjalin secara teratur, tenaga gaib yg menimbulkan berbagai keindahan dan perasaan tertentu kepada manusia.


Roman : Sebuah karya sastra yang mengisahkan seluruh kisah hidup tokohnya, dari masa kanak-kanak hingga dewasa bahkan sampai meninggal dunia. Biasanya beraliran romantik.


Roman Bertendens: Roman yg mempunyai tujuan tertentu (contoh: Sitti Nurbaya, menentang adat Minangkabau)

Rubai: puisi empat seuntai, tiap bait mengandung 4 baris, berasal dari Arab.

S
Saga: Dongeng yg mengandung unsur sejarah yg menceritakan keberanian/ kepahlawanan seseorang. Contoh: Hang Tuah.


Seloka : Pantun berkait


Setting: (Latar) Waktu, tempat, dan suasana dlm cerita

T
Talibun : Pantun yg jmlh barisnya lebih dari 4 baris dan jmlnya harus genap (6, 8, 10, 12, . . . ).


Tema: Pokok masalah dalam cerita.

W
Wiracarita: cerita kepahlawanan. Kata lainnya: Epos.


AAC Alumni Bahasa banjar Baru Belajar Online blog blogger canda Cerita Televisi/Film Cerpen Cinta Indonesia Cinta Bahasa Ciri-ciri Teks Contoh Soal Contoh Soal UN coretan Denah Dongeng Drama Fakta dan Pendapat Fav Foto dan Video Guru Profesional Homonim dan Polisemi Iklan Imbuhan Indeks Istilah Jajak Pendapat kabar dan pesan Kalimat Majemuk kamus Karya Ilmiah karyamu Kelas IX Kelas VII Kelas VIII keterampilan lisan kisi-kisi Kisi-kisi UN Kliping Wawasan KTI Kurikulum 2013 Kutipan Berita Pendidikan Kutipan Berita Ujian Nasional Laporan Latihan Mahasiswa Majas Materi Materi Kelas IX Materi Kelas VII Materi Kelas VIII Materi SMA Materi Soal UN membaca bahasa membaca sastra memo menulis bahasa menulis sastra Musikalisasi Puisi nilaimu Novel Pantun Paragraf Pendampingan K.13 Pergeseran Makna Pidato Posting Liburan Prediksi UN Program Program Tahunan Prosa Puisi Rekomendasi Resensi ringkasan Sambung Silaturahmi Sastra siap ujian siap ujian sma sinopsis Sinopsis Film Sinopsis Layar Kaca Siswa Terbaik SK/KD SK/KD SD SK/KD SMA/SMK/MA/MAK skl SMP Hasbunallah SMP Plus SMPN 2 Muara Uya SMPN 2 Tanta Soal Ejaan Soal IX Soal VII Soal VIII sunting ejaan Surat Syair Tajuk Tata Bahasa Teks Anekdot Teks Bacaan Teks Berita Teks Biografi Teks Cerita Fabel Teks Cerita Fantasi Teks Cerpen Teks Deskripsi Teks Diskusi Teks Eksemplum Teks Eksplanasi Teks Eksposisi Teks Jenjang SMA Teks LHO Teks Prosedur Teks Prosedur Kompleks Teks Tanggapan Kritis Teks Tantangan Teks Ulasan tips Tips & Trik Ujian Tokoh Wawancara
Blog ini dijual (This web for sale)
Estimated worth
• Rp 50.807.728 •